
Tapi persetan dengan itu semua, saat ini Gleen tak bisa berpikir jernih, yang dia inginkan malam ini adalah melepaskan hasratnya yang sudah di ubun-ubun.
Felicia yang memaksa, Felicia yang meminta, dan Felicia yang mengancam. Disini Gleen hanyalah korban, walaupun dia juga menginginkannya.
Felicia membalikkan posisi, sehingga dia yang ada diatas tubuhnya Gleen, wanita itu menciumi dada bidangnya Gleen, bahkan memberikan gigitan kecil disana, sehingga terdapat tanda merah di dada pemuda tersebut.
"Oh Felicia!" Gleen membiarkan Felicia berbuat dengan sesuka hatinya pada tubuhnya.
Sekarang Gleen benar-benar sudah tak tahan, wanita itu sangat agresif sekali. Dia membalikkan badannya kembali, ingin segera menyatukan tubuh mereka.
Gleen menghirup nafas dalam-dalam, dia mengarahkan kembali senjatanya yang sudah berdiri tegak dengan sempurna untuk mencari lubang yang sempit. Kemudian Gleen mulai memasukkannya dengan pelan tapi pasti.
"Arrrgghh!" Felicia menjerit begitu Gleen berhasil masuk ke dalam sana, merobek sebuah dinding penghalang yang mungkin itulah disebut selaput keperawanannya, membuat Gleen sedikit merasakan ngilu dibagian ujungnya.
"Oh...!" Gleen mulai merasakan gila ketika merasakan senjatanya dijepit oleh milik Felicia, kedutan milik Felicia seakan sedang mere-mas-re-masnya dengan begitu menggoda.
Oh jadi seperti ini rasanya bercinta? Sebuah kenikmatan yang belum pernah Gleen rasakan sebelumnya, nikmatnya tak mampu di ungkapan dengan untaian kata, benar-benar nikmat, sangat memabukkan.
Setelah rintihan Felicia tak terdengar lagi, Gleen mulai melakukan genjotan. Dia memom-pa tubuh Felicia, yang awalnya dengan begitu lembut, kini dengan sedikit brutal.
Suara des-ahan mereka yang bersahutan menjadi sebuah pertanda bahwa mereka benar-benar sangat menikmati kenikmatan malam ini.
Gleen terus berusaha keras menghentakkan pinggulnya, dia sedikit membungkukkan badannya, melahap buah dadanya Felicia tanpa menghentikan gerakannya, menghentakkannya semakin dalam pada milik Felicia yang sangat sempit itu.
"Ahhh... ahhh..." Felicia mendes-ah ketika merasakan pelepasannya, tapi Gleen masih kuat untuk terus menggempur tubuhnya, belum ingin menyudahi kenikmatan ini.
Bahkan setelah Felicia tertidur, Gleen masih menggarap tubuh indah gadis itu, banyak sekali tanda merah yang Gleen berikan pada tubuhnya, agar Felicia tidak lupa bagaimana dahsyatnya percintaan mereka malam ini.
Gleen mempercepat gerakannya ketika merasakan ada yang ingin keluar dibawah perutnya, dia menyemburkannya di dalam, mungkin inilah yang bisa menjadi pengikat antara dia dan wanita itu. Dia akan terus akan datang ke kehidupan wanita cantik itu.
"Akhhh!" Gleen menggeram penuh kenikmatan, keringat telah membanjiri tubuhnya, sehingga badannya ambruk menindih tubuh Felicia yang sudah tidur terlelap.
...****************...
Foto tersebut adalah foto Robert dan foto Salman. Dia yakin Robert dan Salman memiliki hubungan yang dekat, karena itulah Robert menyuruh Salman untuk membunuhnya, seorang bayi laki-laki tak berdosa yang baru saja dilahirkan, sungguh nasibnya yang malang.
Robert seorang mafia dan pembunuh berdarah dingin, sebuah lawan yang sangat berat. Sehingga sangat sulit untuk masuk ke dalam mansionnya, bahkan dia memiliki alat pendeteksi berbagai alat penyadap yang terpasang di area sekitarnya. Lebih berat dari kasus-kasus yang sebelumnya pernah Gleen dan kedua rekan kerjanya hadapi.
Sebenarnya Salman adalah kunci dari kejahatan Robert, sehingga sampai saat ini Gleen masih mencari keberadaan ayah angkatnya itu. Dia yakin Salman juga pasti tahu siapa orang tuanya Gleen.
Kemudian Gleen menyimpan foto Felicia di white board sana, dia menulis sebuah tanda panah menghubungkan Robert dan Felicia, karena Felicia adalah calon menantunya Robert. Entah Robert benar-benar ingin menjadikan Felicia menantunya atau ada maksud lain, mengingat jabatan Felicia sebagai CEO disana, seorang pewaris dari Gerrard Group.
Selain itu, Gleen juga menyimpan sebuah robekan kertas majalah di white board itu, sebuah majalah yang memberitakan tentang tragedi kecelakaan yang menewaskan Andin, sementara Arsen terluka parah, pada tahun 2016 silam.
Gleen menulis tanda tanda tanya di dekat robekan majalah itu. Mungkin saja kecelakaan itu disengaja atau tidak, tapi dia ingin menyeledikinya, siapa tahu Robert dalang di balik kecelakaan itu. Walaupun Gleen merasa itu semua bukan urusannya, tapi dia ingin menghancurkan seorang Robert.
Satu-satunya cara untuk balas dendam pada Robert adalah dia harus masuk ke dalam keluarga Gerrad. Jika penyelidikan susah untuk dilakukan, dia harus masuk sendiri ke bagian itu.
"Mari kita mulai berperang, Robert!" ucap Gleen sambil menyeringai menatap foto Robert.
Seorang bayi laki-laki tak berdosa yang ingin Robert bunuh, kini dia telah tumbuh dewasa, dan dia telah datang kembali untuk membalas atas semua perbuatannya yang keji itu.
...****************...
...Terimakasih dukungannya terhadap novel Sang Penakluk Wanita (Sistem Playboy), mendapatkan juara ke 2 di event lomba novel genre harem 🙏...
...Salam es batu 🙌...