
Dengan sangat hati-hati Ara berusaha menyingkirkan tangan Dean yang memeluknya dari belakang, laki-laki itu sudah tertidur beberapa saat yang lalu.
Jam di atas nakas menunjukan pukul setengah empat. Ara perlahan turun dari ranjang dengan tubuh telanj*ngnya, ia lalu bergerak memunguti pakaiannya di lantai.
Ia kembali memakainya, meski kancing piyamanya sudah tidak ada namun setidaknya dapat menutupi tubuhnya.
Setelah selesai mand...