
Setelah berjalan menuju kantin dan membeli apa yang dibutuhkan, Zia pun kembali kekamar untuk melihat apakah Alifa sudah terbangun apa belum. biasanya Alifa tidak pernah bisa tidur lama.
Zia sudah sangat hafal dengan diri Alifa. bahwa, temannya itu sangat tidak bisa tidur lama. tapi aneh sampai Zia kembali ke kamar Alifa belum juga bangun. padahal sebelum pergi ke kantin tadi Zia mampir dulu ke kamar sebelah untuk mencari teman yang mau diajak kekantin dan juga mampir ke tempat telpon.
"Ada apa kamu bengong dan diam di situ Zia..?" tanya Sofi teman satu kamarnya juga yang baru masuk.
"Huss.. pelan-pelan kalau bertanya." jawab Zia sambil menaruh telunjuknya di depan mulut meminta temannya itu untuk diam.
"Alifa lagi tidur, tapi aneh udah lama banget belum juga bangun. tumben kan.. biasanya anak itu tidak bisa tidur siang apalagi selama ini ." jawab Zia yang masih kebingungan.
"Ya mungkin dia kecapean kali, makanya tidur pules banget. karena kita juga tau Alifa berlatih ekstra sebelum perlombaan kemarin."
"Udah ach dia juga butuh istirahat kasian pasti dia kelelahan."
" Tapi ini sangat aneh Sofi..! Biarpun capek gak biasanya Alifa begini. ini hampir jam berapa dan dia belum bangun. ini bukan Alifa banget."
"Udah, jangan berisik biarkan Alifa istirahat dulu nanti kita bangunkan kalau udah mau adzan aja gimana..?"
"ya udah kita keluar kalau gitu biarkan Alifa istirahat."ucap Zia sambil mendorong tubuh teman sekamarnya itu menuju pintu.
Akhirnya Zia dan temannya keluar kamar menuju bangku kosong yang ada di samping kamar nya.
Mereka berbincang tentang Alifa dan lain sebagainya. Banyak hal yang mereka berbincangkan.
Tak terasa sudah hampir ashar mereka duduk-duduk santai di luar kamar.
"Kita balik kamar yuk.! Kita lihat apa Alifa udah bangun."
"Oke dech ...cabut !!"
Mereka berjalan beriringan menuju kamar nya.
Pelan-pelan mereka membuka pintu kamar.
Keduanya nampak terkejut melihat Alifa yang masih diposisi yang sama seperti sebelum mereka tinggal tadi.
"What...! Alifa belum bangun. Ini aneh Sofi, sangat aneh. gak biasanya Alifa seperti ini."
 Keduanya saling memandang keheranan.
Sofi pun mendekat ke arah Alifa dan di ikuti oleh Zia.
"Fa..., Alifa bangun, udah mau ashar fa..!" ucap keduanya lirih.
Zia pun lebih mendekat ke tempat tidur Alifa, dan tetap berusaha membangunkan teman sekamarnya itu dengan pelan. Namun Alifa tak merespon.
Zia dan Sofi pun saling memandang keheranan.
"Coba kamu sentuh tangan nya atau kita buka selimutnya aja Sofi, Lagian tumben Alifa tidur siang selimutnya sampe atas begini." Zia masih bingung dengan keanehan teman yang baru meraih kemenangan di ajang MTQ ini.
"Fa..., udah ash...ar astaghfirullah Alifaaaaa...!" pekik Zia setelah menyentuh tangan Alifa yang terasa seperti air mendidih..panas banget.
Sofi pun terkejut mendengar lengkingan suara Zia yang menjerit keras.
" kenapa Zia.., kamu teriak kayak di hutan aja !''
" Alifa..Sofi..hu..hu." Zia pun terisak.
"Alifa kenapa Zia..?" Sofi pun tak kalah panik.
Lalu Sofi mendekati Alifa yang masih tidur dengan selimut hampir menutupi seluruh tubuhnya. kemudian ia menyentuh kening Alifa.
"Astaghfirullah Alifaaaaa.., Badan kamu panas sekali Alifaaaaa...!'' teriak Sofi.
lalu Sofi pun berlari keluar kamar menuju ruang pengasuh asrama.
"Assalamualaikum ustazah..!" ucap Sofi dengan nafas yang terengah-engah karena berlari dari kamar dengan kencang.
" Waalaikumussalam..ada apa Sofi, kenapa kamu lari seperti itu. apa yang terjadi ?"
" Alifa ustazah.., Alifa !!" ucap Sofi sambil mengatur nafas.
" Alifa.., ada apa dengan Alifa??"
"Itu.. Itu ustazah Alifa dari tadi gak bangun saya lihat badannya panas sekali..!!"
Setelah tenang Sofi pun menceritakan kalau Alifa sakit dan belum bangun sejak pulang dan masuk ke dalam kamar.
" Mari kita lihat ke sana..!"
Ustadzah pun berjalan dan di ikuti Sofi ke arah kamar yang di tempati Alifa selama ini.
Setelah sampai di kamar, Alifa masih tidur dengan posisi yang sama seperti tadi.
____''''""