
"Mas Dean."
Dean berjalan cepat, tidak peduli tatapan kaget orang-orang di depannya. Matanya terkunci pada satu arah, Ara yang sedang berdiri dengan tangan di perut.
"bagaimana kau bisa ke sini?"
Rio juga dengan cepat menghadang Dean, masih tidak bisa menyangka Dean bisa menemukan tempat ini. Padahal selama ini dia sudah sangat berhati-hati.
"jangan menghalangiku," ucap Dean dingin, tatapannya masih terkunci pada Ara yang terlihat panik.
"aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Ara l...