
"Ini demi rencana supaya kaisar tak pernah menekan ku di persidangan kie.kau harus ingat keputusan waktu itu. " Ucap Huang dengan santai.
PLAKKKK
"Aku membencimu,Huang"
"Keluar kau dari sini." Teriak kie dengan kencang dan membuat kedua bocah yang menguping pembicaraan itu tersentak kaget.Niatnya ingin meminta izin ibunda selirnya untuk mengajak miemie miamian jalan jalan malah menemukan fakta bahwa mereka putri dan putra kandung tuan Huang dengan selir kie .
"Apa jadi kami anak kandung selir kie. Jadi ibunda kandung kami ibu kie.Selama ini kami dan Bailu Gege serta miamian Gege adalah saudara kandung." Batin kedua gadis cantik itu dan adik laki lakinya itu.
"Haucu,kau harus segara mencari tahu suatu rahasia ini.kenapa ayahanda dan keluarga merahasiakan semua ini.Dan lebih mementingkan ibunda Li yan daripada ibunda kie." Ucap Suwan dengan berbisik.
"Ya jiejie ,hamba akan meminta bantuan Bailu Gege dan akan menceritakan semua yang hamba dengar terutama, kakek na harus tau agar bisa mendukung kakek Song dan ayahnda Huang. Hamba sangat kasihan dengan ibunda kie.ternyata sampul tak sebagus isinya." Ucap Haucu dan pergi dari sana menuju kediaman Li yan dan ingin tau apa yang akan wanita sialan itu lakukan.
Sesampainya di kediaman Li yan.
"Hik hik hik.Maafkan hamba kie.Hamba sangat berdosa denganmu.karena keserakahan kakak kaisar hamba mengorbankan persahabatan kita.Lebih baik hamba mati daripada bertahan selama ini." Batin Li yan dan menelan kembali racian racun yang ia buat sendiri dan ia netralkan agar tak ada seorang Tabit pun yang bisa menolongnya.Dengan ia melakukan itu terus menerus membuat ia tak bisa memiliki seorang putra dan juga memperpendek umurnya dengan perlahan merusak meredian ditubuhnya.
"uhukkk uhhkk" setelah batuk Li yan menyemburkan darah berwarna hitam dan ia mengelapnya lalu dengan perlahan ia menulis surat untuk kie dan ia menaruhnya di pangkuannya.
"Selamat tinggal sahabatku kie.selamat tinggal keluargaku hamba sangat menyayangi kalian semua." ucap Li yan disaat nafasnya sudah menghembuskan yang terakhir kalinya.
Dengan damai tanpa ada seorang pun yang tau dia sudah tenang dialam yang berbeda dengan dunia ini.
Dilorong kediaman semua orang melirik tajam suwan yang berjalan bersama miamian dengan sinis tanpa mereka tau bahwa suwan pun dapat melihatnya.
"Sialan membuatku kesal saja." Geram suwan dalam hati.
"Tolong tolong,nyonya Li yan sudah meninggal tak bisa dibangunkan." Teriak pelayan kepercayaan Li yan di kediaman song.
"Maaf,ada apa pelayan.Kenaoa teriak." Tanya Suwan dengan penasaran .
"Yonya Li nona,nyonya sudah meninggal ,hamba datang pagi ini tidak bisa membangunkan nyonya dari tadi,badab nyonya Li sudah dingin dan kaku nona besar. " Ucap pelayan itu dengan menangis.
Selang beberapa menit setelah teriakan itu.Semua penghuni kediaman Song berlari bergegas menuju kediaman nyonya Li dan disana mereka sudah disuguhkan oleh pemandangan tabib kekaisaran yang mengelengkan kepala .
"maafkan hamba tuan huang,nyonya Li sudah wafat sekitar malam hari.karena terlihat dari kuku tangan dan kakinya sudah mulai membiru tuan." Ucap sang tabib dan mereka menganggukan kepala mereka bertanda menerima pernyataan itu.
"Dan hamba menemukan sepucuk surat yang digenggam nyonya Li untuk sahabatnya Na kie.Apa disini ada yang bernama nona na kie." Tanya sang tabib dan memperlihatkan gulungan surat itu.
