
"Lo siapa sih?" tanya Della
"Eum... Kenalin kak... Nama aku Mila, sepupu nya kak Della" ujar Mila seraya memberi salaman
"tunggu tunggu... Maksud lo... Kita saudara?" tanya Della
"Iya" jawab Mila sambil menganggukkan kepala pelan.
"Darimana kita saudara?" tanya Della
"Aku Mila, anaknya almarhumah ibu Julaeha dan almarhum bapak Andra. Tante Dewi adalah kakak dari ibunya Mila. Jadi, kita saudara." sahut Mila menjelaskan
"Jadi nyokap bokap lo udah meninggal? Terus numpang tinggal disini?" tanya Della
Mila mendengarkannya dengan wajah yang kurang suka.
"Mau apa lo kesini?" tanya Della
"Mau tidur sama gue? He... Ogah gue tidur sama lo. Udah sana pergi" usir nya dengan penuh kebencian
"Ehh ingat ya! Elo di sini, cuman sementara. Jangan sampai, gue tergantikan sama posisi gue sebagai anak nyokap bokap gw!" tegas Della
Mila hanya mendengarkan nya dan keluar dari kamar Della. Melewati ruang makan dan tentunya disana ada tante Dewi
"Mila... Gimana? Udah?" tanya tante Dewi
"B-Belum tante. Eum... Kak Della pengen langsung tidur jadi.... Nanti aja" jawab Mila dengan bohong
"Ya udah... Maaf kalo ada kata kata yang keluar dari lisan Della ya Mil" ucap tante Dewi
"Iya gak apa apa"
"Mila... Masuk ke kamar dulu ya tante" izin Mila
...----------------...
Sesampainya dikamar. Mila menidurkan badanya di atas kasur. Memikirkan bagaimana ia hidup dan menanggapi selalu perkataan Della yang tak punya etika bicara.
...----------------...
Senin 23 Mei 2022
Mila terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 02.45 . Mila memelekkan mata nya dan pemanasan agar tak kaku.
Lalu ia pergi ke kamar mandi, berniat untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat.
Setelah berwudhu, ia berdoa niat sesudah wudhu lalu kembali ke kamar. Menghamparkan sajadah, memakai mukena lalu melaksanakan sholat.
Sesudah sholat tahajjud. Mila berdoa pada Allah SWT untuk memberikan petunjuk dan arahan yang lurus.
"Ya Allah... Jika memang ini adalah ujian darimu untukku... Dan engkau memilihku untuk berusaha kuat menghadapi nya. Maka kuatkanlah pundakku, dan tolonglah aku jika aku tak mampu"
Ia mulai terpikir dengan Sekolah nya.
"Ya Allah... Bagaimana dengan sekolahku? Berikan lah aku jalan yang benar ya Allah..."
Semua masalahnya ia ceritakan lalu ia berdoa "DOA SELAMAT DUNIA AKHIRAT"
"Allahumma inna nas'aluka salamatan fiddini wa'afiyatan fil jasadi wajiyadatan fil ilmi wabarakatan firizki wataubatan qoblal mauti wamagfirotal ba'dal mauti. Allahumma hawing alaina fii sakaratil mauti wannajata minannari wal afwa ingdal hisab. Robbana laa tujig qulubana ba'da id hadaitana wahablana mingdakarahmata innaka antal wahab. Robbana aatinaa fidunya hasanah wafiil akhiroti hasanah waqiina adza bannar"
Aamiin...
Sesudah melaksanakan sholat tahajjud dan berdoa. Mila kembali tidur dan memasang alarm dengan handphone nya.
Pukul 04.40 . Berbunyilah alarm yang sudah dipasang Mila tadi. Ia kembali bangkit dari tidurnya lalu mengambil wudhu melaksanakan sholat subuh.
