
BRACKKKKKKKK
"YANG MULIAAAAA"
Suara angin kencang yang membuat jendela lepas dan berbunyi sangat kencang.
"Yang mulia ,maafkan hamba yang tak bisa lagi menjadi abdimu kembali.hamba yang ditugaskan untuk memata matai keluarga jendral besar song, serta perdana mentri song yang berada dikediman song .Telah gagal bertugas karena keteledoran hamba yang tanpa sadar memasuki pekarangan ular yang sangat beracun itu yang mulia.Tapi dikediaman jendral song ,tepatnya dikediaman nona besar song hamba mendengarkan sedikit bocoran tentang burung rock dan poenik itu.Tapi hamba tidak tau dimana tepat lokasinys itu dan siapa pemilik burung burung tersebut,hamba minta maaf dan undur diri untuk selamanya.Karena gagal menjalankan tugas.Yang mulia." Bunyi pesan jiwa yang dikirim melalui telepati dan disampaikan oleh angin tersebut.
Mendengar pesan itu,membuat pangeran bupati tak lagi emosi ke,mbali.Dan mengucapkan kata kata yang hanya didengar olehnya saja.
"Terima kasih,atas usahamu selama ini" Gumam pangeran bupati itu yang tak lain ialah pangeran kesembilan kerajaan LI yaitu LI KUN.
"Poenik,dan burung pemangsa lainnya dikediaman jendral song?" Gumam lin kun dengan tersenyum miring dibalik setengah topeng wajahnya,yang membuat dia ditakuti semua musuh serta sekutunya sendiri dimedan perang.
"Kau kibao,datanglah dikediaman jendral song dan beritahu zen,saat kau sudah mendapatkan informasi penting mengenai dimana burung itu,."Perintahnya kepada tangan kanan nya itu.
"Baik,yang mulia .Hamba akan menjalankan tugas dengan sehati hati mungkin,agar tak sampai ketahuan oleh mereka"Jawab kibao dengan membungkukkan badannya bertanda dia dengan senang hati menerima tugas yang sangat beresiko itu.
"Tanpa informasi penting kau dilarang pulang." Ucap lin kun dengan nada datarr serta dingin itu.
"Baik yang mulia." Ucapnya tanpa diperintah kembali dia sudah pergi menjalankan tugas nya itu.
Setelah kepergian kibao ,pangeran bupati dengan perlahan memasuki ruangan kamarnya yang tak lain iyalah ranjangnya yang tersekat oleh pembatas ruangan antara kamar mandi dan ranjang tidur.
Setelahnya, dia dengan perlahan melepaskan sebagian topeng yang menutupi wajah tampannya itu,dan terlihatlah wajah yang tampan bercampur cantik,bersih,bibir indah,hidung mancung,dengan mata yang sangat tajam bernetra hitam kelam.
"Zen harus mendapatkan burung itu,bagaimana caranya." Batinnya dan tidur berbaring menghadap dinding ,karena dia sudah sangat lelah dengan aktifitasnya dipagi hari dan sore hari yang menguras tenaganya.
Sampai dia tak bisa pergi mencari mangsa yang akan dia bunuh untuk menghilangkan kebosanannyakarena itu kebiasaannya.
"SIAPA ITU KELUAR LAH"
Ucapnya dengan keras saat merasakan seseorang berada dikediamannya.
Mendengar itu,seseorang keluar dari persembunyiannya yang baru saja dia sampai dan akan sembunyi sampai menunggu pemilik kediaman tidur dengan pulas.
"Ini aku,adik"
Jawab seseorang itu.
Melihat orang yang keluar dari samping penyekat ruangannya ,membuat li kun menoleh dengan cepat setelah dia memasang kembali topeng diwajahnya.
"Kau,untuk apa kau berada disini,kelurlah sebelum aku membunuhmu." Uapnya tanpa memanang orang itu yang menjadi kaisar dikekaisaran li ini.
"Kau sungguh lancang li kun.Apa kau tak tau siapa yang membunuh kedua orang tua mu itu."
"KAUUU"