"Hamba yang bernama Na kie tuan tabib" Ucap kie dan menerima uluran surat yang disodorkan sang tabib kepadanya.
Dengan berat hati ia menyimpannya disaku balik hanfunya.
"Maafkan hamba Li yan.Hamba tak akan menerima semua takdir ini.Maafkan hamba yang tersenyum dalam kematianmu.Semoga kau tenang dialam sana.urusan kakak kaisarmu biarkan dia semena mena terlebih dahulu." Batin kie dengan diamnya menatap tubuh kaku sahabatnya itu.
"KIE kau yang sabar ya nak." Ucap jendral Na yang memberi ketegaran sang putri.
",Heemmm."Ucap jendral Na yang ikut menatap perapian diacara pemberkatan dan pengantaran sang jenazah.
Setelah semua ritual selesai dilaksanakan .Tinggallah penempatan pemakaman Li yan di kediaman Song .yaitu pemakaman Song Liang.
SKIP
Acara silih berganti selesai dan semua orang hanya diam dan menatap jauh .Mereka disini tapi pikiran mereka entahlah kemana.Apalagi mereka penasaran surat yang diberikan Li yan kepada kie.
"Apa yang diberikan mendiang menantu Li kepada menantu kie." Batin jendral Song dengan keponya ingin tau semua hal.
Tapi yang diberi surat hanya diam tak tau harus berkata apa dan inginnya seperti apa kehidupan barunya itu.
Memang ia bersama keempat putra dan putri kandungnya tapi ia tak lagi bersama dengan sahabat kecilnya.
Yang kie lakukan hanya melamun dan melamun menerawang jauh disana.
"Li yan,apa kau bahagia meninggalkanku sendiri di dunia ini." Batin kie dengan sedikit meneteskan air matanya kembali.
"Ibunda ,jangan bersedih ibunda Li pasti bahagia melepas semua ini dengan tenang." Ucap Suwan yang tiba tiba mengucapkan kata ibunda yang membuat kie menoleh menatap tajam putri sulungnya itu.
"Suwan,apa kau bahagia nak melepas ibundamu pergi dari dunia ini.kalau ibu tak akan bisa menerima takdir ini nak." Ucap selir kie dengan berderai air mata mengelus Surai putrinya.
Dari pertama lihat kenapa surainya itu tak seperti ibunda li yang kecoklatan kenapa semua Gege dan saudaranya surainya semua persis dengan selir kie hitam legam.padahal sang ayahanda surainya hitam kecoklatan.
Jadi semua telah terjawab sudah bahwa semua memang saudara kandung yang tak dipublikasikan.
"Ibunda lebih baik kita kembali kekediaman anda saja.Kediaman merak.mungkin ibunda ingin beristirahat ." Ucap Suwan pura pura berdiri meminta bimbingan kepada adiknya miamian.
"Iya ibu,apa yang dikatakan jiejie benar lebih baik ibunda istirahat dikediaman saja." Ucap nya dengan memapah jiejienya dengan telaten.
"Meimei lebih baik anda antarkan ibunda saja.Jiejie bisa diantar oleh paman Ji ." Ucap Suwan yang ingin membuat rencana dengan Kasim Ji jadi dia berencana melakukan penyelidikan tentang semua ini.
"Paman ji bisa anda antarkan saya ke kediaman." Ucap suwan dengan lembut dan dijawab dengan anggukan Kasim Ji dan tanpa basa basi langsung mengandeng tangan suwan menuntunya sampai dalam kediaman.
"Paman ji.apa yang sebenarnya terjadi." Tanya Suwan the poin tanpa basa basi lagi.
"Hemmm entahlah nona.Hamba pun tak tau akan hal itu.lebih baik anda tanyakan langsung pada awal nyonya kie saja." Ucap Kasim Ji yang tiba tiba memanggil kie sebutan nyonya tanpa embel embel selir.
"Maksud paman apa.?"Tanya Suwan dan saat akan Kasim Ji menjawab pintu didobrak oleh seseorang yang datang .
" Begini nona...." Ucap paman jinterpotong.
BRAKKKKK
"Apa kau tidak apa apa Meimei." Teriak pemuda itu yang tiba tiba menendang pintu dengan kasar .