
Mentari telah terbit menyinari dunia yang bertanda pagi, sudah pukul 07.00 Alyssa sudah bangun dari 3 jam yang lalu, sekarang ia sedang menyapu di bagian dalam rumah hingga teras rumah. Setelah menyapu ia mengepel lantai yang sudah ia sapu.
Ia melihat sang Nenek yang sedang siap siap untuk berjualan di halaman rumah. Alyssa pun segera menyelesaikan tugasnya. Ya, Alyssa selalu bangun subuh setelah itu memasak, mencuci piring, menyapu dan mengepel kemudian membantu sang nenek berjualan, sementara dengan pekerjaan kakek nya ialah, berkebun. Terkadang Alyssa juga membantu merawat tumbuhan yang tumbuh di kebun belakang rumah.
"Pagi Nek" sapa Alyssa
"Pagi cantik" rayu nenek memanggilnya cantik kepada Alyssa
"Udah siap ya nek?" tanya Alyssa
"Iya"
"Kamu udah mandi belum?" tanya nenek
"Udah dong nek, nenek gak lihat aku udah rapi gini? dan siap untuk bantuin nenek" jawab Alyssa
"Nenek udah makan belum? aku ambilin ya" tanya dan tawar Alyssa
"Udah... nanti aja, nenek belum laper kok" tolak Nenek
"Tapi kan nenek belum sarapan, nanti kalo nenek sakit gimana?" cemas Alyssa
"Udah gpp, orang kalo gak lapar tapi waktu makan datang jangan di paksa!" ucap nenek
"Assalamualaikum..." salam seorang wanita paruh baya yang sekitar berusia 36th. Wanita itu tetangga dari rumah nenek
"Waalaikum salam" jawab nenek dan Alyssa
"Nek... saya beli lontong sayur nya 20.000 ya di bungkus!" pinta wanita itu
"Iya sebentar ya" ucap Nenek
Nenek pun menuangkan dan mempersiapkan pesanan yang di pesan wanita itu. Hanya butuh beberapa detik untuk menyiapkan lontong sayur tersebut.
"Terimakasih nek.. Ini uangnya" ucap wanita itu yang menerima kresek berisi pesanannya dari tangan nenek dan memberikan uang 20.000
"Kruuuk!!!" suara lapar jelas bunyi dari perut nenek
"Tuh kan Nenek lapar, aku ambilin ya" ucap Alyssa yang terus menawarkan nya
"Udah gpp, gak terlalu laper kok" ucap Nenek
"Tapi perut nenek itu udah bunyi iho. Udah warung ini aku yang jaga, kan aku udah di ajarin sama nenek waktu itu, jadi aku bisa kok" ucap Alyssa
"Ya udah... Nenek makan dulu ya" Akhirnya bujukan Alyssa menyuruh nenek untuk makan pun berhasil
"Assalamualaikum... Beli Batagor dan Siomay 4 bungkus" ucap seorang lelaki yang sekiranya berumur di atas Alyssa
"Waalaikum salam. Iya sebentar" ucap Alyssa yang langsung membuatkan pesanannya
Keduanya tidak saling bertatap muka karena lelaki itu sedang fokus kepada alquran yang di pegangnya yang di artikan sedang menghafalkan ayat ayat suci alquran tersebut
Ciri cirinya: Berkulit putih, tinggi sekitar 180 Cm, hidung mancung, mata sedikit sipit, memakai peci putih di kepalanya, dan berpakaian seperti seorang santri
Sang lelaki itupun meletakan alquran tersebut ke dalam tasnya yang di gendong kemudian mengambil dompet, lalu melihat pelayan yang ada di hadapannya itu. Seketika ia seperti mabuk pandangan karena pesona wajahnya. Ia pun sadar dengan dirinya ia memperbanyak istighfar apa yang telah dilakukan nya tadi. Ia harus menundukkan kepalanya jika ada wanita yang tidak sengaja ada di hadapannya.
Lelaki itu harus menganggap Alyssa itu bagaikan matahari yang tidak boleh di pandang seenaknya dengan yang bukan makhromnya, tidak pantas untuk menjadi bulan yang bisa di pandang seperti cahaya bulan. Namun nafsunya tak bisa di kendali, ia terus menatap wajah Alyssa
"Ini semuanya jadi... 27.000" ucap Alyssa sambil memberikan sekantong kresek berisi pesanannya sambil menatap wajah lelaki itu.
Lelaki itu masih terus menatap wajah Alyssa, seketika Alyssa memegang wajahnya apakah ada sesuatu yang aneh ada pada dirinya
"Em... Maaf kak, ini pesanannya" ucap Alyssa
"Oh.. iya maaf" ucap Lelaki itu. Ia menerimanya kemudian memberikan uang 30.000
"Kembaliannya ambil aja, di situ ada kata maaf dari saya. Assalamualaikum" pamit nya lalu ia pergi dengan lari sedang
"Waalaikum salam"
Alyssa mengambil handphone genggaman nya lalu pergi ke sebuah aplikasi kamera, ia akan berkaca dalam kamera, bukan untuk selfie. Ia juga malas selfie dan sepengetahuan nya, Untuk apa berselfie sebanyak banyak nya lalu di simpan dan di apload ke sosmed? Baginya
Ia melihat wajahnya yang sudah jelas putih alami, tak ada sedikit pun yang aneh di wajahnya. Ia pun berfikir bahwa lelaki itu memandangnya seperti bulan yang bersinar
"Apa tadi aku bagaikan bulan yang di pandanginya? Apa aku tidak bisa menjadi mentari yang panas bersilauan tak kuasa pada semua lelaki yang bukan makhrom ku? Ya allah... Maafkan Alyssa yang telah menjadi bulan pada lelaki yang bukan makhrom" batin Alyssa yang salah pada dirinya
"Assalamualaikum Alyssa" sapa salam seseorang yang tentu ia kenal
"Waalaikum salam tante" jawab Alyssa
"Nenek dan kakek mana?" tanya wanita itu
"Nenek lagi makan, kalo kakek mungkin ada di kebun" jawab Alyssa
Wanita itu ialah Tante Ira
"Ya udah tante masuk dulu ya" ucap Tante Ira lalu masuk ke dalam rumah