
Malam menjelang pagi perlahan Anabel membuka matanya dan menatap ke sekeliling kamarnya sambil mengingat apa yang terjadi semalam, kepingan satu demi satu tersusun dan matanya membulat sempurna setelah teringat apa yang telah terjadi kemudian menatap ke arah samping di mana Beni masih tertidur dengan pulas.
' Si*l kenapa rencana ku gagal? Aku memberikan gelas yang berisi anggur bercampur dengan obat perangs*ng untuk diberikan ke Arnold kenapa malah aku yang minum? Apa jangan - jangan Beni juga memberikan minuman berisi anggur bercampur dengan obat perangs*ng?" Tanya Anabel dalam hati yang menuduh Beni yang tidak tahu apa - apa.
" Beni.... Beni." Panggil Anabel sambil mengguncang - guncang kan bahu Beni.
Beni yang masih tertidur dengan pulas merasa terganggu dan memaksakan diri untuk membuka matanya sambil menatap tajam ke arah Anabel.
" Ada apa sih? Mengganggu tidurku." Omel Beni.
" Apa yang kak Beni lakukan padaku?" Tanya Anabel yang tidak takut dengan omelan dan tatapan tajam Beni.
" Oh, seperti yang kamu lihat." Jawab Beni dengan nada santai sambil memejamkan matanya kembali.
" Kamu harus bertanggung untuk menikahiku." Ucap Anabel
" Iya aku akan bertanggung jawab dan sekarang aku mau tidur masih ngantuk jangan ganggu." Perintah Beni
" Beni, bangun aku lapar." Ucap Anabel
" Kalau lapar makan saja." Ucap Beni sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Anabel.
" Kamu yang beli, sekarang!!!" Perintah Anabel
Beni yang masih sangat mengantuk terpaksa membuka matanya kemudian bangun sambil membalikkan badannya dan menatap Anabel dengan tatapan tajam. Beni yang sangat kesal karena tidurnya terusik mengangkat tangannya ke atas kemudian menampar Anabel dengan kencang kemudian mencapit dagu Anabel dengan erat membuat Anabel meringis menahan rasa sakit.
" Aku sudah bilang jangan mengganggu tidurku tapi sepertinya kamu tidak mengerti." Ucap Beni sambil menarik selimutnya yang menutupi tubuh polos mereka berdua kemudian menaiki tubuh Anabel.
" Beni, apa yang kamu lakukan?" Tanya Anabel sambil mendorong tubuh Beni tapi tenaganya kalah jauh dari Beni.
" Memberikanmu hukuman karena tidak mau mendengarkan ucapanku." Ucap Beni sambil tersenyum devil.
Jleb
" Akhhhhhhhh.... Sakit..." Teriak Anabel.
Tanpa pemanasan terlebih dahulu tombak sakti milik Beni masuk ke bagian privasi milik Anabel membuat Anabel berteriak kesakitan tanpa punya perasaan empati sedikitpun Beni menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang tanpa memperdulikan teriakan kesakitan Anabel.
Hingga hampir satu jam lamanya akhirnya tombak saktinya mengeluarkan laharnya dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim Anabel kemudian Beni menarik tombak saktinya dan menggulingkan tubuhnya ke arah samping. Beni mencapit dagu Anabel agar menatap ke arah dirinya kemudian Beni menatap tajam ke arah Anabel dengan tatapan tajam.
" Aku ingin anak darimu jadi seandainya kamu hamil jangan coba - coba menggugurkan kandungannya, aku akan menyiksamu dengan kejam jika aku tahu kamu melakukannya secara diam - diam." Ancam Beni kemudian melepaskan tangannya yang tadi mencapit dagu Anabel.
Setelah selesai berbicara Beni turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan Anabel menatap Beni dengan tatapan tajam.
' Si*l..... Si*l... Kenapa nasibku apes banget, gara - gara anak wanita sia*an aku jadi seperti ini, awas kamu Adelicia aku akan membuatmu menderita karena gara - gara kamu aku jadi seperti ini.' Ucap Anabel dalam hati yang tidak menyadari akan kesalahannya.
