
...----------------...
Raya dan Ryon bergegas menuju kelas. Sesampainya di kelas Raya langsung meraih botol minum nya dan meneguk air dengan cepat hingga ia tersedak.
"Uhuk.uhuk.... "
"Pelan pelan Ray.. " Ryon mengusap punggung Raya.
Raya segara menjauh dari Ryon. Dengan segala perasaan yang tidak bisa dia jabar kan. Takut, panik, heran, penasaran dan masih banyak lagi.
"Menjauh!! Menjauh dari ku!! " ucap Raya.
Sementara itu...
"Kabar terkini, pusat penelitian cuaca menginformasikan bahwa akan terjadi badai angin yang kencang, tapi ada satu hal yang membuat para ahli bingung dengan peristiwa ini. Awan merah tiba-tiba muncul di langit-langit kota bagian Timur. Para ahli masih mencoba mencari tau apa sebab kemunculan awan merah tersebut. ... "
"Disini saya sudah bersama seorang pakar yang akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi... Silahkan Profesor Kuraga...." Reporter berita itu memberi kesempatan untuk berbicara.
"Terima kasih. Mengenai peristiwa kemunculan awan merah ini masih belum jelas asal usul nya. Kami sedang bekerja keras untuk meneliti beberapa faktor. Dan mengenai badai angin ini, juga memiliki beberapa hal yang janggal menurut kami. Alat pendeteksi cuaca menunjukkan akan terjadi badai angin kencang. Namun, kami tidak menemukan ada nya tanda tanda akan terjadi badai... "
"Oleh sebab itu, sebagai antisipasi. Diharapkan semua penduduk tidak keluar rumah selama 1 minggu ini. Karena kami masih belum bisa memastikan sebesar apa resiko yang di timbulkan dengan keanehan ini. Pastikan kalian semua menyetok pasokan makanan yang cukup untuk 1 minggu ke depan. Jika tidak dalam kondisi sangat mendesak, jangan keluar dari rumah. Itu saja. Terima kasih. "
Kembali di ambil alih oleh sang reporter.
Berita itu tayang di semua saluran televisi. Saat ini kepala sekolah dan seluruh guru di Sekolah Rotalion sedang menonton berita itu. Dan langsung mengadakan rapat.
"Karena para ahli cuaca masih belum memberikan keputusan pasti tentang berita tadi, maka saya sebagai kepala sekolah Rotalion memutuskan untuk meliburkan semua siswa selama 2 minggu. " Ujar Kepala sekolah.
"Maaf Pak, kenapa siswa di libur 2 Minggu? Padahal di berita tadi mengatakan hanya 1 minggu. "
"Begini... Seperti yang saya bilang tadi, para ahli belum bisa memastikan tentang kondisi sekarang.. Jadi saya berpikir untuk meliburkan para siswa lebih dari 1 minggu. Hanya untuk mengantisipasi. " Jelas Kepala sekolah.
Guru itu tampak mengangguk.
"Apa ada pertanyaan lain ???" Tanya kepsek (Kepala Sekolah)
"Mengenai tugas,Bagaimana para guru bisa memberikannya??" Tanya guru wanita dengan kaca mata tebal.
"Ah iya saya hampir lupa. Untuk tugas para siswa, itu tergantung pada guru mata pelajaran masing-masing. Karena waktu libur yang lumayan, guru bisa memberikan tugas sesuai keinginan." Jawab kepsek.
Beberapa dewan guru tampak setuju.
"Libur akan di mulai dari besok. Dan hari ini pelajaran cukup sampai di sini. Para siswa diperbolehkan pulang kerumah masing-masing. Dan rapat selesai. " Ucap kepsek sekaligus mengakhiri rapat.
Di tempat lain.
Seorang pria berjanggut putih dan berwajah keriput sedang duduk bersemedi seorang diri. Lalu tiba-tiba dia membuka mata, dan melihat bola bola kristal di hadapannya.
"4 Dari 12 kristal sudah tidak bersinar lagi. Aku harap semua bisa teratasi tepat waktu. " monolog nya.
Dia bangkit dari duduknya dan mengambil kitab tebal. Kitab hitam dengan rantai gaib yang mengunci nya. Kitab itu adalah satu-satunya petunjuk yang mereka andalkan untuk melawan kegelapan.