Kasih Aku Kisah

Kasih Aku Kisah
CHAPTER 1 : Dari Jendela SMK 1


Kota PBMT, September 2019


Pagi ini ditempat biasa, Ameena sudah duduk selama 10 menit untuk menunggu bis antar kota yang ditumpanginya setiap hari. Ya.. rumah Ameena terletak diperbatasan kota bumi mina tani dan kota bersemi. Jarak antara rumah Ameena dengan kantor tempatnya bekerja sejauh 28 Km yang mengharuskan ia setiap hari harus menempuh perjalanan selama 1 jam lamanya, dikarenakan bis yang ditumpangi tersebut kerap berhenti untuk mengetem.


" Semoga aku tidak terlambat, hari ini kan jadwalku untuk memimpin doa " gumamnya pelan sembari melihat jam yang melingkar ditangan kanannya.


" PBMT.., PBMT... "


Itulah suara yang sudah ditunggu Ameena 12 menit lamanya, suara kernet bis yang berteriak untuk memanggil para penumpang yang hendak turut serta ke tujuannya masing-masing.


" Alhamdulillah dapet bangku duduk paling depan.. sendirian lagi, jadi bisa sambil sarapan deh " sorak kegirangan Ameena dalam hati setelah berhasil menerobos banyaknya orang yang juga berdesakan untuk menaiki bis tersebut.


Duduk bangku paling depan menjadi salah satu keuntungan tersendiri baginya, karena selain bisa melihat perjalanan yang dilalui juga terhindar dari desakan orang yang mungkin harus berdiri karena tidak mendapat kursi untuk duduk. Dan satu lagi.. Ameena juga bisa melakukan hal-hal yang agak aneh seperti sarapan dalam bis contohnya hehehe..


Suap demi suap nasi bekal masuk kedalam mulutnya, dan yapp.. satu sendok ini merupakan suapan terakhir dari bekal yang dibawakan mamanya pagi ini.


" Alhamdulillah.. Perut kenyang aku pun senang hihihi " gumam Ameena pelan sembari merapikan kotak bekas sarapannya ini.


Setelah sarapan, dilanjutkan Ameena dengan diam menatap sepanjang jalan yang ia lalui selama perjalanan menuju ke kantor nya tersebut. Sejenak bayangan masa sekolah dulu terlintas dalam pikiranya saat melihat lalu lalang anak yang berangkat sekolah. Ada yang berjalan kaki, ada yang diantar orang tua, ada juga yang turun dari angkutan umum.


" Jadi Rindu " ucap Ameena dalam hati dengan disertai rasa yang mungkin sulit untuk dijabarkan.


Flashback on


kringg......


Bel sekolah tanda berakhirnya jam pelajaran pertama selesai berbunyi. Disini.. di kelas paling pojok lantai 1 bertuliskan X Multimedia yang berarti kelas sepuluh jurusan multimedia terdapat 35 siswa yang sedang asyik dengan dunianya masing-masing. Ada yang bermain ponsel, ada yang diam karena bingung mau apa, ada yang mengobrol, ada yang mondar mandir bahkan ada yang sedang berkelana dengan tenang di alam mimpinya, Tidur.


Berbeda dengan ia, seorang siswi yang sering menjadi pusat perhatian di sekolah tersebut. Bagaimana tidak, cantik memang, kulitnya pun putih bersih, perawakannya tidak begitu berisi juga tidak terlalu tinggi & pipinya yang tembem membuatnya menjadi seorang gadis yang begitu mengegemaskan. Namun ternyata, ia menjadi pusat perhatian bukan hanya karena hal itu tapi karena sikapnya yang sering menjadi tangan kanan para guru disana. Itu lah yang biasanya menjadi kontra antara ia dengan para siswa siswi yang lain bahkan sering memandang ia dengan pandangan iri ataupun tidak suka terhadap nya.


" Terimakasih Ameena sudah membantu bapak membawakan buku - buku ini " ucap pak Yanto guru ips disana sambil menunjuk tumpukan buku yang baru saja diletakkan oleh Ameena.


" Baik pak, sama-sama.. saya kembali ke kelas dulu " seraya sedikit membungkuk menunjuk arah pintu dengan jempolnya.


1 semester telah terlewati dengan banyak suka & duka. Pada awalnya semua berjalan dengan baik - baik saja. Memang banyak yang menatap Ameena dengan tatapan yang berbeda namun semua tetap baik terhadap ia. Bahkan saat Ameena berulang tahun pun teman-teman sekelas memberikan suprise yang tak disangkakan olehnya.


