
"Ahaha.. Entah lah. " Ryon tertawa girang.
"Lagi pula, saya beruntung masih memiliki nenek. Walaupun dia juga bukan nenek kandung saya. " Sambung nya.
Apa yang yang Ryon katakan, hampir sepenuhnya benar. Tapi, dia berbohong di bagian ia memiliki nenek. Karena dirinya hanya anak yang di buang orang tua nya Lalu di temukan dan di rawat hingga besar, oleh sebuah kelompok.
"Ryon.Ayo makan malam bersama kami!. Bibi memasak banyak, takut nya tidak habis jika hanya di makan berdua. " ajak mama.
Ryon tampak berpikir.
"Baiklah.Taoi saya mau ke toilet sebentar. " jawab Ryon.
@@@
Setelah makan malam selesai. Ryon pamit pulang, karena sudah jam 8 malam. Raya mengantarkan Ryon hingga halte bus.
Mereka berbincang bincang saat menuju halte.
"Em... Raya! Apa boleh aku bertanya??"
"Apa??"
"Dimana ayah mu?" tanya Ryon hati hati.
Raya sedikit kaget. Wajah nya berubah sendu, lalu datar kembali.
"Papa ku ??. Sepertinya aku tidak punya papa. " jawab Raya.
"Setiap aku menanyakan tentang papa pada mama, mama selalu bilang tidak tau. Dan mama tidak tau, papa sekarang dimana dan bagaimana kabar nya. " sambung Raya.
Sambil memasukkan tangan nya ke saku jaket.
Ryon hanya mengangguk.
"Kau beruntung, masih punya orang tua kandung, walau hanya mama mu saja. Sedangkan aku... Ahh sudah lah. " tukas Ryon.
"Lalu kalau kau tidak pernah melihat orang tua mu, kenapa tadi kau di kelas menjawab. ??" tanya Raya
"Maksud ku saat ada yang tanya apakah orang tua mu kaya??" sambung Raya.
"Benar kan jawaban ku?. Aku tidak tau orang tua ku dimana, dan siapa dan apakah mereka kaya atau miskin. Yang aku tau nenek yang merawat ku, tidak kaya. Dia hanya orang sederhana. " Jelas Ryon dengan bumbu kebohongan sedikit..
Raya hanya mengangguk. Dan mereka sudah sampai di halte bus. Kebetulan sekali, bus sedang berhenti untuk menurunkan penumpang. Ryon langsung pamit pada Raya.
Setelah bus berjalan. Raya kembali ke rumah.
Keesokan hari nya....
Hujan turun lebat dari semalam. Ketika Raya dalam perjalanan ke rumah setelah mengantarkan Ryon. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat. Dan sampai sekarang hujan masih mengguyur Daerah Raya tinggal hingga di sekolah Ritalion.
Sekolah Ritalion....
"Selamat pagi Raya.. " sapa seseorang yang suara nya tidka asing lagi di telinga Raya.
Raya menoleh.
"Oh kau Ryon. Selamat pagi. " balas nya.
"Ayo ke kelas! " ajak Ryon. Raya mengangguk.
"Apa kau kehujanan semalam? karena, tidka lama setelah bus berjalan, Hujan langsung turun dengan lebat. " tanya Ryon.
"Ya.. aku kehujanan Tapi aku merasa aneh. " ucap Raya penuh rasa heran.
"Aneh kenapa Maksud mu??" Ryon memiringkan kepala nya menoleh Raya
"Pakaian ku. Pakaian ku tidak basah sedikit pun. " kata Raya dengan mata melebar.
Ryon termenung. Lalu menatap Raya.
Mereka tiba di depan kelas. Raya membuka pintu dengan di geser.
**Reeetttt.....
Bruusssshhh**...
"Raya!!! Baik baik saja???".
Raya dan Ryon dikagetkan dengan seember air yang membasahi mereka.
" Hahahahahha... hahahah. Teman-teman!! Lihat lah pasangan aneh ini!! "ejek anak anak yang biasa nya menindas raya.
Siapa lagi kalau bukan 7 anak konglomerat dan donatur tetap sekolah Mereka adalah... Sarah, Lili, Leon, Mira, Olivia, Kim dan Stefan.
" Hahah.. Pasangan aneh!! " timpal sarah ketua genk.
"Ayo Raya, kita harus mengganti pakaian sebelum guru olahraga masuk. "
Raya setuju, mereka berdua langsung menuju loker mengambil pakaian cadangan. Dan menuju ruang ganti terpisah.
Lapangan olahraga...
"Baik lah semua pilih 1 orang teman sebagai pasangan kalian!!! " suruh guru olahraga.
Semua siswa asik memilih pasangan mereka. Hanya Raya yang diam. Itu sudah menjadi hal lazim bagi nya. Karena sangat jarang, ada yang mau memilih nya untuk berpasangan. Dan jika ada pun, siswa itu terpaksa berpasangan dengan Raya.
"Ayo! Berpasangan dengan ku! " Ryon menepuk bahu dan merangkul pundak Raya
Raya berpikir. "Baiklah." Jawab nya.