JADI SUAMI PENGGANTI

JADI SUAMI PENGGANTI
JSP 20. Masa Lalu


Aku tersadar dan segera melepaskan pelukannya.


Kutatap wajahnya lekat. Lalu turun ke tubuh atas sampai bawah. Kemudian kembali menatap wajahnya lagi.


"Kau bukan Ayahku! Juga kau! Aku, tidak punya Ayah!" kataku dengan suara tegas.


Langkahku berat, tapi kukerahkan seluruh kekuatan agar bisa beranjak pergi secepatnya dari tempat itu.


Aku ingin segera terbangun dari mimpi buruk ini.


Ini cuma mimpi! Demi Allah ini cuma mimpi! Ya Tuhan, bangunkan Aku dari mimpi ini! Please please please!


Kakiku terantup. Rasanya sakit sekali.


Seketika jakunku turun naik. Saliva yang kutelan rasanya begitu pahit.


Ini... bukan mimpi?!?


Kupukul kepalaku sekuat tenaga.


Dan,


"Huaaaa huaaa haahaaa..."


Aku tak kuat menahan gejolak rasa yang ada di jiwa. Semua bercampur aduk membuat perutku sakit dan pecah seketika tangisanku.


Pak Yoseph berlari mengejarku yang berlari tunggang langgang menuju makam Mama.


Di tanah merah yang jadi tempat peristirahatan terakhir Mama, aku menangis.


Tak kupedulikan Laila yang berkali-kali menanyakan kenapa padaku.


Tangis ku pecah di atas makam Mama.


Tubuh ini bermandikan tanah merah yang basah.


"Mama...! Bawa Angga serta, Ma! Tuhan, cabut juga nyawaku saat ini, Tuhan! Kumohon! Aku tak sanggup menerima cobaan ini! Hiks hiks hiks..."


Terdengar Pak Yoseph menghela nafas panjang.


Rupanya Ia sudah ada di sampingku. Berjongkok dan berusaha menyalurkan kekuatan lewat usapan lembut jemarinya dibahuku.


"Pantas saja selama ini kau tidak pernah ada di kehidupan kami! Pantas saja sikapmu aneh sebagai seorang Papa. Ternyata, ternyata kenyataannya... Aku bukanlah anakmu! Hiks hiks hiks..."


Amarahku meledak.


Laila terhenyak.


Untungnya suasana pemakaman telah sepi dari para pelayat.


Hanya ada Aku, Yoseph dan Laila. Kemungkinan masih ada Linggau Marapati yang berdiri di kejauhan dengan tubuh seperti patung. Membatu.


Yoseph membiarkan Aku menangis lama hingga sedikit berkurang rasa sesak yang ada di dada.


Hampir satu jam, aku meratap di atas kuburan Mama.


Sebenarnya tidak boleh. Dosa. Tapi Aku tak punya kekuatan untuk menahan kesedihan yang mendalam ini.


"Laila. Pulanglah. Istirahat. Aku dan Papa masih ada yang harus dibicarakan."


"Ga..."


"Sore habis Ashar kamu bisa ke rumah Mama. Kita akan rapikan semua barang Mama. Terima kasih banyak, Laila... Terima kasih. Tanpamu aku pasti tidak bisa setegar ini."


Laila memelukku. Dia menangis dalam diam. sebelum akhirnya pergi meninggalkan kami berdua saja.


Kesedihannya sama dalam dengan kesedihanku. Mungkin karena Laila teringat ayah ibunya yang telah tiada. Dan kini nasib kita sama. Hhh...


"Bersihkan dulu badanmu! Papa menunggu di ruang tamu!" kata Pak Yoseph setelah Aku dan dia telah tiba di rumah.


"Aku bukan anakmu! Jangan lagi kau sebut dirimu 'Papa' dihadapan ku, Pak Yoseph!" cibirku membuat beliau menundukkan kepala.


Aku mandi. Berusaha mensucikan tubuh yang terlihat seperti berlumur dosa.


Lagi-lagi aku hanya bisa meratapi nasib.


Tuhan begitu hebatnya memberiku cerita hidup yang menjedorkan ini.