Di tempat yang berbeda Arnold membuka matanya dan melihat wajah cantik calon istrinya membuat Arnold sangat berharap semoga daddynya menyetujui hubungannya dengan Alicia wanita yang sangat di cintai Arnold.
Alicia menggeliatkan tubuhnya hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang mulus terlebih dua gunung kembar milik Alicia yang menantang membuat tombak sakti milik Arnold menegang kembali. Arnold menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan membuangnya secara asal kemudian menaiki tubuh polos Alicia. Arnold mencium kening, sepasang mata dan berlanjut ke bibir Alicia.
" Sayang." Panggil Alicia yang memaksakan membuka matanya karena ulah Arnold.
" Sayang, satu ronde ya." Pinta Arnold.
Alicia hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Arnold yang mendapatkan lampu hijau langsung memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Arnold menancapkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling dalam membuat Alicia mengeluarkan suara merdu.
Hingga hampir satu jam kemudian tombak sakti milik Arnold mengeluarkan semburannya yang berwarna putih dan masuk ke dalam rahim Alicia setelah lima menit kemudian Arnold menarik tombak saktinya.
Arnold menggulingkan tubuhnya kemudian memeluk Alicia dari arah samping sedangkan Alicia membalas pelukan Arnold dengan kepalanya bersandar di dada bidang polos Arnold.
Cup
" Sama - sama sayang." Jawab Alicia.
" Nanti siang kita pergi mengurus surat pernikahan kita agar kita resmi menjadi sepasang suami istri jadi jika kita melakukan seperti yang tadi kita lakukan tidak merasa bersalah lagi." Ucap Arnold.
" Terima kasih sayang." Jawab Alicia tersenyum bahagia.
" Terima kasih untuk apa?" Tanya Arnold.
" Terima kasih karena mau menikah denganku." Ucap Alicia.
" Justru aku merasa bersalah denganmu." Jawab Arnold.
" Bersalah kenapa?" Tanya Alicia.
" Bersalah karena tidak merayakan pesta yang besar." Jawab Arnold.
" Aku tidak mau serakah karena bagiku kita menikah secara sederhana sudah cukup bagiku." Ucap Alicia sambil memeluk Arnold dengan erat.
Cup
" Aku bersyukur mempunyai wanita sebaik dirimu." Ucap Arnold.
" Begitu pula dengan diriku." Ucap Alicia.
" Sekarang kita mandi bersama setelah itu kita sarapan dan pergi mengurus surat pernikahan kita." Ucap Arnold sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Alicia.
Arnold dan Alicia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga satu jam kemudian Arnold dan Alicia keluar dari kamar mandi. Kenapa mandinya lama? Karena Arnold menginginkan kembali hubungan suami istri sedangkan Alicia hanya pasrah dan menuruti permintaan Arnold. Kini mereka berada di ruang makan Alicia membuat makanan sereal sarapan praktis mengingat dirinya dan Arnold lapar selesai makan mereka pergi menuju ke tempat lembaga yang mengurus pernikahan.
Satu Bulan Kemudian
Hubungan Arnold dan Alicia berjalan dengan harmonis mereka sudah resmi menikah dan tinggal di mansion yang baru di beli oleh Arnold sedangkan neneknya Alicia masih sakit dan di rawat di mansion dengan dua perawat yang di bayar oleh Arnold terlebih neneknya Alicia sudah sangat tua dan tidak bisa melakukan apa - apa tapi Alicia dengan penuh kasih sayang mengurus neneknya yang lumpuh dan terkena penyakit struk.
" Sayang, aku ingin berangkat kerja dulu ya." Pamit Arnold.
" Hati - hati sayang." Jawab Alicia
Cup
Arnold tersenyum dan mengecup kening Alicia kemudian berangkat ke kantor sedangkan Alicia berjalan ke kamar neneknya namun baru beberapa langkah salah seorang perawat berjalan ke arah Alicia.
" Nyonya... nyonya." Panggil perawat tersebut dengan nada panik
" Ada apa suster?" Tanya Alicia
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa yang terjadi? di tunggu bab selanjutnya.
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :