Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Kangen


" Aku sudah sangat lelah ayah kandungku membenciku begitu pula dengan suamiku karena itu aku ingin melupakan semua yang telah terjadi dengan cara mencari suasana baru dan hati yang baru juga agar aku tidak  lagi mengalami kesedihan. Jika aku tinggal di sini terus hatiku akan semakin sakit bila bertemu dengan suami dan ayah kandungku apalagi aku pernah bilang ke suamiku jika suamiku sudah menemukan penggantiku maka aku akan pergi menjauh dan sekarang suamiku sudah menemukan penggantiku." ucap Alicia sambil menghapus air mata kembali keluar.


" Kapan kamu akan pergi?" tanya dokter Ririn.


" Besok pagi aku akan pergi dari negara ini membesarkan anak - anakku sendirian," jawab Alicia sambil membelai perutnya yang masih rata.


" Bagaimana kalau besok malam?" tanya dokter Ririn yang tidak tega kalau Alicia pergi sendiri sambil melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


" Memangnya kenapa?" tanya Alicia dengan nada bingung.


" Aku akan menemanimu dan tinggal di luar negri," jawab dokter Ririn.


" Bagaimana dengan pekerjaan kakak?" tanya Alicia


" Kakak akan mengundurkan diri karena itulah kakak memintamu untuk pergi nanti malam," ucap dokter Ririn.


" Tapi kak sebenarnya besok pagi - pagi sekali aku mau pergi ke luar kota dan sampai di luar kota aku baru naik pesawat," ucap Alicia menjelaskan ke dokter Ririn.


" Apakah kamu tidak ingin suamimu tahu ke beradaanmu?" tebak dokter Ririn


"  Baik ayah kandungku dan suamiku aku tidak ingin mereka tahu aku pergi kemana," jawab Alicia.


Dokter Ririn hanya terdiam sambil berfikir hingga lima belas menit kemudian dokter Ririn mendapatkan ide.


" Kamu tinggallah di mansionku dan jangan pergi ke mana - mana, besok pagi aku akan mengundurkan diri dari pekerjaanku dan jika urusanku selesai aku pulang dan kita langsung berangkat. Jadi malam ini kita mandi dulu, makan dan menyiapkan pakaian setelah itu kita istirahat mengumpulkan tenaga untuk besok, bagaimana menurutmu?" tanya dokter Ririn.


" Apakah kakak tidak sayang keluar dari pekerjaan?" Tanya Alicia


" Kenapa sayang kalau keluar kerja? kakak bisa melamar pekerjaan di tempat lain dan sungguh kakak tidak tega melihatmu pergi sendiri?" ucap dokter Ririn yang tidak tega jika Alicia pergi sendiri walau dirinya sangat nyaman berkerja di rumah sakit karena semuanya baik padanya.


" Terima kasih banyak kak," jawab Alicia yang merasa dirinya sangat terharu dengan ucapan dokter Ririn.


" Terima kasih kenapa?" tanya dokter Ririn dengan nada bingung.


" Terima kasih karena kakak sangat baik padaku," ucap Alicia.


" Kamukan adikku." ucap dokter Ririn sambil tersenyum.


" Sekali lagi terima kasih atas kebaikan kakak padaku," ucap Alicia


Dokter Ririn hanya tersenyum dan tidak berapa lama dokter Ririn mengklakson mobilnya dan dua orang bodyguard membukakan pintu, dokter Ririn memajukan mobilnya ke gerbang mansion menuju ke arah bagasi.


" Mansion milik orang tua kakak sangat besar," ucap Alicia sambil turun dari mobil dan diikuti oleh dokter Ririn.


" Betul dan terkadang kakak merasa kesepian tapi kini ada kamu jadi kakak tidak merasa sepi lagi," ucap dokter Ririn.


Alicia hanya tersenyum kemudian mereka berjalan ke arah pintu utama dan dua orang bodyguard langsung membuka pintu utama. Dokter Ririn dan Alicia masuk ke dalam mansion dengan berjalan santai hingga mereka menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke arah kamar.


" Kamar kakak yang itu dan kamarmu yang di sebelah, kakak akan ambilkan pakaian milik kakak untuk kamu ganti," ucap dokter Ririn.


" Baik kak," jawab Alicia.


