
" Berarti kamu sudah tidak berkerja lagi?" tanya istrinya.
" Iya dan aku tidak di terima berkerja di manapun," ucap Vincent
" Kalau begitu kita cerai." ucap istrinya.
Plak
" Apa??? Dasar wanita tidak tau diri!!! Gara - gara kamu merayuku aku tidak menjadi menikah dengan Ririn dan gara - gara kamu juga kamu memintaku untuk berhenti di sini untuk menghina Ririn dan berakhir aku di pecat dari perusahaan," ucap Vincent dengan nada satu oktaf kemudian menamparnya.
Bugh
" Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..." teriak wanita itu di kala Vincent memukul wajahnya.
Bruk
Duag
" Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..." teriak wanita itu kembali.
Tanpa punya perasaan Vincent memukul dan menendang membuat wanita itu mengeluarkan darah segar dari mulut dan hidung, tidak berapa lama wanita itupun tidak sadarkan diri.
Pukulan yang didapat dari dokter Ririn di tambah Vincent membuat beberapa tulang wanita itu mengalami keretakan membuat wanita itu kesakitan dan tidak sadarkan diri.
Tanpa punya rasa empati sedikitpun Vincent meninggalkan istrinya antara hidup dan mati di jalan yang sepi sedangkan di tempat yang berbeda tidak jauh dari lokasi kejadian dokter Ririn melepaskan pelukannya namun Rey yang tahu dokter Ririn akan melepaskan pelukannya malah mempererat pelukannya.
" Lepas," ucap dokter Ririn.
" Apakah ini balasan orang yang sudah aku tolong?" tanya Rey sambil tersenyum devil.
" Terima kasih sudah membantu dan jadi aku mohon lepaskan tanganmu," ucap dokter Ririn dengan nada dingin.
" Aku tidak mau terima kasihnya tidak mau berupa ucapan," ucap Rey.
" Lalu berupa apa?" tanya dokter Ririn
" Seperti yang dikatakan pria brengs*k itu," ucap Rey
" Maksudnya?" tanya dokter Ririn sambil menatap Rey dengan tatapan tajam.
cup
" Tidur bersama," bisik Rey kemudian mengecup pipi dokter Ririn.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
" Dasar mesum, kamu telah berani mengambil ciuman pertamaku dan sekarang pipiku," omel dokter Ririn sambil melepaskan tangan Rey yang kebetulan tidak erat memeluknya seperti tadi kemudian memukul bahunya berulang kali.
Pukulan yang diberikan oleh dokter Ririn tidak berarti buat Rey karena bagi Rey seperti orang yang memijat tubuhnya sedangkan Rey yang mendapatkan pukulan dokter Ririn hanya tersenyum dan dimatanya dokter Ririn sangat menggemaskan. Dokter Ririn hanya bisa mendengus kemudian berjalan meninggalkan Rey tapi tangannya di tahan oleh Rey.
" Lepaskan tanganku,' ucap dokter Ririn dengan nada ketus
" Aku tidak tertarik dengan tubuhmu karena aku melihat dua gunung kembar milikmu kecil," bisik Rey usil
" Akhhhhhhhh..." Teriak Rey
Dokter Ririn yang sangat kesal menginjak kaki Rey membuat Rey melepaskan tangan dokter Ririn dan dokter Ririn yang genggaman tangannya dilepas langsung berlari meninggalkan Rey sendirian menuju ke arah mansionnya.
" Bibirnya terasa manis dan baru kali ini aku merasakan nyaman bersama seorang wanita, setelah bertahun - tahun aku sendiri mungkin ini yang dirasakan oleh tuan Arnold ketika menyukai seseorang. Dokter Ririn aku menyukaimu dan mulai sekarang kamu adalah milikku selamanya tidak ada pria lain yang boleh memilikinya selain aku," ucap Rey yang sudah mengklaim dokter Ririn adalah miliknya.
Tidak berapa lama ponselnya berdering membuat Rey mengambil ponselnya yang di simpan di saku jasnya kemudian melihat Arnold menghubungi dirinya membuat Rey menekan headset bluetooth yang berada di telinganya kemudian menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.
