
Ara mempercepat langkah kakinya menuju toilet, dia kemudian memasuki salah satu bilik toilet yang terbuka, menurunkan tutup closet lalu duduk di atasnya. Ara duduk dengan memeluk tasnya erat, mencoba menguatkan dirinya saat ini. Ara mengusap air mata di pipi dengan punggung tangannya.
Baru saja dia merasa bahagia, baru saja dia merasa lega, dia tidak ingin menaruh curiga atau pun berprasangka buruk pada Dean, namun melihat Dean yang hanya diam saja saat Relin merangkul lengannya membuat Ara merasa sakit, apa benar Dean bersungguh-sungguh dengan semua yang laki-laki itu katakan? Atau semua ini ...