Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 66


Siang ini di kantor The Darkness, Gleen bertemu dengan Alvaro dan Danu disana. Hal yang pertama ingin Gleen lihat adalah hasil tes DNA antara dirinya dengan Felicia dan juga dengan Arsen.


Tangan Gleen bergetar, matanya berkaca, akhirnya setelah hidup selama 27 tahun di dunia ini, dia baru tahu dengan jelas siapa jati dirinya. Rupanya benar, hasilnya 99,9 persen dia adalah anaknya Arsen.


Akhirnya dia tahu siapa ayah kandungnya yang sebenarnya dengan sangat jelas. Dia sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk bertemu dengan ayahnya, bahkan sekarang dia telah menjadi menantu ayahnya sendiri.


Kemudian Gleen membuka surat hasil tes DNA yang satu lagi, jantungnya yang berdebar-debar, karena dia takut satu darah dengan Felicia.


Gleen membaca kata demi kata hasil tes DNA itu dengan perasaan tak karuan, sampai akhirnya dia berseru. "Felicia bukan saudara gue!"


Gleen mencubit kedua pipi Danu, "Aku dan Felicia tidak sedarah, Dan."


Danu melepaskan tangan Gleen, karena pipinya terasa cukup sakit di cubit keras oleh Gleen.


Kemudian Gleen terdiam. Gleen tidak tahu sebenarnya dia harus senang atau sedih, karena yang pasti Felicia pasti akan sangat terpukul dengan kenyataan ini. Tapi tetap saja Felicia harus tahu tentang semua ini, walaupun mungkin akan terasa berat, tapi inilah kenyataannya, dan Gleen akan siap selalu menemani Felicia agar wanita itu tidak terpuruk.


Danu mengusap-usap pipinya yang masih terasa sakit, "Aku rasa aku juga harus melakukan tes DNA antara ibu tiriku dengan Felicia."


Danu memperlihatkan album foto Felicia dari kecil sampai dewasa dan juga potongan majalah tentang Felicia.


Gleen terperangah melihatnya, sepertinya Felicia memanglah anaknya Mira.


Danu pun menjitak kepala Gleen, "Kalau Felicia ternyata adalah adik tiriku, nanti kamu harus panggil aku bang atau kakak ipar, apalagi usiaku lebih tua satu tahun darimu."


"Hhh..." Gleen sangat kesal karena kepalanya dijitak oleh Danu.


Lalu Danu menunjuk Alvaro, "Dan kamu Al, bersiap-siaplah lari keliling kota pakai daster."


Alvaro memelototkan kedua bola matanya, "Lha kenapa aku yang kena? Aku gak pernah bilang setuju lho."


"Udah Al, kita hormati aja apa kata sesepuh kita." ucap Gleen, karena Danu memang yang paling tua disana.


"Sesepuh apaan? Aku sama si Danu tuh lahir di tahun yang sama." protes Alvaro.


"Tapi aku lahir lebih cepat satu bulan darimu, Al." Danu memang ingin diakui sebagai pria yang paling dewasa diantara kedua temannya.


"Seharusnya yang paling tua itu yang paling banyak berpengalaman, lah ini malah yang paling polos." kini Gleen meledek Danu.


Danu menghela nafas, "Awas saja kalau ternyata Felicia memang benar adik tiri aku, aku pecat kamu jadi adik ipar." candanya.


Alvaro tertawa keras. "Lah janganlah, kasihan dia pasti belum malam pertama sampai sekarang, karena takut dia satu darah dengan Felicia."


Mengapa mereka menjadi membahas malam pertama, membuat Gleen jadi ngiler saja, dia memutuskan untuk segera pulang, sekarang dia sudah bebas mau menggempur tubuh Felicia sepuasnya tanpa ada kecemasan lagi. Terlebih dia ingin bilang kepada Felicia bahwa dia sangat mencintai wanita itu.


Gleen pun mengambil hasil tes DNA tersebut untuk dia perlihatkan kepada Arsen, sudah saatnya Arsen mengetahui kebenaran tentang Robert, karena Gleen sudah memiliki banyak bukti untuk menjebloskan pria itu ke dalam penjara.


Setelah berada di dalam mobil, Gleen segera menelepon Felicia, wanita itu pasti sangat kesal kepadanya. Walaupun Felicia adalah wanita yang arogan dan keras kepala, tapi Gleen sadar, dia pasti sudah menyakiti hatinya. Dia berjanji mulai sekarang dia akan selalu membuat Felicia bahagia.


...****************...


Siang ini Felicia sedang dalam perjalanan bisnis ke daerah M, karena ada pembangunan resort disana, seperti biasa Asisten Ana yang yang menyetir mobil, sementara para bodyguard yang menjaganya ada di mobil yang satu lagi, di belakang mereka.


Felicia menghela nafas panjang, semakin dia pikirkan, hatinya semakin sakit mengingat sikap Gleen yang sikapnya berubah 180 derajat padanya. Rasanya seakan dia dipermainkan oleh pria itu, dia merasa menjadi wanita yang paling bodoh, padahal dia sudah tahu bahwa Gleen adalah seorang penipu ulung, bisa-bisanya dia terperangkap oleh pria itu.


"Gleen Fernando, kamu adalah pria yang paling menyebalkan." lirih Felicia dengan pelan.


"Aku tidak boleh menjadi wanita lemah." sambung Felicia.


Drrrrtt!


Drrrrtt!


Drrrrtt!


Ponsel Felicia bergetar, rupanya ada panggilan telepon dari orang yang sedang dia pikirkan saat ini.


Felicia terpaksa harus mengangkatnya karena pasti ada berita penting dari pria itu.


"Hallo."


"Dimana kamu sekarang? Kita harus bertemu." Gleen sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Felicia. Dia ingin memeluk erat wanita itu, meminta maaf padanya karena sudah menyakitinya, dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai Felicia.


"Aku berada di..."


Namun, Gleen tak mendengar Felicia meneruskan perkataannya. Yang kini terdengar jelas adalah sebuah suara dentuman mobil yang sangat keras, dan juga suara tembakan.


Duarrr!


Zdor!


Zdor!


...****************...


...Jika kalian merasa bosan dan ingin membaca cerpen sekali tamat alias satu bab saja, nah saya punya dua cerpen, yang satu tentang horor, dan yang satu tentang pembantaian. Klik saja akun saya, ada di bagian paling bawah....