
"Informasi sangat penting.Jadi ternyata selama ini pelanghalang kemenangan kekaisaran Tu berada ditangan klan Song .jadi kalau tak ada dukungan dari klan Song kekaisaran ini tak ada apa apanya.."Ucap pemuda itu dan kesatria itu menganggukan kepala.
"Kaisar harus tau. " Ucap pemuda itu dan mereka berdua pergi dari sana .
Ditempat lain
Tepatnya disebuah bangunan yang tertulis Rumah Fusang, atau dikenal tempat pelelangan terbesar di seluruh kekaisaran kekaisaran lain.
Bocah cantik imut yang dijaga ketat oleh para komandan serta pengawal memasuki pintu besar itu dan disambut ramah oleh manajer pelelangan itu sendiri.
"Selamat datang nona kedua Song.Mari saya antar keruangan anda. " Ucap manajer itu dengan sopan dan takut.
Tanpa menjawab perkataan itu.Bocah cantik itu berjalan mendahului pria parubaya itu menuju lantai atas dimana ruangan keluarga klan Song yang sangat indah , karena memiliki token keangotaan pelelangan dari zaman dulu.
"Benda apa yang paling baik dilelang hari ini"tanya Song miamian tanpa basa basi.
"Sebuah buku kitap kuno.Dan itu harganya tak seberapa nona.dan juga sebuah gelang giok hitam cantik di sesi kedua." Ucap manajer itu dengan sedikit tersenyum.
"Dan benda apa yang menjadi puncaknya." Tanya song Miamian kembali.
"Sebuah tungku dan sebuah pedang es berumur ribuan tahun." Ucap manajer itu dengan bangga.
"Semuanya saya beli 2x lipat dari harga pelelangan.Apa ketua anda bisa Menganti barang pelelangan lainnya."Ucap song miamian yang membuat semua pelayan dan manajer disana syok akan hal itu.
"Ya,bisa saja nona kedua Song .Rumah Fusang akan menyiapkannya untuk anda dibawah pulang nanti.Tapi mohon anda tetap disini siapa tau anda menginginkan barang lainnya didalam aula lelang." Ucap tetua pemilik rumah Fusang itu.
"Baiklah ,kita langsung antarkan barang yang dibeli kekediaman Song jangan lupa untuk jiejieku." Ucap song Miamian dengan nada sombongnya.
"Baik nona kedua song." Jawabnya dan mereka langsung sibuk membungkus dan memasukanbarang barang itu kepeti untuk dikirim kekediaman klan Song .Tepatnya untuk nona besar Song Suwan.
TIK
TIK
TIK
Gong
"Para hadirin semua,mari kita buka pelelangan fusang dengan memperkenalkan barang pertama kami."Ucap pembawah acara dan membuka tutup merah yang menutupi deretan kotak ,yang dimana ada benda yang akan dilelang.
"Pil serbaguna untuk menaikan kultivasi seseorang.Dimulai dari 100koin perak."Ucap pembawah acara.
"200"
"250"
"300"
...
....
....
...
TOK
TOK
TOK
"Barang pertama dimenangkan oleh klan Tang dengan harga 700 koin perak." Teriak pembawah acara .
Dan pelelangan itu berjalan sampai selesai, dan apa yang ditunggu para pengunjung tak pernah lagi muncul karena digantikan oleh benda benda lainnya.
Membuat paaengunjung bertanya tanya dan ada yang berani menanyakan kepada pembawa acara sendiri.
Yaitu seorang tabib kekaisaran Li.
"Maaf tuan pelanggan nomer 24.Hamba tak bisa memberi tahu.Dan sesuai informasi bahwa sang pemilik tungku berubah pikiran dan tak jadi melelang tungku tersebut serta pedang es nya." Ucap pembawa acara yang memang tak tau ada apa Antara pemilik rumah Fusang hari ini.
"Ohh,benar benar seseorang yang tak memiliki pendirian pemilik tungku itu ." Ucap sang tabib dan diangguki yang lain sedangkan Song Miamian sudah lama pergi dari tempat lelang itu sendiri ,dengan menghabiskan 5batang emas 3000 keping koin emas.
Sungguh pemboros besar klan song itu sendiri.