Inikah spin off kisah hidupku? Entah. Aku masih buta dan tidak tahu apa yang sebenarnya.


"Duduklah!"


Walau sebal, tapi Aku menurut.


"Kamu memang bukan anakku. Bukan darah dagingku. Tapi,... aku menyayangimu seperti anak kandungku sendiri. Sayangnya, Diana tak menginginkan itu menjadi kenyataan."


Aku diam. Masih menunggu cerita pak Yoseph selanjutnya.


"Tiga puluh tahun yang lalu,... Aku, Diana dan Linggau adalah teman sekolah menengah atas yang bersahabat. Kami bertiga, disebut kepompong tiga serangkai."


Tiga puluh tahun yang lalu...


Kepompong tiga serangkai sedang bercengkrama di bawah pohon rindang di belakang gedung sekolah.


"Cita-cita kita bertiga, semoga tercapai. Kamu kepingin jadi anggota DPR, Yos. Kuamini InshaAllah dua puluh tahun kemudian kamu duduk di kursi kabinet pemerintahan." Tutur Diana sambil tersenyum manis.


"Aamiin..."


"Aku juga doakan dong! Aku ingin jadi pengusaha sukses. Ingin masuk jajaran konglomerat yang murah hati dan suka berbagi. Aminin juga dong, Di!"


"Aamiin..."


"Aamiin, hahaha..."


"Dengar, Di! Kamu tak perlu bercita-cita setinggi langit. Cukup dukung Aku hingga sukses. Cita-citamu adalah menjadi istri aku kan? Istri pejabat. Hahaha..."


"Idih?! Pede' banget kamu, Yos!"


"Yos, maksud mu apa bilang begitu? Diana akan jadi istriku di masa depan. Istrinya pengusaha kaya raya. Iya kan, Di?"


Sejak hari itu, persahabatan mereka mulai retak.


Ternyata Yoseph menyimpan perasaan lebih pada Diana. Begitu pula Linggau Marapati.


Yoseph patah hati, menyaksikan sendiri bagaimana Diana lebih ceria ketika bercanda dengan Linggau.


Tapi cinta Yoseph bukanlah cinta monyet yang cepat berganti.


Setelah keduanya lulus dari SMA, Diana dan Linggau benar-benar menjalin hubungan. Mereka memproklamirkan diri berpacaran.


Yoseph tersenyum sedih. Tapi Ia pemuda yang sportif. Yoseph memberi selamat kepada Diana dan Linggau. Yoseph bahkan memberikan Linggau pesan agar terus menjaga Diana sepanjang usia. Karena jika tidak, dia tidak akan segan mengambil Diana dari tangan Linggau.


Yoseph mundur. Ia hanya melihat Diana dari kejauhan saja.


Hubungan keduanya berjalan dengan baik.


Linggau melanjutkan kuliah ke kota Gudeg. Pamannya yang seorang pedagang kain di pasar Beringharjo memberinya beasiswa sampai berhasil menjadi seorang sarjana.


Yoseph juga melanjutkan kuliah.


Hanya Diana seorang yang tidak. Karena keluarga Diana sedang kurang baik kondisi keuangannya.


Hubungan jarak jauh tak membuat Linggau dan Diana kesulitan. Cinta mereka justru semakin besar dan dalam.


Lewat surat, telepon warnet, juga atensi kartu pos melalui radio kesayangan keduanya menjadi jalan ninja untuk tetap saling keep contac.


Hingga, di tahun ketiga Linggau kuliah...


Pamannya terjerat kasus hutang piutang.


Linggau bingung. Hidup mereka seperti buronan yang harus pindah dari satu tempat ke tempat lain secara sembunyi-sembunyi.


Hingga disatu ketika, Pamannya memberinya permintaan untuk membantunya keluar dari permasalahan ini.


Paman Linggau meminta Linggau mau menerima pinangan seorang janda kaya beranak tiga yang sedang butuh pendamping.


Janda itu bersedia menunjang hidup keluarga mereka serta biaya kuliah Linggau sampai selesai jika Linggau mau menerima pinangannya.


Linggau bingung. Bagaimana mungkin Ia menerimanya sedangkan hubungan jarak jauhnya dengan Diana sedang manis-manisnya.