Namun.. dibulan ke 10 mereka berada pada satu kelas yang sama setiap hari pula, tak menjamin semua tetap baik-baik saja. Ego sebagai anak muda yang ber predikat labil masih mengusai mereka diusianya saat ini.


" Ayo lah Am, kami malas mengikuti mapel selanjutnya, boleh ya kami bantuin kamu bersihin musholla? " ucap memohon 3 siswi teman Ameena itu


untuk kebersihan musholla memang setiap satu minggu sekali Ameena yang tergabung dalam osis itu diberi tugas untuk membersihkannya.


" Boleh deh, ayo... aku ke kantor guru sebentar buat izin " jawab Ameena mengiyakan karena mengingat ketiga temannya itu juga anggota osis.


Setelah mendapat izin mereka pun menuju ke musholla yang berada di lingkungan sekolah. Sudah 10 menit Ameena berkutat didalam untuk menggulung sajadah yang panjangnya memenuhi sisi kanan sampai kiri musholla, ia baru menyadari kemana 3 temannya yang katanya ingin membantu itu, kenapa mereka tidak ada disana untuk membantunya.


" Huffttt.. Indah, Yani, Via kemana ya? katanya tadi mau bantuin, aku lihat keluar dulu kali ya "


" Kenapa masih pada disini katanya mau bantuin? " tanyanya dengan nada yang masih tetap halus karena memang Ameena terkenal dengan kelembutannya saat berbicara.


" Lah ini kan tugasmu, bukan tugas kita " ucap salah satu dari mereka yaitu Indah


" iya.. ngapain sih kesini, kita lagi asik ngobrol nih.. ganggu aja " Via pun menyahut


" Tapi tadi kalian bilang kalau mau bantuin kan? makanya aku juga mau izinin kalian ke guru, tapi kenapa akhirnya cuma ngobrol doang disini? "


" Terserah kita lah.. " giliran Yani yang ikut menimpali


" Lagian pekerjan kaya gini ngga pantes tau' buat tangan mulus kita, nanti yang ada jadi kena debu trus kusam lagi " kata Indah,


" Istighfar.. ini itu musholla, buat ibadah kepada allah.. ngga baik bilang seperti itu.


Nabi bersabda, “Barang siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga,” (HR Ibnu Majah).


"Yaudah kalau gamau bantuin didalem, bantuin aja cari botol semprot buat kaca trus di lap kacanya, biar aku yang nyapu sama ngepel " tutur Ameena.


Sebenarnya Ameena pun tak apa membersihkannya sendiri, namun Ameena kurang suka atas sikap mereka yang berbohong kepadanya. karena ulah mereka Ameena harus meminta teman yang setiap minggu membantunya untuk beristirahat dulu, mengira ketiga temannya itu akan membantu, tapi nyatanya semua nihil.


" Haha siapa lo sih nyuruh - nyuruh kita? mentang - mentang jadi andalan guru aja sok sok an buat merintah kita, ngga pantes tau " ucap Via


" Sebenernya kita itu udah memaklumi ya sikap lo yang suka lurus banget sama peraturan sekolah, sedikit - sedikit ngadu lah, ngatur lah, kaya lo yang paling bener aja "


" iya nih, padahal aslinya kita gedeg banget tau', cuma kita diem aja " tambah Yani


" Apa jangan - jangan lo gitu jaga biar beasiswa lo aman ya? secara kan lo bisa sekolah karena beasiswa.. coba kalau ngga, mana sanggup buat sekolah disini " ucap Via agak sinis karena memang diantara mereka Via lah yang orang nya barbar


" Aku ngga tau ya salah aku ke kalian itu apa & dimana, tapi bisa ngga ngomongnya baik-baik ngga usah kasar kaya gitu " jawab Ameena sambil menahan butiran yang ingin jatuh dari sudut matanya


Ameena yang merasa sakit hati pun berlari menuju kelas dengan menangis, Guru yang ada didalam kelas tersebut juga sampai bingung dibuatnya hingga ia menemui Ameena dibangkunya paling belakang,


" Kenapa Ameena, ada apa? kenapa kamu menangis? tanya bu Rahayu


Sebelum Ameena berbicara untuk menjawab pertanyaan bu Rahayu, masuklah ketiga temannya tadi dan berkata


"......."


Hihihi ditunggu di episode selanjutnya ya bestiee.. jangan lupa like & tambahin jadi Favorit yes biar semangat nih author nya.


oh iya.. ini alurnya dibuat mundur dulu ya ke jaman Aisyah masih sekolah, nanti biar tetep beralur ceritanya.


Bersambung