JENDELA

JENDELA
Mengenai dirinya


Yah, semua berawal dari sebuah kepercayaan yang tak di anggap, hingga membuatku sadar akan sebuah penghianatan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku membencinnya, pergilah. aku tidak menyukainya.


Hanya sebuah kata-kata biasa, tak memiliki makna tersirat. Bahkan, hanya untuk sebuah persamaan, damailah bersamaku.


My Income, i hate this. Don't judge me.


Do you know, what im something about this!


Ohh, please. Please keep away from me.


Kau menghina, menghinati dan mengacuhkanku. Aku sungguh membenci saat-saat seperti ini, aku mengira seperti ini nyatanya seperti itu.


Pergilah, aku benci ini. Iya, ini, aku sangat membencimu.


Maaf yah, aku cuman nulis gabut aja. sebenarnya cerita ini udah aku mau lanjutkan, tapi. Ada sedikit kendala, makanya aku hapus.


Lagian, aku mau perbarui yang baru aja tadi, tapi yah. masih bingung nulis kata-katanya gimana, sedikit saran sih dari aku.


Soalnya, apa yang kita tulis. Bakalan di pertanggung jawabkan nanti di akhirat, aku harap kalian nggak nulis sesuatu yang melenceng. Apa lagi berbau sex or pornografi, jujur saja. Sebaiknya jangan sampai, pokoknya jangan.


Kalau tidak kalian bakalan menyesal, soalnya itu bakalan nanti rusak bagian otak kalian secara permanen kalau di suguhi oleh sex or pornografi.


Okk, aku cuma pengen bilang aja. Nanti bab-bab selanjutnya isinya nanti keknya bakalan sama, kalau kalian udah baca sampai sini. Atau ingin bertanya perihal sesuatu kepada saya, boleh kok chat atau inbox saya di media sosial lain.


Nama akun Noveltoonku ini sama kok, sama akun Wattpadku. Nggak ada bedanya, plus. Jangan lupa kalian baca tinggalin jejak yah, biar aku tahu keberadaan kalian. hehe.


Tapi, kalau kalian mau jadi silent rider nggak papa, aku mah selow aja. Dan satu lagi.


Akun Wattpadku itu udh terhubung langsung sama akun facebookku, nah. Di situ udah bisa kalian liat langsung pas bukan my profil.


Pokoknya kalian minat, silahkan baca yah, boleh juga di bully, tapi. Eits, tunggu dulu.


Kalau ngebuly jangan berlebihan juga kali, maksudku sekedarnya aja. Hehe.


Okkk, masih belum lelah nih ngikutin aku ngomong ngawur di sini. Hhh, wahh.


Hebat! hebat, berarti itu tandanya kalian konsisten, wihh. Aku sendiripun rada ngerasa malas kalau nemu kek ginian. Hhhh, maklum lha yah, akunya itu emang mageran ama sesuatu.


Yah, biasa lha yah kan. Namanya juga hobi rebahan, iya rebahan. Rebahan dan rebahan aja terus, sampai lupa kalau udah malam.


Wihh, masih konsisten baca ampe sini. Nggak bosan napa, hhhh.


Beneran lho aku ini, perkataan yang sangat unfaedah dah. Hhhh, Hadehhh ... tenang aja kok, nggak lama lagi habis.


Minimal 500 kata, nah. Kalau kita udah baca sampai selesai berarti kalian hebat, itu mah udah terlalu konsisten. Yekan, hhhhh.


Huaaaa, aku bosan nih. Maksudnya aku mulai bosan dah, bosan tahu! iya bosan. Kenapa nggak bosan, toh. Nulisnya aja kek gini, aaaaaaaaaaa.


Aku perlu hiburan sekarang, hiburan, hiburan .... Hhhhhh, awehhh. Belum selesai juga, masih setia baca nih. Iya nih, soalnya kata-katanya belum 500 soalnya. Hehe, tinggalin aja gih, tulisan aku ini. Hhh, nggak nyambung soalnya.


Awas lho yah ketularan virus aku nanti! Hhh, eh. Udah, 500 lebih kata nih. Okk, see you next time!


I Love You. Eakkk, lebay! Hhhh