Alicia masuk ke kamar tamu kemudian berjalan ke arah balkon dan bersandar di kaca balkon sambil menatap ke arah perutnya yang masih rata.


" Anak - anak mommy kangen ya daddy? mommy juga kangen sama daddy," ucap Alicia dengan air mata kembali keluar.


" Anak - anak kalian jangan membenci daddy ya? daddy tidak salah karena daddy tidak tahu kalau mommy di fitnah sama orang lain." sambung Alicia


Hingga dirinya mengingat kembali suaminya memeluk seorang wanita cantik dihadapan ke dua orang tuanya membuat dirinya tersenyum hambar.


" Sayang, aku akan melepaskan dirimu dan merelakan dirimu menikah dengan wanita lain asalkan sayangku bahagia aku rela melepaskan dirimu mungkin jodoh kita hanya sampai di sini." ucap Alicia sambil mengusap air matanya dengan kasar.


ceklek


Dokter Ririn membuka pintu kamar tamu tersebut sambil membawa beberapa stel pakaian dan perlengkapan untuk mandi untuk Alicia kemudian berjalan ke arah ranjang.


" Alicia ini pakaian yang masih baru, kamu mandi biar segar." ucap dokter Ririn sambil meletakkan pakaiannya dan perlengkapan untuk mandi di atas meja dekat ranjang.


" Hiks... Hiks... Hiks... " Isak Alicia.


Grep


Alicia hanya menjawab ucapan dokter Ririn berupa isakan membuat dokter Ririn berjalan ke arah Alicia kemudian menarik tangan Alicia agar menghadap dirinya dan memeluknya sambil menepuk - nepuk punggung Alicia.


" Kakak, hiks.... hiks...  hiks... Aku ingin sekali mendengar suara suamiku." Ucap Alicia yang tiba - tiba merindukan suara suaminya sambil membalas pelukan dokter Ririn.


" Apakah kamu yakin? Maksud kakak bagaimana jika suamimu menolak menerima telepon mu?" tanya dokter Ririn.


" Setidaknya di coba dulu, hanya mendengar suaranya sekali saja." ucap Alicia sambil mendorong perlahan tubuh dokter Ririn.


" Kalau begitu teleponlah," ucap dokter Ririn


" Masalahnya kak, semua barang - barang termasuk pakaian dan ponsel aku tinggal semuanya di mansion," ucap Alicia.


" Kenapa kamu tidak bawa waktu kamu keluar dari mansion?" tanya dokter Ririn


" Itu semua pemberian suamiku, hanya pakaian yang melekat di tubuhku pakai uang tabunganku. Aku tidak mau di anggap sebagai wanita matre yang suka menghamburkan uang suamiku," ucap Alicia.


" Ke enakan wanita itu menguasai semua kekayaan suamimu," ucap dokter Ririn.


" Aku tidak perduli asalkan suamiku bahagia maka aku juga bahagia, bolehkah aku meminjam ponsel kakak?" tanya Alicia


" Kalau pakai ponselku akan ketahuan karena suamimu orang terkenal di negara ini, suamimu pasti akan menyuruh orang untuk menyelidikinya dan aku bisa saja menghilang tanpa jejak karena mengganggu privasinya dengan menghubungi ponselnya," ucap dokter Ririn


" Maksud kakak?" tanya Alicia dengan nada bingung


" Terus apa hubungan di pecat sama menghilang?" tanya Alicia tidak mengerti.


" Besoknya keluarganya menghubungi ke  kantor katanya putrinya pulang dari kantor sampai sekarang belum pulang padahal pegawai itu di pecat dan langsung pulang dari jam 8 pagi," ucap Alicia.


" Seharusnya tidak boleh asal menuduh tanpa ada bukti karena suamiku tidak mungkin menyakiti orang lain." ucap Alicia membela suaminya


" Aku pun berpendapat seperti itu tapi untuk lebih aman pakai kartu baru dan ponsel baru, aku akan memberikan untukmu agar kita bisa berkomunikasi," ucap dokter Ririn.


" Maaf merepotkan dirimu lagi," ucap Alicia.


" Kakak merasa tidak direpotkan kok apalagi kebetulan waktu itu aku di kasih ponsel  sama pasienku," ucap dokter Ririn.


