Legenda Pedang Penguasa

Legenda Pedang Penguasa
23. Pedang Terkutuk.


"Guru aku penasaran dengan ruangan dibalik pintu itu." Yuan melirik ke sebuah pintu emas disana.


Mereka bertiga beranjak ke pintu yang masih terkunci tersebut, Yuan dengan segera mengambil kunci yang kemarin mereka temukan lalu membukanya. Benar saja memang kunci itu cocok dan dapat membuka pintu itu.


Sesuatu di ruangan itu berhasil membuat ketiganya menganga begitu terkejutnya.


"Ini—" guru besar bahkan sudah kehabisan kata-kata dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


Semakin mendekat lagi guna memastikan yang mereka lihat tidaklah salah.


Sebuah pedang dengan cahaya yang menyilaukan yang mengelilingi seluruh bagiannya. Jika dilihat dengan teliti pedang ganggang dari itu memilik memiliki ukiran super rumit tetapi begitu indah jika dipandang.


Tentu tanpa berpikir dua kali pun, mereka bertiga sudah tahu jika itu adalah pedang legenda yang selalu di ceritakan sejak jaman dahulu. Yang membuat mereka yakin adalah ukiran itu yang persis dengan di gambar.


Keindahan yang membuat takjub, ganggang pedang itu berwarna putih kebiruan layaknya lupin yang indah. Ganggang itu bukan terbuat dari besi, kayu maupun tembaga, tetapi bahan yang aneh dan tidak pernah ditemui pada pedang lain, itu mengkilap seperti giok yang berwarna kebiruan dan juga dipenuhi oleh ukiran.


"Jangan sentuh, itu akan memberikan sengatan yang mengerikan." wanti guru besar.


Cahaya yang mengelilingi pedang itu akan menyengat kuat bila disentuh.


"Cahaya ini harusnya ada cara untuk bisa dihilangkan, cahaya dan air bukanlah elemen yang menyatu."


"Pedang ini terikan dengan kekuatan air?"


"Seperti yang bisa kita lihat."


Ada sebuah kucuran air yang tidak terlalu deras dari atas, menjatuhi samping pedang itu sebelum selanjutnya jatuh ke bawah. Lantai dari batu di bawah seperti memiliki pola unik, yaitu pola untuk air itu, air dari atas dibawa oleh pola itu untuk berputar-putar sebelum menuju ke lubang yang tertuju ke tanah.


"Ini sangat mudah."


Yuan menggerakkan tangannya untuk membolakan kucuran air itu hingga mengenai pedang. Selanjutnya cahaya yang mengelilingi pedang itu dengan perlahan mulai berangsur menghilang.


Bergitu cahaya itu hilang, nampaklah semua keindahan dari pedang itu.


Guru besar terlihat menghela nafas, "Ini memang akan menjadi penemuan besar, tetapi jika sampai ke telinga orang lain, itu akan sangat berbahaya."


"Tentu saja tidak, kekuatan jahat bahkan orang yang memiliki pikiran jelek saja tidak akan bisa memasuki tempat ini jadi itu akan baik-baik saja." timpal Bai An.


"Tidak sesederhana ini, bukan orang dengan kakuatan jahat yang akan berebutan tetapi mereka dari aliran bersih pun akan penasaran dan memasuki tempat ini untuk berebut pedang legenda." jawab guru.


"Pedang ini tersegel."


Bai An mencoba mengulurkan tangannya untuk mengambil pedang tetapi guru besar segera menghentikannya.


Guru besar menggelengkan kepalanya, mengintrupsi agar Bai An tidak mengambil pedang itu. "Jangan ambil, tidak ada yang tahu pedang ini justru akan menyerang setelah disentuh."


"Pedang ini sama seperti pedang lainnya, saat tersegel tidak bisa memiliki kekuatan apapun." ucapan Yuan itu sedikit memenangkan guru besar.


"Tetapi cerita legenda juga mengatakan jika pedang ini akan memguasai pemiliknya, membuatnya menghancurkan dunia."


"Selama masih tersegel, tidak akan ada masalah."


Yuan mendahului Bai An untuk meraih pedang itu, ia kira sarung pedang yang menyerupai giok itu akan berat tetapi rupanya tidak seperti yang ia pikirkan.


Yuan memejamkan matanya karena gambaran berputar yang tadi ia dapatkan saat menyentuh dinding batu ini kembali masuk dalam pikiran. Meringsek masuk tak beraturan hingga membuat Yuan menyerah dan meletakan kembali pedang itu.


Nafasnya sempat sangat kacau sebelum ia kembali menetralkannya.


"Ada apa Yuan?" tanya guru besar.


"Gambaran itu muncul lagi."


Bai An mencoba memegang pedang itu tetapi tidak ada yang terjadi, tidak merasakan apapun selain tangannya yang dingin saat bersentuhan. Dengan sekuat tenaga ia berusaha menarik pedang itu dari sarungnya, tapi seakan ada perakat itu sama sekali tidak bisa tertarik.


Sekarang guru besar juga tertarik untuk menyentuh pedang itu tetapi yang ia rasakan juga tidak ada.


