
Ana akan mulai berbaring di kasurnya untuk tidur. Mama Ana masuk ke kamar Ana untuk mengecek kondisi Ana.
" Coba Mama liat sini masih panas ga badannya?" Tanya Mama Ana.
" Udah engga kok Ma." Jawab Ana.
" Ya mama liat dulu sebentar." Kata Mama Ana sambil meletakkan tangannya di dahi Ana.
" Alhamdulillah udah ga panas lagi. Besok bisa berangkat sekolah." Kata Mama Ana.
" Yee Alhamdulillah." Kata Ana kegirangan.
" Ya dah sekarang tidur dulu, eh tapi apa mau tidur di depan TV aja?" Tanya Mama Ana.
" Ga ah Ma, lagian ini kan bukan malam kliwon. InsyaAllah orange ga dateng." Jawab Ana.
" Ya udah, jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur ya." Perintah Mama sembari pergi meninggalkan kamar anaknya.
" Iya Ma." Jawab Ana.
Setelah mamanya pergi, Ia kemudian mengucapkan doa sebelum tidur. Malam ini tak seperti biasa, Ana tidak merasa ketakutan. Mungkin karena Ia sudah menemukan pola dari peneror tersebut. Ana pun dengan cepat tertidur lelap.
...
Pagi telah tiba, jam menunjukkan pukul 05.00 pagi. Ana masih terlelap tidur di kasurnya. Setengah tidur, Ia mencoba untuk membuka matanya. Ia ingin melihat sekarang jam berapa.
Saat Ia mencoba melihat jam, Ia melihat ada sosok yang sedang menatapnya. Namun, dikarenakan Ia masih setengah tertidur, Ana pun tidak menyadari hal tersebut. Ana kemudian tidur kembali.
Tak lama kemudian, Mama Ana masuk ke dalam kamar Ana. Ia membangunkan Ana.
" Na, bangun udah subuh. Subuhan dulu." Kata Mama Ana menggoyangkan badan Ana agar segera bangun.
" Heem." Jawab Ana membalikkan tubuhnya mengarah tembok.
" Eh malah balik badan. Ayok bangun! " Teriak Mama Ana.
Mendengar teriakan Mamanya, Ana pun sontak terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya, dan melihat mamanya yang sedang duduk disampingnya.
" Cepetan bangun, katanya mau berangkat sekolah." Perintah Mama Ana kemudian berdiri untuk pergi keluar kamar Ana.
" Tadi Mama ngeliatin aku tidur ya? " Tanya Ana.
" Hah? " Kata Mama Ana kebingungan.
Mendengar jawaban mamanya, Ana merasa ada yang aneh. Meskipun Ia masih setengah tertidur, tapi Ia sangat yakin bahwa ada orang yang melihat nya sedang tertidur. Ia pun bangun dan mendatangi mamanya untuk memastikannya sekali lagi.
Ana datang ke dapur dimana ibunya sedang memasak untuk sarapan.
" Ma, beneran tadi Mama ga ngeliatin aku pas aku lagi tidur?" Tanya Ana gelisah.
" Emang kenapa sih, kan udah mama jawab ah tadi. Ga ada yang ngliatin kamu tidur kok." Jawab Mama Ana sedikit kesal.
" Ih mama kok gitu sih jawabnya." Kata Ana marah sambil pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah Ia wudhu, Ia pun segera menuju mushola untuk melaksanakan sholat Subuh. Ana mengambil mukena nya dan memakainya. Saat sudah memakai mukena, Ia kemudian bersiap untuk sholat. Saat baru saja akan takbir, Ia melihat bayangan orang yang lewat di depan mushola ( Di depan mushola adalah kamar Mama Ana, dan lampu di kamar mamanya menyala. Sehingga ada cahaya yang masuk ke mushola, dan ketika ada yang lewat, bayangannya terlihat di mushola).
Bayangannya terlihat seperti anak-anak. Ana merasa heran, kok bisa ada anak-anak di rumahnya, sedangkan dirumah hanya ada Ana, mamanya, dan Mba Arin. Ia langsung mengecek keluar musholat. Ia melihat ke kamar mamanya, tidak ada siapapun. Kemudian Ia menuju kamar Mba Arin, karena posisi kamar Mba Arin berada di selatannya, dan bayangan tadi seperti berjalan ke arah selatan. Ana melihat Mba Arin yang sedang tertidur.
" Mba, tadi abis ke kamar mandi ya?" Tanya Ana.
" Mba!" Teriak Ana.
" Apa sih Na, berisik. Aku udah sholat daritadi pas baru adzan, abis itu tidur lagi. Ga kemana-mana, udah sana keluar berisik!" Jawab Mba Arin dengan nada tinggi.
Mendengar jawaban Mba Arin, Ia pun keluar dari kamar Mba Arin. Ana berfikir apakah Ia hanya salah melihat, tapi jika di ingat lagi bayangan tersebut sangat jelas badan seseorang. Memang terlihat kecil, tapi mungkin saja karena orangnya berjalan cepat. Tapi siapa, karena tidak ada orang selain mereka bertiga.
" Astaghfirullah." Ucap Ana ketakutan.
Ana kembali ke mushola dan mencoba melupakan yang baru saja Ia lihat. Ia menggelengkan kepalanya tanda bahwa Ia tak boleh memikirkan hal tersebut saat akan sholat.
Selesai sholat, Ia bergegas menuju mamanya yang sedang di dapur. Ana menceritakan hal yang baru saja terjadi dengannya sebelum Ia sholat.
" Udah ga usah dipikirin, kan Mama udah bilang. Biarin aja, toh ga ganggu." Kata Mama mencoba menenangkan anaknya.
" Jadi beneran itu Ma?" Tanya Ana memastikan.
" Udah ah ga usah dipikirin, kamu siapin aja perlengkapan sekolahmu, biar ga gugup nanti pas mau berangkat sekolah." Perintah Mama Ana.
" Apa sih Ma daritadi ditanyain jawabannya begitu terus." Kata Ana kesal dan berlalu pergi dari dapur.
Ana menuju kamarnya, dan duduk di kursi belajarnya.
" Jadi beneran ada ya." Gumam Ana.
Ia melihat ke arah belakangnya, dan mengecek seluruh kamarnya. Ana tidak melihat apapun, dan Ia merasa bersyukur. Namun, jantungnya masih berdebar kencang. Ia masih merasa seperti ada seseorang yang sedang mengawasinya.