
Terdengar suara dewan juri mengumumkan hasil semifinal. Alifa tak menyangka nama nya di sebut salah satunya. Bagaimanapun, ia merasa sangat senang dan bahagia sekali meski hati kecilnya mengatakan kalau ia belum pantas untuk melaju sejauh ini. Tapi siapa yang akan menilai diri kita tentu orang lain kan.
Alifa pun tak henti-henti nya mengucap syukur atas pencapaian yang tak terduga itu. ia selalu pesimis dengan kemampuan nya, sehingga ketika nama nya di sebut sebagai salah satu yang berhasil melaju ia pun nampak speechless. bagaimana tidak, dirinya sadar diantara puluhan peserta yang tampil ternyata mereka banyak yang sudah berpengalaman dan profesional.
Setelah selesai diumumkan hasil peserta final, Alifa pun menuju kamar asrama yang sudah di siapkan oleh panitia untuk peserta, official dan pembimbing untuk istirahat demi menjaga kondisi untuk bisa tampil maksimal besok di babak penentu.
"Selamat bertanding besok di final ya fa...! Kamu hebat. Semoga kamu lah sang juara nya. aku akan tetap di sini menemani kamu fa !" ucap Putri Maulida teman baru nya yang gagal melaju ke final.
"Terima kasih putri, aku gak nyangka put..!" ucap nya terisak di pelukan putri.
Keduanya pun larut dalam tangis kebahagiaan. Tak henti hentinya Alifa mengucap syukur atas nikmat Allah hari ini.
.
.
****
Pagi itu di pondok darul Huda di adakan ngaji bersama untuk mendoakan kelancaran Alifa yang berlaga di Final MTQ. berita tentang Alifa yang berhasil melaju di babak final sudah sampai di telinga sang pemilik pondok.
Ya.., ummi khasanah dan kyai Abdullah pun turut bahagia setelah mendengar kalau Alifa berhasil meraih kuota di final.
"Anak itu memang sangat bisa di andalkan ya bi...! sangat dewasa untuk ukuran anak usia 14 tahun. Tidak gampang merajuk dan neko-neko. selalu punya bakat yang patut di acungi jempol." ummi khasanah mengungkapkan kekagumannya pada salah satu santriwati nya itu.
Kyai Abdullah hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya itu. memang apa yang di katakan nya benar, Alifa termasuk santriwati yang menonjol di pondok milik nya. Tak heran banyak yang menyanyangi bocah remaja itu.
Doa bersama yang di pimpin langsung oleh pimpinan pondok pesantren darul huda pun berjalan lancar. doa penuh khidmat yang di ikuti seluruh santriwati itu bertujuan untuk mendoakan kelancaran Alifa dalam babak final.
#di tempat lomba.
Alifa sudah bersiap untuk mengikuti serangkaian di laga final. tak lupa doa tak henti di lantunkan bocah remaja itu dalam hati.
"Semangat ya.., kamu pasti bisa..! yakin dan percaya diri." Bu Nia berkata sambil memeluk Alifa untuk memberinya semangat.
"Saya takut gagal ustadzah..!"
"Tidak ada hasil yang instan semua perlu proses, Kalah menang itu biasa dalam kompetisi. yang penting kamu berusaha semaksimal mungkin dan hilangkan ketidakpercayaan diri mu sayang !"
"Kamu udah melewati sebuah jalan yang tak mudah untuk meraih sebuah kemenangan. Selangkah lagi kamu akan melihat hasil perjuangan mu. optimis ya.., jangan gugup. Rileks dan jalani..okeeyyyy !!!" panjang lebar Bu Nia memotivasi Alifa yang mulai nervous menghadapi detik-detik final.
"Iya Alifa, kamu harus semangat ya. calon istri putra kyai dilarang nervous ya !" putri tertawa sambil menggoda Alifa supaya anak itu tidak gugup.