"Sepertinya hanya bereaksi padamu, mungkin itu karena elemen air mu." ucap Bai An sembari menatap Yuan.


"Tekan semua itu Yuan, siapa tahu ada sesuatu yang penting dari gambaran-gambaran itu."


Yuan mengangguk, membuka tenaga dalamnya lebih kuat. Selanjutnya ia mengambil alih pedang itu, memejamkan matanya tetapi sekarang dengan persiapan yang lebih fokus agar ia tidak kewalahan dengan ingatan berputar itu.


Keringat sebesar bulir jagung mulai menetes, adegan demi adegan merasuk dengan cepat dan membingungkan. Tetapi Yuan tidak menyerah dan tetap fokus pada bayangan itu.


Yuan bisa melihat lelaki itu dari belakang sehingga tidak mendapati wajahnya, tetapi bagian punggungnya terkoyak begitu juga dengan banyaknya darah yang berasal dari tubuhnya maupun bukan dari tubuhnya. Meski terluka parah tetapi lelaki itu tetap melangkahkan kakinya dengan tenang.


Kakinya melewati mayat-mayat yang menyeramkan, tanah itu sudah bersimpah darah. Teriakan amarah menyerbu lelaki berhanfu putih itu, tetapi itu tidak menghentikan langkahnya.


Huhhh,


Yuan membuka matanya, yang baru saja ia lihat adalah darah dan mayat. Itu adalah sebuah kekacauan dunia atau peperangan.


"Bagaimana?" antusias guru besar setelah menunggu beberapa menit Yuan memejamkan matanya.


"Aku melihat peperangan, banyak mayat dan darah dan seorang lelaki berbaju putih yang tengah diserang banyak orang."


"Lelaki? Siapa lelaki itu?"


Yuan menggeleng, ia bukanlah orang yang bisa mengenali seseorang hanya dari punggungnya saja. "aku tidak yakin itu siapa."


"Dahulu naga hitam ingin menghancurkan pedang ini karena takut pemilik pedang akan membuat kekacuan, jangan-jangan yang dilihat Yuan adalah kisah terdahulu dari pemilik pedang ini." itu spekulasi dari Bai An.


"Letakkan pedang itu kita segera keluar, dan ingat untuk merahasiakan ini dari siapapun!" perintah guru besar, ia juga tidak akan diam jika pedang itu memang membawa keburukan.


"Tunggu Guru!"


Bisikan hatinya mengatakan agar Yuan menarik pedang itu dari sarungnya dan sekarang yang ia lakukan hal tersebut. Tentu hal itu membuat Bai An dan guru besar terkejut, pedang itu terbuka dengan sangat mudah oleh Yuan.


Nampaklah bilah pedang yang tebuat dari bahan berkualitas, ia berkilau dan sangat jernih juga terlihat begitu tajam bersamaan.


真心


Nampaklan sebuah tulisan kecil di bilah pedang itu, sangat kecil hingga tidak nampak jika tidak benar-benar diperhatikan. Kalimat itu dibaca zhenxin atau jika di artikan memiliki arti hati yang suci.


"Yuan kau—" guru besar kehilangan kalimatnya.


Pedang legenda itu tersegel, baik dari jaman dahulu hingga sekarang cerita yang bisa di dengar adalah pedang itu diperebutkan banyak orang untuk dibuka tetapi tidak bisa, barulah selanjutnya kedua naga datang.


Sebuah rasa yang tidak menyenagkan menyelimuti Yuan, ia memegang dadanya yang mulai sesak. Seperti ada sebuah energi yang meringsek masuk ke dalam jalur qi nya, tidak lain energi itu berasal dari pedang.


Energi itu terlalu besar dan Yuan takut tidak bisa menerimanya sehingga ia segera memasukan kembali pedang itu pada sarungnya.


"Yuan letakkan pedang itu!" kini kalimat guru besar itu meninggi.


"Guru aku dipilih untuk memiliki pedang ini, aku akan membawanya."


"Yuan, itu adalah pedang terkutuk yang ingin dihancurkan naga hitam. Jangan ambil!"


"Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa lalu, dan kurasa tidak mungkin jika ini jahat. Memang aku merasakan energi yang sangat kuat tetapi itu bukanlah energi hitam." bela Yuan, ia berhasil membuka pedang ini dan entah mengapa ia merasa hatinya sangat cocok.


Guru besar hanya takut jika akan terjadi kekacauan dengan pedang itu.


"Aku setuju dengan Yuan, tempat ini dipenuhi dengan energi Lan yaitu energi yang sangat baik, juga di depan ada api abadi yang menjaga. Kurasa pedang ini bukanlah sesuatu yang berbahaya." sekarang Bai An ikut membela.


Guru besar menghela nafas, "ambilah, jika kedepannya merasa ada yang aneh segera katakan padaku aku akan mengawasimu."


"Terima kasih Guru."


"Rahasiakan ini dari siapapun, dunia akan gempar dengan penemuan ini."


━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━


Bosen ga sih kalo chapternya kepanjangan gini?


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