
Setuju atau tidak hanya dia yang tau.
Beberapa hari kemudian,
Seorang wanita cantik sedang sibuk diruang rahasiannya ,yang entah kapan sudah dibangun oleh keluarganya.
Dengan ditemani ,dua burung yang sebesar ayam jantan berterbangan kesana kemari.
Yang berwarna hitam sedang bertengger santai di gunungan bangku kursi singgel.Sedangkan yang satu diam diam bertengger diatas ranting pohon hias di ruangan tersebut.
"Wan'er, sedang membuat ramuan apa ini." Tanya rocky dengan melihat apa yang dilakukan tuannya dari tadi.
Sedangkan yang ditanya masih sibuk dengan kekiatan yang disukainya dari dulu.Entah bagaimana yang ditanya tidak menjawab malah burung yang dari tadi hanya melihat yang menimpali.
"Kau tau,dia sedang tidak membuat ramuan.Tapi sedang membuat pil pertamanya." Kata burung itu yang tak lain bernama phopho ,nama yang lucu yang sangat menggemaskan dari majikan barunya.
Dari tadi,kedua burung itu berdebat tapi tak membuat konsentrasi suwan bubar sama sekali. Setelah dirasa api yang membakar tungku tiga kepala naga yang dia dapat dari adik perempuannya.
Setelah dirasa cukup panas,satu persatu bahan bahan ramuan langka itu dimasukan dengan sesuai urutannya.
Bahan telah masuk semuanya,dan tinggal mengatur tekanan api yang dibakar ditungku tersebut.Setelahnya dia menata rapi beberapa botol porselen beserta penutupnya yang sudah dia buka. Ada tiga botol porselen disana . Yang telah kosong isinya.
Saatnya dia bersiap ,mengeluarkan pil yang telah jadi didalam tungku. Keluarlah tiga pil pertama yang telah sempurna melayang di udara. Suwan mengambilnya dan memasukannya kedalam botol,dan menyembunyikannya.
Setelah itu dia menyaring cairan yang tersisa dari pembuatan pil itu.Dia ambil dan memasukan kebotol porselen yang kedua.Sedangkan botol yang ketiga di isi dengan abu bekas pembakaran bahan pil yang tidak bisa dibuat.
Tiga botol porselen itu ditaruh diruang dimensi phoeniknya supaya kwalitas pil ,ramuan serta abu tersebut bertambah khasiatnya.
"Apa kegunaannya tiga obat itu .Wan'er?" Tanya rocky dengan penasaran,tapi phonpho sudah tau semua bahan itu untuk apa.
"Kau,akan tau nanti.Karena disini banyak mata mata dari kaisar serta pangeran bupati .Kita semua harus was pada mulai sekarang." Suwan memberitahu rocky dengan berbisik,sedangkan phonpho sudah masuk dihabitatnya sejaksemenit yang lalu. Dimensi phoenik itulah tempat phon pho berada.
"ROCKY" Ucap suwan dengan keras.
"Ada apa wan'er."
"masuklah kedimensi black jade.Karena saya akan pergi keluar hari ini." Kata suwan dengan berjalan menuju dinding yang bisa bergeser dan langsung mengarah langsung kedalam kamarnya.
"Pasti akan ke istanah ,atas undangan yang kemarin kan." ucap rocky dengan berat hati.
"Ya, bagaimana pun kami harus datang. Entah rencana apa lagi yang dilakukan kaisar untuk mengekang atau menjebak ayah serta para kedua kakek jendral." Ucap suwan dengan masih duduk berada didalam kamarnya.
Rocky,yang sudah masuk ke dimensi gelang black jade tersebut. Membuat suwan bernafas dengan lega.Beberapa waktu berlalu,suwan sudah selesai .Membersihkan diri,berganti hanfu. Tinggal menata rambutnya yang masih terurai.
Sebelum , dia berusaha menata untuk ketiga kalinya.Seseorang mengetuk pintu kediaman.
TOK
TOK
TOK
Mendengar ,suara seseorang yang suwan kenal.Lalu menjawab pertanyaan itu.
"Ya,cepat masuk.Bibi kim !" Teriaknya memanggil ibu kim dari dalam dengan begitu keras.Agar yang diluar mendengarnya.
Mendengar suara majikannya,dia bergegas meraih handal pintu yang melingkar terbuat dari baja berbentuk lingkaran.
Mendorongnya,setelah terbuka sedikit ibu kim memasuki ruangan itu dan menutupnya kembali.
Melihat nonanya kesusahan membuat ibu kim .Bergegas melangkah dengan kaki cepatnya.
"Nona besr,sedang apa anda."
"Biarkan bibi saja ,nona. " Kata ibu kim,tanpa disuruh sudah mengambil sisir yang berada di atas meja.
Selang beberapa waktu berlalu. Acara menata ranbut suwan selesai dengan indah dan terkesan cantik natural. Dengan hanfu yang dipakainya cocok dengan dandanan rambut yang di kepang menyamping,dengan bunga bunga disetiap sisinya.
"Anda sangat cantik .Nona besar." kata pelayan yang lain ,yang baru melihat nonabesar keluar dari kediaman.
Mendengar pujian,suwan tak merasa senang atau bangga.Hanya tersenyum dengan melangkah menghampiri anggota lain .Yang sudah siap didepan kereta kudanya masing masing.
Semua anggota keluarga ,menoleh setelah mendengar suara langkah kaki.Seperti langkah kaki dibuat buat seperti orang buta.
Melihat siapa yang datang .Merekatersenyum bahagia,serta kagum dengan kecantikan putri mereka.
"Kau ,sangat cantik putriku" Ucap ibu xie yang sekarang sudah menjadi nyonya muda song,dan istri satu satunya perdana menti song .
"Terima kasih ibu." Suwan menjawab dengan tersenyum bahagia,hari ini akan ada jawaban atas sesuatu yang dia pikirkan.Mengapa mereka semua diharuskan hadir pada acara itu.Yang tercantu di dekrit kekaisaran kemarin,yang mereka teria dengan terpaksa.
Selesai bercakap cakap mreka menyudahi. Lalu mulai satu persatu memasuki kereta masing masing.
Kereta urutan pertama di huni oleh nyonya besar song beserta nyonya selir song para nenek suwan.Kereta kedua dihuni nyonya muda song,karena tinggal dia seorang diri.Kereta ketiga dihuni para nona muda, seperti suwan dan mia mian.Kereta keempat tempat bahan makanan serta camilan.Kereta ke lima perlengkapan tenda beserta tikar tikarnya.Kereta ke enam di isi empat dayang.
Sedangkan para pria tua maupun muda menaiki kuda mereka masing masing bersama para pengawal mereka. Perjalanan dari kediaman jendral/klan song berjarak bermil mil .Harus memakan waktu tiga hari saja sampai disana.
Mereka mulai melaju melewati pintu gerbang.Sedangkan di persimpangan jalan sudah ada klan na yang sudah menunggu dengan sabar. Dengan membawah tiga gerbong kereta saja.
Semua rombonga sudah dekat dan mulai berbaur menjadi satu melakukan perjalanan bersama sama. Bergabung menjadi sangat besar rombongan itu sampai setiap yang lewat terkejut melihatnya.
"HEBBAT SUNGGUH HEBATT"