
22 Mei 2022
"Barakallah fii umrik... Wahai engkau anakku..." (Ibu)
"Ayah memanjatkan doa.. Pada Nya Ya Ilahi.. " (:Ayah)
"Ku Amin kan doa mu.. " (:Ibu)
"Tersemoga terkabul.. " (:Ibu)
"Ayah berharap padamu.. Jadi anak Sholeha... " (Ayah)
*Lirik lagu "Ya Rabbi bil mustofa.. Balligh maqooshidanaa"
"Aamiin..." ucap sang Anak (Mila)
Tertawa kecil lah ketiganya. Kini anaknya sudah berusia 16th .
Mereka hanya merayakan dengan sederhana saja. Hanya dengan tumpeng nasi kuning dan dekor yang tidak juga terlalu mewah (Sederhana.)
"Masya Allah... Sekarang anak Ayah udah 16th aja nih" ujar Ayah
"Alhamdulillah yah... Sekarang, Mila jadi anak dewasa tentunya, udah paham sama kewajiban seorang wanita" sahut Mila
"Alhamdulillah kalo kamu udah paham... Jadi kan, kalo kita udah gak ada, kita gak perlu risau ya" ucap Ibu
"Maksud ibu? Ibu sama Ayah mau ninggalin Mila?" tanya Mila
"Bukan gitu sayang, umur kita udah lumayan tua. Jadi, mungkin ada saatnya kita kembali" ucap Ibu
"Kembali kemana? Tempat tinggal ibu sama Ayah kan di sini!" ucap Mila
"Lagian, umur ibu kan masih 44th, Ayah 48th... Ayah sama Ibu bakalan masih sama Mila terus kan?" tanya Mila
"Mila Sayang,,, Kematian itu gak ada yang tau. Kematian juga gak memandang usia, sayang" sahut ayah
"Kematian?" tanya Mila
"Iya.... Udah ya, jangan kayak gitu. Mending kita makan tumpeng nya sama sama" ujar ayah mengalihkan bicara
Pada akhirnya... Mereka kembali tersenyum dan tertawa. Senang bisa melihat keluarga yang romantis
Pada saat itu waktu menunjukan pukul 00.04 . Sang ayah dan ibu menyiapkan semuanya di pukul 20.00 an. Sebelumnya, mereka menyuruh Mila untuk langsung tidur setelah sholat isya. Agar Mila tak tahu apa yang akan di rencanakan nya.
Tepatnya malam minggu. 21 Mei hari Sabtu malam minggu.
"Nanti kita ke mall ya Mila.. Mau kan?" tanya Ayah
"Ke mall?" tanya Mila
"Ya mau lah yah... Mila udah lama gak pergi ke mall" sahut Mila
"Iya... Nanti insha Allah kita ke Mall jam 10.00" ujar Ayah
"Oke"
Pukul 10.30 pun tiba. Ketiga anggota keluarga itu sudah berada di Mall. Menelusuri ruangan yang ada dan membeli apa yang diinginkan oleh mereka.
Namun dengan harga yang cukup murah dan tidak terlalu mahal.
Pukul 11.20 Sesudah berbelanja dan keliling. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang di resto.
Mila memesan sushi yang sangat ingin ia cicipi. Namun, sudah tersedia makanan di meja mereka : Sushi, sate madura, nasi, dan minuman juice.
12.15 mereka menunaikan sholat berjamaah di masjid. Setelah mereka sholat. Mereka pergi ke mobil untuk pulang.
Namun, tiba tiba sang ibunda ingin berbelanja sesuatu untuk putrinya di toko ujung sana yang di halangi oleh jalanan.
Ya, harus menyeberangi jalan untuk menuju toko tersebut dari parkiran Mall menuju toko.
