
" iya ma, sebentar lagi sakhi keluar. " jawab Ameena sembari merapikan hijab berwarna Coklat dengan motif kupu-kupu yang membalut kepalanya.
POV Ameena
Ini ceritaku, seorang gadis muda yang baru saja berusia 19 tahun. Sekarang aku sedang bekerja di salah satu lembaga sosial dibidang pengumpulan dana Zakat, Infaq, Shadaqah & dan dana kemanusiaan lainnya.
Aku anak pertama dari 2 bersaudara, adikku bernama Raffi yang sekarang sedang duduk dibangku SMP pada salah satu sekolah swasta dikecamatanku. Papa ku seorang kuli serabutan dan mama ku pedagang kaki lima yang berjualan es & jajanan ringan. Mungkin panggilan papa mama terlalu modern & berkelas untuk aku yang lahir dari keluarga sederhana, namun aku terbiasa memanggilnya papa & mama karena terbawa oleh masa kecilku yang pada saat itu dibawa kedua orang tua ku mengadu nasib di Jakarta.
Kehidupanku begitu sederhana namun aku bersyukur karena aku masih dilingkari oleh orang orang yang sayang dan baik terhadapku maupun keluargaku.
Apalagi pekerjaanku sekarang yang sering mempertemukanku pada banyaknya orang diluaran sana dari kelas menengah kebawah yang bahkan hidup dalam taraf kehidupan yang serba kekurangan, membuatku semakin merasa cukup & bersyukur atas apa yang sudah kumiliki saat ini karena aku yakin semua memiliki rezekinya masing - masing.
Aku lulus sekolah menengah kejuruan tepat 1 tahun yang lalu saat itu aku berusia 18 tahun. Dan alhamdulillah.. dengan modal ilmu multimedia yang ku miliki, allah memberikanku kemudahan menemukan pekerjaan di lembaga allah yang baik ini sebagai seorang fundraishing Media & IT.
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(Qs.Muhammad ayat 7).
Mungkin ini semua.. jawaban dari Allah atas ayat diatas. Karena sebelum menjadi karyawan di lembaga ini aku merupakan salah satu aktivis relawan disana disaat ada event tertentu. Dan hari ini tepat 8 bulan aku bekerja disini..
POV Author
Dengan tergesa - gesa Ameena berlari keluar kamar lalu menghampiri dan mencium pipi kanan sang mama yang sedang berkutat di meja makan untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Sakhi.. Sakhi.." dibarengi dengan gelengan sang mama & Ameena pun hanya tersenyum meringis kepada mama.
Mama pun segera berlalu ke dapur menyiapkan kotak bekal sarapan Ameena yang akan dibawanya menuju tempat bekerja. Sebenarnya diluaran sana hampir semua orang memanggilnya dengan sebutan Ameena, hanya saja keluarga besar Ameena masih memanggilnya dengan panggilannya saat kecil yaitu Sakhi.
" Nih bekalnya, jangan lupa dihabiskan ya biar vit staminanya. " ucap mama sembari memberikan kotak tersebut kepada Ameena.
Ameena menerima kotak tersebut seraya berkata "Terimakasih mama ku yang saaangatt cantik hehe. yaudah sakhi berangkat dulu ya ma, titip salam buat papa sama Raffi Assalamualaikum"
" Wa'alaikumussalam warahmatullah, hati - hati Sakhi jangan lupa sholat nya & semangat kerjanya nak " sedikit teriak mama karena Ameena sudah berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari rumah.
Halo sahabat NT
perkenalkan ini novel pertamaku ya.. novel ini berjudul " Kasih Aku Kisah " mungkin ini akan sedikit berbeda dengan novel lain yang alur nya panjang & runtut karena ini nanti akan diselingi dengan part - part dimana Ameena sebagai peran utama mendapatkan pembelajaran dari kisah orang - orang yang ia Temui dalam perjalanan kedewasaannya.
jangan lupa vote, like, dukung & gabung ya karena itu dapat menambah semangat author untuk mengembangkan novel ini terimakasih.
Tanpamu kurang satu,.. semangat.
Bersambung