" Hallo tuan," panggil Rey.
" Apakah rumah dokter Ririn berada di Afrika?" tanya Arnold
" Maksud tuan?" tanya Rey tidak mengerti.
" Sejak tadi aku menunggu kabarmu tapi mengapa sampai sekarang belum ada kabarnya? apa kamu berhasil membawa istriku hah!!! bentak Arnold
" Maaf tuan tadi ada masalah makanya saya lama," ucap Rey sambil menepuk keningnya karena lupa akan tugasnya sambil berjalan ke arah mansion milik dokter Ririn untuk mengambil mobilnya.
" Masalah apa?" tanya Arnold dengan nada tidak membentak seperti tadi.
" Siapa yang menyerang dirimu? kamu baik - baik saja kan?" tanya Arnold dengan nada panik.
" Baik - baik saja tuan dan ini sebentar lagi mau jalan ke mansion tuan," ucap Rey
" Syukurlah kalau begitu, bagaimana dengan istriku?" tanya Arnold mengulangi perkataannya.
" Maaf tuan, nyonya Arnold kabur dari mansion milik orang tua dokter Ririn," ucap Rey
" Apa?? Kabur??? Apa sudah ditemukan??" tanya Arnold dengan nada panik.
" Belum tuan, saya sekarang menghubungi anak buah untuk mencari keberadaan nyonya Alicia," ucap Rey
" Setelah selesai telepon datang ke mansion," perintah Arnold.
" Baik tuan, tuan." panggil Rey sambil masuk ke dalam mobil karena dirinya sudah sampai di dalam garasi mobil milik dokter Ririn.
" Ada apa?" tanya Arnold
" Ada kabar bahagia nyonya Alicia masih hamil," ucap Rey sambil mengendarai mobil menuju apartemen Arnold.
" Apa maksudmu Rey? Bukankah istriku meminum obat penggugur tanya Arnold dengan nada terkejut.
" Memang benar tuan tapi nyonya Alicia memuntahkan obat itu ketika tuan keluar dari kamar hanya saja..." ucap Rey menggantungkan kalimatnya
" Hanya apa Rey?" tanya Arnold dengan nada sangat kuatir.
" Kemungkinan obat penggugur kandungan membuat janin nyonya Arnold melemah di tambah nyonya Arnold terpukul kehilangan neneknya dan di usir oleh tuan di tambah tuan sudah menemukan penggantinya," ucap Rey sambil menggengam stir kemudi dengan erat menahan amarahnya.
" Maksudmu apa Rey? Aku menemukan pengganti istriku?" tanya Arnold dengan nada bingung.
" Bukankah tuan Arnold memeluk seorang wanita waktu di restoran bersama tuan besar dan nyonya besar?" tanya Rey
Deg
Jantung Arnold berdetak kencang ketika Rey mengatakan hal itu, dirinya kembali mengingat bagaimana istrinya hanya menatapnya dengan derai an air mata kemudian pergi meninggalkan restoran tersebut.
" Pukulan yang bertubi - tubi di tambah obat penggugur kandungan membuat janinnya melemah," ucap Rey sambil menahan amarahnya.
" Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari istriku," perintah Arnold.
" Baik tuan," jawab Rey patuh
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi diputuskan secara sepihak oleh Arnold sedangkan Rey menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Alicia baik di bandara, stasiun kereta api, terminal bus dan pelabuhan.
Di tempat yang berbeda seorang wanita yang sedang duduk di kursi belakang pengemudi merapikan rambut seorang gadis yang masih tidak sadarkan diri.
" Siapa gadis ini," ucap wanita cantik tersebut penasaran sambil menyalakan lampu yang berada di langit - langit mobilnya.
Matanya langsung membulat sempurna ketika lampu mobil tersebut menyala karena terlihat jelas wajah gadis tersebut membuat wanita cantik itu menutup mulutnya seakan tidak percaya apa yang dilihatnya.
" Dia..." ucap wanita cantik tersebut menggantungkan kalimatnya.
" Ada apa nyonya?" tanya sopir tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siapakah wanita cantik itu? Apa yang akan dikatakannya? Tunggu di bab selanjutnya ya
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari Author,
Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