"Eum... Ayah.. Ibu mau ke ktokoitudulu toko itu dulu ya yah.... Ayah sama Mila di sini aja ya. Ibu pengen refresing sendiri" sahut ibu
"Iya yah"
Setelah ibu pergi. Ayah dan Mila mengobrol tentang masa lalu juga masa depan. Mereka tak pernah membicarakan orang atau yang biasa terkenal disebut GOSIP
Sudah pukul 12.35 ibu belum juga kembali. Apakah terjadi sesuatu? Atau mengantri?
"Kok ibu lama banget sih ?" tanya Mila
"Ya udah... Mila , kamu tunggu di sini ya. Ayah mau susul ibu dulu. Oke" ucap Ayah
Mila menanggapi nya menjawab dengan anggukan. Ayah pun keluar dari mobil tersebut dan menunggu mobil motor sepi tak lewat.
Mila melihatnya dari dalam mobil. Berharap semua baik baik saja.
Datanglah sang ibu keluar dari toko tersebut lalu melihat suaminya yang juga sedang menyebrang. Namun tiba tiba, sang ibu terjatuh terkena baru saat berjalan.
Ayah yang melihatnya pun bergegas menolong sang istri. Mereka berdiri bersama dan.....
"Buu ughh..... "
Mobil dari arah berlawanan menabrak mereka berdua dengan keadaan si pengemudi yang mungkin melaju cepat atau mengantuk.
Mila mendengar dan melihat suatu kejadian itu di dalam mobil sendiri.
Mila membuka mata nya dan di penuhi air mata yang ingin ia jatuhkan karena tak percaya. Ia mengingat perkataan kedua orang tuanya mayang katanya 'Umur kita udah lumayan tua. Jadi, mungkin ada saatnya kita kembali'
Kini ia paham dan mengerti.
'Kematian itu tidak ada yang tau, kematian juga tidak memandang usia'
Ia membuka pintu dan berlari menuju kejadian itu. Air matanya sudah berjatuhan tak henti, selalu mengingat perkataan orang tuanya tadi.
Banyak warga sekitar yang membantu nya. Menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit.
Mila yang mempunyai handphone pun menelepon tante Dewi namun bukan ia yang menyuruhnya sendiri, namun di suruh oleh dokter yang harus mempertanggung jawab atas kecelakaan mereka.
"Assalamu'alaikum tante..." salam Mila
"Wa'alaikumussalam... Iya ada apa Mila? Tumben kamu telepon tante?" tanya tante Dewi
"Ta.. Tante... S.. Se.. Sebenarnya... Sebenarnya...."
"Kenapa? Ada apa Mila? Ayo cerita" pinta Tante Dewi
"Ib... Ibu sama Ayah udah... Gak ada" ucap Mila dengan nada tangisan yang mendesak
"Aa... Apa?"
Tak lama kemudian, Tante Dewi dan om Randi sudah ada di rumah sakit . Tangisan yang tak dapat dipercaya akan terjadinya seperti ini.
"Oh ya, Mila.. Ini... Hadiah buat kamu dari tante dan om... Semoga kamu suka dan semoga bermanfaat untuk kamu ya. Selamat ulang tahun yang 16" sahut tante Dewi
"Makasih tante... Om"
"Sekarang... Kamu harus tinggal sama om dan tante ya Mila... Kita ke rumah kamu mengangkut benda benda yang diperlukan di sana nanti" sahut om Randi
"Iya om"
Pukul 14.00 jenazah orang tua Mila sudah di makam kan. Semua orang berkumpul, dan mangajikan juga mendoakan.
Saat semua sudah bubar. Mila menundukkan kepala nya dan meneteskan banyak air mata yang berjatuhan ke tamang almarhum
"Mila... Jangan nangis... Ibu sama Ayah di takdirkan untuk kembali " tutur Tante Dewi
"Tante tau kok.. Kamu pasti gak bisa ya nerima semua ini. Tapi, ini semua emang udah jadi takdir Mila. Kamu udah hijrah, istiqomah, pasti Allah ingin menguji seberapa kesabaran kamu menghadapi ujian ini. Sekarang, kamu ulang tahun, bahagia, tapi ada saatnya kita di uji" tutur tante Dewi
...
Bersambung...