Diana adalah perempuan paket lengkap.


Cantik, manis, baik hati dan penurut juga setia.


Linggau selalu memimpikan hidup bersama Diana setelah lulus kuliah dan bekerja.


Ia berharap kuliahnya cepat selesai. Ia ingin melamar Diana segera menjadi istrinya.


Hari demi hari, permasalahan paman Linggau kian pelik. Akhirnya Linggau menerima kenyataan dengan menuruti permohonan pamannya yang bahkan sampai bersujud di kaki Linggau.


Pernikahan itu digelar tanpa pesta meriah seperti yang Linggau inginkan.


Linggau menutupi pernikahannya dengan Mulan dari Diana.


Pernikahan yang mulanya kaku itu perlahan sedikit memberi kenyamanan bagi Linggau yang memang bercita-cita ingin menjadi pengusaha kaya raya.


Harta, tahta dan wanita merubah segalanya.


Mulan juga tidak seperti yang Linggau kira. Janda beranak tiga itu ternyata awet muda dan cantik jelita.


Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta hadir karena terbiasa. Linggau, mengakui dirinya menyukai status barunya sebagai seorang suami dan ayah bagi ketiga anak Mulan.


Linggau juga masih berhubungan dengan Diana.


Dia, menjadi pria serakah yang menginginkan keduanya.


Mulan hamil ketika dirinya akan wisuda.


Ini kesempatan Linggau mengajak Diana untuk mendampinginya menerima piagam dan pemindahan tali toga di hari bersejarahnya.


Jahat memang. Tapi Linggau tidak ingin memutuskan hubungannya dengan Diana.


Linggau berharap hubungannya dengan Diana sampai pelaminan.


Diana tidak tahu kalau Linggau telah menikah.


Lulus kuliah, ternyata Diana masih harus menunggu Linggau dan tetap LDR an.


Linggau masih tinggal di kota Yogyakarta dan Diana tetap menetap di Ibukota bersama keluarga.


Hubungan jarak jauh membuat Linggau semakin lihai memainkan peran sebagai seorang kekasih dan juga seorang suami.


Mulan sendiri sebenarnya tahu Linggau memiliki kekasih jauh sebelum mereka menikah. Linggau sendiri yang memberitahukan nya pada Mulan. Tapi Mulan tak peduli. Baginya Linggau hanya cukup berperan sebagai suami dan ayah yang baik dihadapan anak-anaknya.


Dan siapa sangka, hubungan intim yang pertama kali mereka lakukan ketika Linggau dalam keadaan mabuk berat itu justru membuahkan hasil.


Rahimnya yang subur langsung terisi embrio dan berkembang menjadi zigot.


Kehamilan yang sama sekali tak pernah Mulan rencanakan.


Mulan hamil anak Linggau di bulan ketiga pernikahan mereka. Setahun kemudian, lahirlah seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Ryan Linggau.


Mulan mengetahui kalau Linggau masih berhubungan dengan Diana meskipun mereka telah memiliki anak.


Mulan juga mengetahui kalau Linggau membohongi Diana sampai saat ini dengan menutupi fakta dirinya telah menikah.


Mulan diam. Dia bungkam.


Tapi Mulan memiliki seorang mata-mata yang selalu memberinya kabar terbaru tentang Linggau dan juga Diana.


Dia adalah Burhan, asisten pribadi Linggau yang juga bodyguard rahasianya Mulan.


Sayangnya, Linggau tak kunjung berubah.


Bahkan Linggau semakin pandai bersandiwara.


Ia dengan hebatnya bisa memanage waktu wakuncar setiap bulan ke Jakarta dengan alasan perintah bos untuk rapat di kantor pusat.


Diana yang polos tidak pernah sekalipun curiga pada Linggau.


Pria itu bermulut manis. Berhasil memberinya harapan setinggi langit. Setelah pekerjaannya lepas dari struggle, Ia akan melamar Diana. Begitu selalu janji manisnya.


Bahkan Linggau tak segan untuk meminta Diana selalu mendoakan kesuksesan untuknya. Semua demi masa depan Linggau Diana. Begitu katanya.


BERSAMBUNG