Sesudah sholat subuh, Mila melipat mukena nya dan datanglah tante Dewi saat jam menunjukkan pukul 05.00
"Mila... " panggil tante Dewi dan membuka pintu nya lalu melihat seorang gadis yang sedang melipat mukena nya
"Masya Allah... Mila... Kamu keturunan banget dari ibu kamu iho... Rajin banget kalo bangun subuh" sahut tante Dewi sambil mendekati Mila lalu duduk
"Eumm... Tante" panggil Mila
"Iya?" jawab tante Dewi seraya bertanya
"Gimana sama sekolah aku? Maksudnya... Ya... Gak apa apa kalo tante keberatan untuk gak biayai sekolah Mila gak apa apa kok" ujar Mila
"Jangan gitu dong Mila... Nanti sekitar pukul 07.00 , tante bakal urusin semua urusan sekolahnya Mila." ucap Tante Dewi
"Ttt-tapi... Kalo boleh jujur... Mila mendingan kerja aja tante. Lagian... "
"Eehh... Mila... Kamu masih muda, jangan menyia-nyia kan masa sekolahmu dong Mil... " tutur tante Dewi
"Iyyaa... Tante... Maksud Mila... Mila gak mau lagi ngerepotin tante sama om. Mila cuman pengen buat tante dan om terbantu oleh Mila karena Mila bekerja" ucap Mila
"Mila kerja di kedai tante aja. Gimana? Biar nggak terbebani" sahut Mila
"Mila... Usia kamu 16 tahun... Harus melihat bagaimana orang di luar sana banyak yang ingin sekolah tapi terpaksa harus kerja. Kamu harusnya bersyukur dengan aal yang ditakdirkan sekarang. Oke?" tutur tante Dewi
"Iya tante" pasrah Mila yang tak dapat mengelak
...----------------...
05.55
Mila sedang memasak nasi goreng untuk keluarga barunya. Menata nya di meja makan lalu pergi lah ia sambil membawa sepiring nasi goreng menuju ke kamarnya.
Biarkan keluarga nya menyicipi masakkan nya dan mengobrol dengan keluarganya.
Datanglah pak Randi yang sambil membawa tas kerjanya lalu duduk di kursi meja makan. Menyimpan dahulu tasnya si atas meja lalu mengambil piring dan menuangkan nasi goreng ke piring.
Datanglah Ibu Dewi dan melihat semua tertata rapi dan mengira bahwa pak Randi lah yang memasak dan menyiapkan semua nya.
"Masya Allah... Ada apa gerangan? Emang hari ini hari ulang tahun mama ya? Penasaran lima bulan mendatang deh" ujar bu Dewi sambil duduk di samping pak Randi
"Lah? Bukannya mama yang nyiapin?" tanya pak Randi sambil menyuap nasi goreng nya ke mulut
"Lho? Kok? Maksud papa... Makanan ini udah tertata rapi di sini gitu?" tanya bu Dewi sambil mengambil piring dan menuangkan nasi goreng ke piring
"Iya. Papa kira mama yang nyiapin" sahut pak Randi
"Kalo bukan papa sama mama... Berarti... Della dong?" ucap bu Dewi
"Della? Sejak kapan Della bisa masak? Masak aja sampai kayak mau naik motor pake helm" ucap pak Randi
"Ya kalau bukan Della? Siapa?" tanya bu Dewi
"Good Morning mom and dad" sapa nya Della yang datang sambil menggendong ransel nya dan menggunakan seragam
"Morning sayang" jawab bu Dewi
"Wiiihh... Pagi pagi gini makan nasi goreng pasti enak" ujar Della sambil mengambil piring dan menuangkan nasi goreng ke piring
Della menyuap nasi goreng nya ke mulut
"Eumm... Kok... Why is it different than usual?" tanya Della berbahasa inggris
"Iya... Mungkin Mila yang masak" jawab pak Randi
"What? Nggak... Ih... No... Maksud aku, this fried rice is not good" ujar nya Della
"Udah ah... I have no appetite for fried rice. I eat at school" ucap Della
"Samlekom" ucap Della sambil menyalam pada orang tua nya.
"Wa'alaikumussalam" jawab bu Dewi dan pak Randi
Bersambung...