"Apaan sich put..! norak dech..gak lucu tau."
"Bukan badut nona, jadi tidak lucu. Dilarang cemberut ya nanti di bilangin Gus tampan." putri semakin tertawa melihat Alifa yang cemberut karena di godain dari tadi
Putri sengaja menggoda Alifa yang nampak sekali gelisah dari awal tadi. meski dirinya gagal melaju di final tapi putri cukup bersyukur masuk di sepuluh besar. Pengalaman baru mengikuti ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an saat ini tak akan pernah dilupakan begitu saja. Selain ini pengalaman pertama ia sudah bisa masuk di sepuluh besar. selain itu di sini, di ajang ini ia bertemu teman yang baik dan cerdas. Sungguh pengalaman yang luar biasa untuk nya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya nomor peserta Alifa di panggil untuk bersiap-siap naik ke mimbar. untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang sudah di pilih dewan juri.
"Suara kamu sungguh memukau fa..! merinding mendengar nya." Putri menyambut Alifa yang selesai turun dari mimbar dan berjalan ke arah nya.
"Gugup sebenarnya put. nie lihat tanganku sampai dingin banget."
"Tapi kamu hebat fa..." ucap putri sambil memeluk Alifa.
Keduanya pun larut dalam perbincangan yang hangat. mereka sudah nampak seperti teman yang sudah lama saling kenal. mereka saling mendukung dan mendoakan.
Sebenarnya Putri Maulida masih sangat ingin berlama-lama dengan Alifa tapi gimana pun setelah selesai pengumuman juara mereka harus berpisah dan kembali ke pondok pesantren nya masing-masing.
mereka harus meneruskan aktivitas belajar di pondok tempat mereka selama ini menuntut ilmu.
''Fa...,aku gak ingin berpisah dengan mu. aku senang berteman dengan mu fa..! entah kapan kita akan bertemu lagi. mungkin akan lama fa..!" putri nampak menunduk kan kepala karena sedih sebentar lagi akan berpisah dengan Alifa karena harus kembali ke pondok. Tentu Alifa akan kembali ke darul Huda dan dirinya akan kembali ke pesantren Al Islam.
"Sedih fa ..! kita kapan bakal ketemu ???"
Disaat mereka asyik dalam perbincangan, terdengar suara dari mimbar bahwa sebentar lagi akan di umumkan juara pertama kedua dan ketiga yang sudah bisa di pastikan akan kembali berlaga di event propinsi.
"Semangat....!!" Bu Arum dan Bu Nia terus memberi semangat untuk Alifa.
"Gugup ustadzah....!"
"Kamu terlalu nervous Fa. kayak di suruh kawin aj, santai napa. dari awal grogi mulu bawaan." mereka pun tertawa mendengar ucapan putri yang spontan dan terlihat konyol.
Putri memang paling bisa mencairkan suasana hati yang tegang. Anak itu nampak spontan dalam berbicara. kedua ustadzah nya pun hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah nya yang selalu menggoda Alifa.
"Dasar putri, kalau bicara tidak di filter. asal jeplak aja..!" Alifa menanggapi ucapan teman nya itu seraya mencubit lengan putri yang masih menertawakan nya.
"Udah..udah.. kalian jangan becanda terus dengarkan arahan dewan hakim yang masih bicara di mimbar untuk yang akan bertanding di provinsi." Bu Nia akhirnya menengahi kedua teman yang saling bercanda itu.
Di mimbar nampak dewan hakim masih memberi sambutan yang menyejukkan hati peserta. dan kini saatnya salah satu dewan juri maju ke mimbar untuk mengumumkan hasil juara MTQ tahun ini.
Juara ketiga dengan nilai 850.....
.
.
_____________________
Selamat sore semua....
Maaf untuk beberapa hari tidak bisa update. Semoga masih setia dengan Alifa ya...🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa like coment dan vote untuk Alifa ya gaes..!