Kasih Aku Kisah

Kasih Aku Kisah
DJS 4


"Mah.. Jas sakhi dimana ya? " tanya Ameena


"Jas yang mana sayang?"


"Jas yang warna kuning mah, yang sakhi pakai sekolah setiap hari senin"


Mamah Kumala yang sedang mencuci piring di dapur pun menghentikan aktivitasnya lalu tersenyum simpul. Ia menyadari sepertinya semangat & percaya diri untuk bersekolah sudah tumbuh kembali dalam diri Ameena.


" Ini jas nya " ucap mama sembari memberikan jas nya ke Ameena


" Kemarin mamah ambil dari gantungan di belakang pintu lalu mamah cuci " lanjutnya.


"Terimakasih mamah. Yaudah mah, Sakhi langsung berangkat ya.. hari senin takut terlambat karena ada upacara. Dadah mamah.."


ucap Ameena mencium tangan & pipi mamahnya.


"Ngga sarapan dulu sakhi?,"


"Sarapan di kantin bi Kah aja mah" jawab Ameena yang masih memakai sepatu di depan pintu


"Assalamualaikum mah" salam Ameena, melihatkan sedikit wajahnya di ambang pintu rumahnya


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mamah sembari tersenyum menatap kepergian anak gadisnya itu berangkat ke sekolah.


~•~•~


Pukul 08.15


Upacara baru saja selesai dilaksanakan oleh para guru & murid di sekolah Ameena. Banyak tatapan mata yang tertuju pada Ameena. Hal itu pun sudah dipikirkannya mulai dari rumah sampai di sekolah. Bagaimana tidak, hari ini adalah pertama kalinya bagi Ameena berangkat sekolah setelah kejadian beberapa pekan lalu yang membuatnya ramai diperbincangkan di sekolah.


" Bagaimana?, sudah baikan dek? "


Toleh Ameena lalu tersenyum


"Alhamdulillah, Insyaallah ka" jawab Ameena


"Kaka juga pernah ada di posisimu. tapi itu Dulu" ucap ka Ira yang merupakan kaka tingkat Ameena yang tergabung dalam osis juga. Diucapkannya dengan dibarengi senyuman getir juga tatapan seperti menerawang masa lalunya.


"Terpuruk memang awalnya. Tapi setelah itu kakak sadar akan satu hal. "


"Kalau kita Mundur, Lari dan menyerah.. berarti kita mengakui kalau memang salah dan itu akan membuat siapapun yang ada disekitar menganggap kita lari karena takut disalahkan. memangnya kamu siap akan hal itu? " tanya ka Ira dengan menengokkan wajahnya ke kanan menghadap Ameena yang sedang duduk disebelahnya


Belum Ameena sempat menjawab, bel pelajaran pertama pun berbunyi..


"Kamu hebat Dek Meena, Selesaikanlah.. insyaallah jika allah mengizinkan semuanya akan kembali seperti semula, karena pada dasarnya Allah lah sang pembolak balikkan hati hambanya. Jadi, jangan pernah putus komunikasi dengan allah juga dengan teman-teman mu untuk menyelesaikan hal ini" ucap ka Ira dengan tetap tersenyum manis pada Ameena lalu ia bernjak untuk masuk ke dlm kelasnya.


"Terimakasih ka" ucapan Ameena menahan Ira yang baru beberapa langkah berjalan sebelum menuju ke dalam kelas. Dibalaskannya oleh Ira dengan senyuman & anggukan.


Tanpa sadar ucapan Ka Ira menghangatkan & mampu menambah kembali kepercayaan diri Ameena. Ia pun sudah sepakat dengan dirinya sendiri untuk meminta maf kembali kepada Indah & the Genk.


" Benar juga kata ka Ira. Aku harus benar-benar meluruskan, karena kalau tidak dan juga kalau aku selalu menghindar bisa saja semua orang memandang aku sepenuhnya salah. Nanti jam istirahat kan ku temui Indah untuk menyelesaikan ini semua" gumamnya dalm hati.


~•~•~•~


"Indah kita perlu bicara"


Indah and the genk pun berhenti dari langkahnya lalu memutar badannya menghadap sumber suara. Dan ya.. siapa lagi kalau bukan suara dari Ameena yang sudah sedari jam pelajaran tadi mengumpulkan keberanian, niat juga kalimat untuk berbicara dengan Indah juga kawan-kawan nya.


"Mau sampai kapan kita seperti ini?" apa memang aku tidak pantas untuk dimaafkan? Sekali lagi aku sampaikan, Aku Minta Maaf kepada kalian bertiga kalau memang aku salah dalam hal ini."


" Udah ngga ada yang perlu kita bicarakan, Aku sudah memaafkanmu. namun aku juga minta maaf entah mengapa aku masih sulit untuk kita seperti dulu lagi. Jadi biarkanlah seperti ini.. aku tidak akan mengganggumu. Biarkan perasaan yang sedang kurasakan saat ini sembuh dan kembali dengan sendirinya. karena pada semestinya aku juga salah namun entah mengapa aku juga sulit menerima hal tersebut" tersenyum getir, itulah yang mengakhiri ucapan Indah dengan panjang lebar itu.


"Tapi bagaimana dengan pertemanan kita? apa kita akan seperti orang asing seperti ini terus?"


tanya Ameena


"Sejatinya kita memang teman satu kelas, jadi berlakulah selayaknya teman-teman sekelas yang lain. Seharusnya kita saling memaafkan karena memang kita berdua jugalah yang sama-sama salah. Sepertinya itu cukup, jam istirahat tinggal 20 menit kami mau ke kantin bi Kah"


Pergilah Indah and the genk ke Kantin bi Kah meninggalkan Ameena seorang diri dikelas yang masih melamun setelah perbincangannya dengan Indah tadi.


"Itu tadi berarti kita udah menyelesaikan masalah ini kan ya?" gumam Ameena yang masih bingung dengan kepolosannya itu.


Bersambung..


Satu eps lagi chapter DJS selesai ya teman - teman..


yukk jangan lupa suport othor teruss biar semangat ya readers