
"Putra mahkota menginginkanmu, kau sebentar lagi akan menduduki singgahsana istana, Mei Li!"
Sekretaris Yang terlihat menyunggingkan seulas senyuman puas, akhirnya putrinya ini mencapai sebuah pencapaian besar yaitu dilirik oleh putra mahkota kekaisaran Han.
Sebenarnya tidak heran juga, selama ini Mei Li selalu dikatakan sebagai dewi kecantikan benua Jianling, jadinya tidak heran jika putra mahkota memilih Mei Li sebagai pasangannya.
"Tapi aku tidak terlalu dekat dengan putra mahkota, Ayah."
"Memangnya itu sebuah masalah? Posisi yang akan kau tempati ini direbutkan banyak orang. Kaisar sepertinya sudah tidak bisa bertahan lama dan tidak lama lagi putra mahkota akan benar-benar naik tahta. Kau akan menjadi seorang ratu Mei Li!"
Mei Li hanya diam, mengenai jodohnya ia sudah tidak peduli. Karena mau bagaimanapun dirinya tidak akan bisa membuat keputusan itu berada di tangannya. Akan selalu ayahnya yang memutuskan segala sesuatu.
Keinginan Mei Li yaitu bersama Bai An tidak dapat terwujud dan Mei Li sudah menyerah akan hal itu. Dahulu Mei Li sangat beusaha mencari Bai An tetapi saat sudah bertemu Bai An justru menghindarinya hingga sekarang tanpa kabar.
"Jadilah gadis baik Mei Li, kau nantinya harus menuruti apapun perintah putra mahkota."
Setelah mengucapkan itu, sekretaris Yang pergi dari hadapan Mei Li.
"Aku selanjutnya akan hidup mengikuti alur takdir, benar-benar payah! Untuk memperjuangkan kehidupan yang aku inginkan saja tidak bisa!"
Yang menjadi masalah adalag Mei Li terlahir dari keluarga bagsawan terkenal, ia tidak bisa berbuat banyak akan nasibnya karena Mei Li tidak memiliki keberanian itu.
Mei Li tidak berani harus kabur dari rumah dan hidup bebas, ia buruk dalam kultivasi dan itu semakin mempersulit jika dirinya ingin kabur dari rumah.
***
Yuan dan Bai An telah sampai di istana kekaisaran. Bai An sengaja mengajak Yuan memutar agar bisa melewati wilayah istana dingin, karena wilayah itu yang sepi dari penjagaan, berbeda dengan gerbang depan dan samping yang dijaga oleh pasukan pelindung kekaisaran Han.
Mereka menaiki tembok dengan mudah berkat kemampuan mereka, istana dingin ini adalah istana yang biasanya menjadi tempat pengasingan keluarga kekaisaran, terpisah dari bangunan paviliun lainnya membuat istana dingin sepi dan terasingkan.
"Kita bisa berajalan santai disini, karena tidak ada orang sama sekali."
Yuan mengangguk, "carilah jalan paling cepat menuju kediaman putra mahkota."
Bai An mengangguk, meski sudah bertahun-tahun tidak kesini tetapi ia masih ingat betul dengan rute jalannya. Istana kekaisaran ini begitu luas, ada banyak sekali paviliun yang berdiri. Memiliki fungsi masing-masing tetapi bagian belakang seperti istana dingin ini jarang dikunjungi dan sepi.
Tidak begitu lama mereka sudah sampai di atap kediaman Qiu Yue, berjalan dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara satu oktaf pun.
"Lebih memilih melihat di jendela apa pergi membuka sedikit dari genting?"
Hari sudah malam jadi dipastikan Qiu Yue berada di kamarnya.
"Mengintip dari celah genting lebih aman," ucap Yuan. Selanjutnya dengan sangat perlahan ia mengeser sedikit salah satu genting, tidak boleh menimbulkan suara apalagi pecahan.
Dari lubang itu dapat terlihat Qiu Yue yang tengah berada di ranjangnya dengan dua orang wanita di sisi kanan dan kirinya. Kedua wanita itu sama sekali tidak mengenakan begitu juga dengan Qiu Yue yang telanjang bulat tanpa sehelai kain.
Yuan dan Bai An yang melihatnya, sama-sama mengalihkan pandangan dari adegan itu.
"Mengapa harus melihat adegan tidak senonoh seperti ini?!"
"Sudah kubilang datang besok saja saat siang hari!"
"Sudah-sudah jangan pedulikan itu, kita cari saja ada energi buruk atau tidak di sekelilingnya."
Qiu Yue yang tengah memenuhi nafsunya itu juga sebenarnya sedikit menguntungkan mereka. Qiu Yue jadi tidak akan menyadari sama sekali jika ada yang mengintip.
Mata Yuan berpendar, menelurusi setiap sudut ruangan. Sedari dulu mengenali energi tidaklah sulit untuknya, jadi saat ia melihat ada energi hitam di sebuah kotak yang berada di meja samping ranjang Yuan langsung mengerti.
"Kau lihat kotak di samping ranjang?" tanyanya pada Bai An.
Bai An pun sekarang mengalihkan perhatiannya pada kotak yang dimaksud Yuan.
"Kotak itu memiliki energi hitam yang sangat pekat, apakah kau juga merasakannya?"
Bai An menggeleng, "Aku tidak tahu, aku buruk mengenali energi ... tapi itu sepertinya ada penangkal energi yang menyamarkan energi dari kotak itu."
"Benar, ada penangkal energi tetapi aku masih bisa mengenalinya."
"Bagus itu artinya memang Qiu Yue memiliki hubungan dengan seseorang yang mempunyai kekuatan hitam."
"Petunjuknya adalah desa itu, sepertinya memang ada sesuatu di desa itu."
Bai An melihat Qiu Yue di perbatasan gunung Tianji, dan desa itu menjadi satu-satunya tempat yang paling memungkikan untuk dikunjungi oleh Qiu Yue.
"Kita kembali ke desa itu!"
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