" Pasien kakak baik sekali," ucap Alicia


"  Semua pasien kakak baik semua dan karena dapat ponsel baru kakak kemarin membeli nomer baru, kamu mandilah nanti aku kasih ponselnya," ucap dokter Ririn.


" Baik kak," jawab Alicia


Dokter Ririn meninggalkan kamar tersebut menuju ke arah kamarnya sedangkan Alicia mengambil perlengkapan wanita dan satu stel pakaian kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Singkat cerita kini Alicia sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai hingga lima menit kemudian dokter Ririn membuka pintu kamar Alicia sambil membawa ponsel baru berikut kartu baru.


" Ini ponsel dan kartunya tapi sebelum menghubungi suamimu kita makan dulu," ucap dokter Ririn sambil meletakkannya di ranjang sebelah Alicia


" Aku tidak lapar," ucap Alicia


" Adikku Alicia yang cantik, di dalam perutmu ada anak - anakmu kasihan mereka kelaparan," ucap dokter Ririn


" Baiklah," jawab Alicia yang tidak tega anak - anak yang masih di dalam perutnya kelaparan.


Mereka pun keluar dari kamar tersebut menuju ke arah ruang makan sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di mansion Arnold, sepulang dari restoran Arnold langsung pulang dan berjalan ke arah kamarnya yang sangat sepi.


" Biasanya jika aku pulang kerja istriku selalu menyambut kedatanganku tapi kini sudah tidak lagi," ucap Arnold.


" Alicia kenapa kamu tega mengkhianati diriku? Aku sangat mencintaimu, aku pikir kamu berbeda dengan Anabel tapi apa? Kalian berdua sama, sama - sama pengkhianat." ucap Arnold dengan nada kesal.


Tiba - tiba Arnold merasakan perutnya bergejolak kembali membuat Arnold berlari ke arah kamar mandi mengeluarkan segala apa yang dimakannya hingga setengah jam kemudian Arnold keluar dari kamar mandi.


" Kenapa aku sering mual? apa aku masuk angin?" tanya Arnold yang belum sadar kalau dirinya terkena gejala morning sickness.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Gejala morning sickness adalah mual, yang muncul terutama pada pagi hari. Terkadang mual ini dapat berujung pada muntah yang tidak terlalu banyak. Gejala lain yang bisa menyertai adalah pusing, lemas, dan sensitif terhadap bau - bauan yang menyengat.


Gejala ini bisa di alami ibu hamil ataupun pasangannya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Kok Aku ingin makan cumi bakar kecap tapi aku ingin daddy memasakkan untukku." ucap Arnold sambil menghayal makanan cumi bakar kecap.



" Aku akan telephone daddy dulu," ucap Arnold.


Arnold pun menghubungi tuan Lee tanpa punya rasa bersalah kalau tuan sedang kesal pada dirinya karena pergi meninggalkan ke dua orang tuanya di restoran. Sambungan pertama langsung di angkat oleh tuan Lee.


" Ada apa?' tanya tuan Lee dengan nada kesal.


" Daddy, aku ingin makan cumi bakar kecap," ucap Arnold yang tidak memperdulikan suara kesal tuan Lee.


" Kalau ingin makan cumi bakar kecap pesan saja." ucap tuan Lee dengan nada ketus.


" Tapi aku ingin daddy yang memasaknya," Ucap Arnold


" Apa???" Teriak tuan Lee dengan nada sangat dan sangat terkejut karena dirinya sekarang ini sangat membenci makanan seafood


Arnold langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya karena mendengar suara teriakan dari tuan Lee kemudian menempelkan kembali ponselnya ke telinganya.


" Daddy maukan masakin buat Arnold?" tanya Arnold penuh harap.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban tuan Lee? Tunggu bab selanjutnya ya.


Tuan Lee : Hei author jangan siksa aku terus ya?


Author    : Maaf tuan, ini permintaan dari ke dua cucu tuan


Tuan Lee : Aku tidak perduli, awas saja kalau aku di siksa lagi


Author    : Tenang tuan setelah dua bulan tuan tidak tersiksa lagi.


Tuan Lee : Akhhhhhhhh


Author    : ( Itu hukuman tuan Lee dan Arnold karena telah menyia - nyiakan wanita sebaik Alicia )


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari author Yayuk Triatmaja