
“ayo kita pulang sayang.”
Semua orang menatap ke Arah Dean yang kini tengah berdiri di belakang kursi Ara, dia mengabaikan tatapan dari orang-orang yang berada di ruangan itu. Sejak dia memasuki ruangan itu dia memang sudah mendengar suara-suara sumbang yang tertuju untuk istrinya.
“Mas untuk apa ke sini?” tanya Ara dengan suara kecil nyaris berbisik, dia tidak ingin semakin memperburuk keadaan, dengan Dean datang ke sini sudah membuat bisikan orang-or...