
Raya dan Ryon berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah. Pemberitaan mengenai liburnya sekolah dikarenakan badai yang akan datang sudah diumumkan banyak dari murid-murid sekolah rotalion bersukacita.
"Apa yang akan kau lakukan untuk menghabiskan waktu selama 2 minggu nanti" tanya Ryon
" Tidak ada" jawabRaya
"Kau mau ikut aku?''
''Ke mana?''
''Jalan-jalan karena aku dari desa yang jauh jadi aku ingin mengenal kota ini" ujar Ryon
"Kau tidak mengerti?! badai akan muncul entah kapan Dan kita diliburkan karena badai itu dan kamu mau jalan-jalan?? tidak waras" omel Raya
"Ahaha... Iya iya baik lah" Ryon hanya menggaruk kepala nya.
"Seperti nya kita berpisah. Sampai jumpa setelah 2 minggu nanti, Raya" Ucap Ryon.
Raya memegang kedua tali ransel nya sambil tertegun.
"Sampai jumpa juga Ryon. " Balas Raya.
Mereka berpisah di halte bus, Ryon menunggu hingga Raya mendapatkan tempat duduk. Begitu Raya duduk Ryon melambaikan tangan nya. Raya hanya menatap dari balik kaca bis.
Bus perlahan mulai mengecil hingga tak terlihat. Ryon menatap langit yang terlihat mendung.
Bus perlahan mulai mengecil hingga tak terlihat. Ryon menatap langit yang terlihat mendung.
###
Raya berjalan seorang diri setelah turun dari bus. Langit mendung menjadi teman nya saat itu. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang di jalan menuju rumah nya. Karena bisa dikatakan, area rumah Raya adalah daerah sepi.
Seekor rubah berbulu putih tiba-tiba melompat dan mendarat tepat di hadapan Raya. Spontan saja Raya melompat kaget.
"Fuhh.... Aku kira apa. Ternyata hanya rubah kecil. Tapi bagaimana bisa ada hewan ini di kota? " Gumam Raya.
Raya masih mematung sambil menata rubah putih itu. Namun yang tidak disangka adalah rubah itu bercahaya dan berubah menjadi besar. Tidak! Tepat nya besar dan memiliki 8 ekor.
"Apa yang terjadi d-di sini.... " Raya jatuh pingsan karena shock. Beruntung rubah putih itu dengan cepat menyusup untuk menahan agar tubuh Raya tidak terhempas ke tanah.
###
Mama Kinanti tiba tiba di rumah nya. Langsung memarkirkan mobil nya di tempat biasa ia menyimpan mobil nya. Sangat kaget mendapati Raya terbaring di teras rumah.
"Raya!!! " Mama Kinanti menghampiri Raya.
"Raya bangun... Kenapa berbaring di lantai? Raya? " Mama Kinanti menepuk-nepuk pipinya.
"Euhhh... Dimana ini? " Raya terbangun mata merah dan wajah lesu. Seolah-olah dia habis bangun tidur.
"Kenapa tidur diluar Raya? " Tanya mama Kinanti.
"Aku tidak tidur.. Tapi... Hahh.... Rubah itu!! Dimana dia!?? " Raya bangkit berdiri dengan cepat.
Mama Kinanti kebingungan.
"Tidak ada apapun, Ma. Seperti nya Raya mengigau. " Elak Raya.
"Tidak apa Ayo masuk. " Mama langsungnya membuka kunci pintu.
"Oh iyaa, apa mama diliburkan oleh rumah sakit? Sekolah meliburkan kami karena katanya akan ada badai. " Tanya Raya begitu mereka sampai di ruang tamu.
"Emm.. Tidak, hanya saja kepala rumah sakit memberikan jadwal terbaru selama 3 minggu kedepan. " Jawab mama Kinanti.
"Ohh begitu. Raya kekamar ya ma. "
"Iya.. " jawab Mama
Dua perempuan beda generasi itu memasuki kamar mereka untuk beristirahat.
###
"Ketua klan... Badai Giron akan tiba tidak lama lagi. "
"Heh... Heahaahahha.. Hahahaha.... Bagus. Tidak lama lagi.. Kekuatan ku akan kembali. Hahha dan dunia akan berada di dalam genggaman ku. HAHAHAHAHAH...!!! "
###
"Tuan, badai Giron sudah mulai menunjukkan tanda tanda kemunculan nya. Bagaimana ini?! "
Laki-laki tua yang dipanggil tuan itu hanya bisa menghela napas berat. Sorot mata nyayang seterang meteor menatap ke langit.
"Bagaimana dengan Ryon dan Roy Tuan? Apa mereka masih belum menyelesaikan tugas mereka?! " Tanya orang itu kembali.
".... " Namun Tuan nya tak menjawab.
"Aku sudah tau. Mereka tidak sanggup melaksanakan tugas ini. Seharusnya Tuan memberikan tugas ini kepadaku. Bagaimana bisa dia saudara antah berantah itu menyel— AAKHHH!!! "
"Bersabarlah, Gin. Tugas ini hanya mereka yang bisa melaksanakan nya. Kau tidak akan mampu bahkan aku sendiri pun tak mampu. "
Gin mendapatkan serangan tiba-tiba dari seseorang.
"Kau!! Ukkhh" Gin berusaha bangkit.
"Cukup Gin, shawn!! Jangan membuang buang tenaga kalian. "
"Gin. Aku harap kamu mengerti. Tugas ini memang di khusus kan untuk Roy dan Ryon. Karena sudah tertulis dalam buku ramalan. " Ucap Tuan itu.
Gin tidak menjawab. Hanya memalingkan wajah nya.
"Shawn... Ada apa? Kenapa kau datang kemari? " Tanya sang Tuan.
"Mengenai ramalan 12 bintang Tuan. Satu bintang lagi sudah mulai meredup. Total semua sudah ada 4 bintang, dan sebentar lagi bintang kelima akan meredup! " Jawab Shawn.
Wajah Gin dan sang Tuan menjadi muram.
"Hanya bisa berharap, semoga Ryon tepat waktu. " Lirih sang Tuan.
Thx 🌹