
Ara yang baru saja memasuki kamar seketika membeku saat melihat ponselnya digenggam Dean dengan wajah dingin.
Ara mendekat ke arah Dean, laki-laki itu masih fokus menggulir layar ponselnya. Ara melangkah takut-takut, jelas Dean kelihatan sangat marah saat ini. Ara menyesal tidak langsung menghapus pesan-pesan itu sebelumnya.
Ara diam tidak berani menjawab, ternyata selama ini Dean menyadari perubahannya. Aura kemarahan Dean sudah cukup membuat Ara menciut, wajah ding...