Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
51. Melatih Kultivasi.


Kediaman master Gao ini dibangun di samping sungai, bukanlah sebuah gubuk kecil melainkan kediaman besar yang memiliki cukup banyak paviliun. Bagian kediaman ini memiliki energi berbeda-beda, energi itu seperti memiliki wilayahnya sendiri dan tidak bisa bercampur.


"Akhirnya kau datang, aku sudah cukup lama menunggumu Yuan."


"Maaf master, tadinya aku memiliki sedikit urusan sehingga harus terlambat saat kesini."


Master Gao menghentikan pandangannya pada Bai An. "Kau bukannya pangeran yang sah itu?"


"Master, sekarang aku hanyalah Bai An, seorang pemuda biasa bukan seorang pangeran."


"Tapi mau bagaimanapun seharusnya kau yang menjadi seorang penerus, dari pengamatanku Han Qiu Yue bukanlah orang yang tulus. Kekaisaran Han sangat berpengaruh dengan semua komponen benua Jianling, jika pemimpinnya semakin buruk tentu itu akan menimbulkan perpecahan. Yang aku takutkan adalah benua Jianling akan terpecah belah karena pemimpinya sendiri."


Sekarang ini saja banyak dari para pendekar yang membenci kekaisaran, mereka menganggap kekaisaran bukan mencipatakan banyak prajurit dan pasukan untuk melindungi benua Jianling melainkan untuk melindungi dirinya sendiri.


Jika selanjutnya terjadi hal-hal yang bertentangan lagi dari kekaisaran maka bukan tidak mungkin akan terjadi perang di negeri sendiri.


Darah keluarga Han memang satu-satunya yang berhak menduduki prefektur kekaisaran tetapi jika dirasa berada di titik terburuk pemerintahan tentu orang-orang tidak akan tinggal diam dan menerima kerugian begitu saja.


"Master tenang saja, meski kakak kelima bukanlah orang yang tulus tetapi ia penuh ambisi dan pastinya di masa yang akan datang bisa tegas dalam memimpin."


Sebenarnya Bai An tidak yakin juga dengan kalimatnya, sedari dulu Qiu Yue bukanlah orang yang dekat dengannya. Orang itu justru memiliki banyak rencana licik untuknya.


"Kau sama sekali tidak meninginkan tahta?"


Bai An menggelengkan kepalanya, ia sudah melepaskan segalanya dan tidak berharap sedikitpun akan tahta milik ayahnya.


Master Gao mengangguk, ia mengajak Yuan Dan Bai An masuk ke area belakang. Disana berdirilah sebuab ruang baca yang luas, di dalam ruang baca itu ada dua orang yang tengah membaca buku.


Ada 2 murid di kediaman master Gao, mereka berdua adalah orang beruntung yang bisa berguru pada sang master.


Zhang Xiyi seorang putra dari pedagang Zhang dan juga Lou Li, gadis itu adalah anak angkat master Gao yang ia temukan sebatang kara di benua Hian. Master Gao tertarik dengan Luo Li karena anak memiliki kemampuan sangat istimewa.


"Xiyi, Luo Li!"


Mereka yang di panggil itu tentu melangkahkan kakinya ke arah master Gao berada.


Mereka berempat saling mengepalkan tinju pada telapak tangan sebagai tanda perkenalan.


***


Yuan baru saja mendapatkan buku metode menaikkan kultivasi dewa dari guru Gao, katanya dengan metode dewa itu lebih ringan untuk naik tingkat dari pada metode lainnya.


Tapi metode dewa itu memiliki resiko yang besar, jika yang mengendalikannya tidak berbakat justru akan merusak meridian.


Setelah benar-benar memahami seluruh isi buku itu, kini Yuan bersiap untuk berlatih kultivasi. Dua buah pill berwarna hijau berada di tangan Yuan, ia langsung memasukan pill itu ke dalam mulutnya, itu akan membantu menambah energinya.


Yuan mulai melakukan gerakan meditasi, menfokuskan dirinya pada satu titik. Mengeluarkan energi mengikuti arahan buku yang sudah ia ingat di kepala.


Beberapa jam telah berlalu, keringat sebesar biji jangung sudah membasahi seluruh tubuhnya. Ia masih belum menyelesaikan tahapan yang ada di buku, tetapi napasnya sudah terasa berat.


Yuan merasakan gejolak yang sangat menyakitkan dalam tubuhnya, ia tetap menahannya dan terus beusaha untuk untuk fokus.


Ding...


Yuan membuka matanya dan mengatur napasnya sebaik mungkin, dengan metode itu sekarang kultivasinya sudah langsung naik menjadi tingkat 10 tahap satu.


"Mungkin aku masih bisa melewati sampai tahap ke tiga kalau pernapasanku tidak sepayah ini ... tak apa aku bisa bisa melatihnya kembali lain waktu."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