
Cahaya menyilaukan, Membentuk pilar yang turun dari langit, Hukuman dewa itu mutlak. bukan berarti dewa itu selalu benar.
Hanya karena Memiliki derajat yang lebih tinggi bukan berarti mereka bisa membuat semau dan sesuai keinginan mereka.
Harapan pasrah, menyerah, putus asa.
""Terimalah Hukuman Dewa!! "
Blarrrr!!!!
Dengan kecepatan Cahaya, Langsung turun menghukum.
Lightmare Jatuh tersungkur, hanya pasrah. nightmare memperkuat sekuat tenaga pelindung yang dia buat.
Tiffany sudah tidak tau harus berbuat apalagi, sedari awal mereka bukanlah tandingan Dewa.
Kumba mengeram Gigi geraham nya, Bukan saatnya untuk putus asa, Kedua tangannya memegang erat pedang, Mengayunkan nya untuk menahan Hukuman Surgawi.
"Percuma saja!!" Guman Indra.
"HYAAAAAHHHH!!!! " dengan sekuat tenaga Kumba menahan Serangan tersebut.
BUUMMMM!!!
STAAASSHH!!!
Tabrakan Pedang dengan cahaya itu, menciptakan Goncangan hebat, membuat Ruang bergetar. Indra geleng geleng tak percaya.
"Aarrrrgghhh!! " Kumba terus mengayunkan pedangnya, untuk membalikkan serangan tersebut ke langit, Huakk!!, Kumba memuntahkan Darah.
Tiffany tidak tinggal diam, Dia juga ikut membantu mengayunkan pedang kumba dengan kedua tangannya.
Seketika Energi Mereka berdua bersatu, dan menciptakan Kekuatan Sihir yang sangat kuat.
Gabungan dari kekuatan Flame Monarch dan Demon Queen.
"Ahhhhhhh!!!, Rahwana Full counter!!! "
"Hiiiiiyyaaaaaa!!! , IRON MAIDEN!! "
Dalam sekali ayunan dan tebasan, kumba dan tiffany memantulkan kembali serangan tersebut kelangit.
Wushhhhh!!!!, Cahaya tersebut menghilang.
"T- tidak mungkin, bagaimana bisa kalian menahan hukuman surgawi milikku? "
"Huhhh ahhh, Sayang sekali kami memutuskan harapan mu" dengan nafas terengah engah, Kumba tersenyum sinis.
"SIALAN!!! " Dengan kecepatan Kilat Indra langsung menyerang.
Tiffany dan kumba yang sudah mulai kehabisan Energi, sudah tidak bisa menyerang lagi.
"Sayang sekali jika kalian harus mati ditangan ku langsung " Indra menghunuskan pedangnya.
"Tidak kubiarkan!!" Sebuah bayangan hitam muncul ditengah tengah. seorang pria dengan setelan Jas hitam muncul, tidak kalah cepat, pria tersebut menebaskan pedangnya. Seketika memotong Tangan Dewa indra dengan sangat mudahnya.
SLASHH!!!
darah bercucuran. Arrrggghhhh!!, Indra berteriak kesakitan.
Pria tersebut langsung membawa Tiffany dan Kumba turun dari langit, mendarat tepat dihadapan Nightmare dan lightmare.
"Syukur lah kalian baik baik saja, Huaaaa!! " Lightmare langsung memeluk keduanya sambil menangis.
"Aduhh, lightmare mau sampai kapan kau cengeng seperti ini" Nightmare mengelus rambut lightmare.
"Syukur lah Nona baik baik saja" Ucap pria tersebut, dia datang di saat yang Tepat.
"Terimakasih Rudolf, Kau telah menyelamatkan ku, lalu di mana said? " tanya Tiffany. pria yang telah menyelamatkan mereka adalah rufolf, pelayan dari keluarga Tessia.
"Master berhalangan untuk datang, lalu meminta ku untuk menggantikan nya" balas Rudolf.
"Yang benar saja, apakah ada urusan yang lebih penting, disaat kita hampir mati melawan orang yang mengaku dewa" Kumba menggerutu.
"Master tidak berguna!! " Nightmare dan lightmare ikut ikutan.
...*********...
"Hacihhhh" Said bersin, dan merasakan ada yang sedang membicarakan nya.
sejak awal Said sudah tau jika mereka semua dalam bahaya, tapi dirinya sedang dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Dirinya harus tetap di kelas selama ulangan matematika berlangsung.
Said sudah mencari cara untuk keluar dari kelas.
Saat Ulangan Dimulai.
Said langsung menyelesaikan Seluruh Soal matematika dengan mudahnya.
"Pak guru Saya sudah siap pak!! " Said angkat tangan.
"Omong kosong macam apa yang kau buat ni" Pak guru menatap tajam said.
"Bukan omong kosong, saya sudah menyelesaikan semua nya dan mengisi jawaban" jawab said.
"Macam mana kau nak isi, Soal pun belum dibagikan, Yang baru dibagikan baru lembar jawaban ja" Terang pak guru.
"Ehhh? "
"Ehhh" Seluruh kelas keheranan.
Pak guru langsung mengambil lembar jawaban said dan mengganti nya dengan lembaran jawaban yang baru.
"Awas kau nak buat curang ya!!, Kebenaran tak pernah buat curang" Pak guru membuat gerakan kebenaran miliknya
seluruh kelas tertawa melihat tingkah pak guru.
"kalian Pun sama, jangan sampai ketahuan Nyontek " Pak guru menatap seluruh kelas.
"Huhhhh" Said menghembuskan nafasnya pasrah.
"Eiii, kenapa lesu macam tu, tak suka kah, Pergi dari ruangan ni"
"Ahahaha, Tak ada apa apa guru" balas said.
"Baiklah Ulangan Matematika kebenaran Dimulai!!! " Priffftt pak guru meniupkan peluit.
Ulangan berlangsung dengan sangat tenang dan khusuk, Pak guru dengan mata kebenaran miliknya mengawasi setiap murid.
Tiba tiba said mengangkat tangan.
"Apa lagi? "
"Pak guru, saya merasa tidak enak badan, saya izin ke uks" Sais memasang wajah pura pura sakit.
"Hahahahaha, Kebenaran Tak pernah sakit. dan jangan kau cari cari alasan buat keluar, Kerjakan soal sampai waktu selesai " Lagi lagi pak guru menunjukkan gerakan aneh kebenaran.
"Heeee, Bukannya pak guru sering tidak masuk, dengan alasan sakit gigi " said tidak mau kalah.
Glekk!!!, pak guru berkeringat dingin.
"Apaaa??, hahahaha kau salah orang mungkin, pak guru manalah pernah sakit" Pak guru langsung melakukan Dab kebenaran.
Seluruh murid menatap tajam pak guru, sudah jelas jika pak guru jaranh masuk kerna sakit gigi.
"Hehehe" pak guru malu malu.