"Nona bungsu.Apa semua ini tak membuat kantong simpanan anda selama 4thn menipis.Hari ini nona sangat lah boros. " Ucap komandan itu dengan sedikit takut akan nona bungsu klan song.
"Diam kau.berisik sekali." Jawab Song miamian berlalu pergi memasuki kereta kuda mewah klan song dan semua pengawal bergerak pula menaiki kuda mereka masing masing kembali kekediaman klan Song.
Sesampai digerbang klan Song seluruh keluarga, berkumpul digerbang menunggu kedatanga pemboros kecil klan song.
Seorang bocah cantik turun dari kereta kuda disambut dengan tatapan tajam keluarganya.
"Miamian,berapa banyak hari ini uang yang kau habiskan untuk acara pelelangan ini.Dan semua barang barang kau kirim kekediaman jiejiemu.Apa maksudmu."Tanya perdana Mentri Huang kepada putri bungsunya.
"Heh,itu bukan urusan anda ,dan itu hadiah hamba untuk kesembuhan jiejie selama ini."Ucap Miamian tanpa menoleh dan pergi dari sana, tanpa satu katapun terucap kembali setelah menjawab perkataan ayahnya.
"Gadis kecil itu."Geram Huang yang dari dulu tak pernah akur dan jauh dari putri bungsunya.
"Itu karena kau terlalu memalukan Huang". Ejek jendral song Dang yang memegang sudah tau kenapa cucu bungsunya selama beberapa hari acuh tak acuh kepada ayahnya.
Disisi lain.
Tepatnya kamar nona sulung kediaman klan song iyalah song Suwan.
"Apa apaan gadis kecil itu.Membawahkan begitu banyak peti barang kekamar ku.lihat dulu apa isi dalam peti itu. "Gumam suwan dan membuka peti pertama yang dimana berisi buku buku kuno, yang ternyata ia bisa membacanya.
Beralih membuka peti yang kedua disitu ada sebuah tungku ,sedang berkepala sembilan naga.
"Bukankah ini tungku legendaris ,yang ada dalam buku di perpustakaan klan song ,kemarin ku baca.dia benar benar adik yang cermat dan pintar."Ucap suwan tersenyum melihat apa yang dibeli adiknya diperlelangan
Dan yang ketiga ia membuka kotak peti panjang dan ternyata isinya pedang es yang sangat indah nan cantik.
"Memang pintar dalam hal memilih." Ucap suwan dan terakhir ia membuka kotak kecil yang seperti kotak perhiasan dan ternyata terdapat gelang giok hitam nan cantik .
"Dia itu mau beri hadiah apa mau melamar seorang untuk menjadi menantunya." Ucap suwan mengelengkan kepala melihat semua hadiah yang dikirim miemie nya.
"Baiklah ,jadi niat Miamian ialah menginginkanku menjadi seorang dokter atau tabib." Batin suwan merasa senang karena pikiran adik perempuannya itu sejalan dengan keinginannya.
Setelah menerima semua itu suwan memakai gelang giok hitam tersebut, dan menerka neraka bahwa ada yang tidak beres dengan gelang yang ia pakai.Dan benar saja ia ingin melepasnya tapi tak bisa dan dengan cara apapun ia tak bisa melepas gelang itu.
"Biarkan seperti ini saja."Gumam suwan dan kembali menelisik tungku didepannya ,dan tibalah sebuah benda aneh jatuh menimpa dahinya dari atas atap kamarnya.
TUK
"Au"
Suwan pun memunggut benda itu dan yang tak lain ialah buku kecil berukuran mini.
"Ohh benda antik ini sebuah buku usang." Ucap suwan dan berniat membukanya tapi tak bisa.
Dan menaruh buku kecil itu dibawah selimutnya agar tak ada yang tau tentang buku aneh itu.
Tak
SREETT
TUK
Sebuah anak panah melesat mengores sedikit mengenai lengan suwan ,yang dimana dipergelangan itu terdapat gelang giok hitam.Dan datang mengalir menetes tepat digelang giok itu, tanpa sadar menetes juga diselimut tipis yang dimana dibaliknya terdapat buku kecil aneh itu.
Wussssss
"Dimana ini."