I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 184.Dewi Kehancuran Mahishasura.


Aura membunuh yang begitu kuat, Warna merah pekat seolah seperti kobaran api yang terbakat hingga ujung langit, Tanah mulai bergoncang tak kuasa menahan takut akan aura dari pancaran dewi kehancuran Mahishasura.


Inverse dari Ashura, Mengambil alih tubuhnya. Kepribadian yang bertolak belakang dari Ashura itu sendiri yaitu Mahishasura.


Taassshhhh!!.


Mahishasura menancapkan pedangnya tepat di depan pintu istana dewa Hades, Ia mulai menarik nafasnya dalam dalam, Seakan Mahishasura tak merasa kelelahan setelah bertarung dengan binatang buas yang ada di dasar neraka.


"KELUARLAH KAU KEPARAT!!." Teriakan Mahishasura menggetarkan seluruh istana, Bahkan makhluk makhluk neraka yang tersisa kabur terbirt birit, Mendengarkan teriakan Mahishasura yang seakan membawa kematian yang begitu mengerikan.


Butuh waktu yang tak sebentar Mahishasura menunggu jawaban, Ia bisa saja langsung menghanguskan isatana itu dengan mudah, Namun ia hanya ingin melihat seberapa Gentleman sang dewa dengan julukan raja neraka tersebut.


Kriiinggggg!!.


Suara gerbang besi mulai terbuka perlahan, Sesosok pria muncul dengan pakaian zirah lengkap serta helm besi hitam yang terkenal fenomenal, Yaitu Darkness Helmet buatan bangsa Dwarf yang hilang.


Tak lupa Hades membawa tombak emasnya yang terukir disana ukiran indah yang mengalirkan lava cair yang sangat panas di setiap dalam sisi ukiran itu.


"Hehhh Akhirnya nya kau keluar juga pengecut." Mahishasura tersenyum senang, Ia mengangkat pedangnya ke arah langit.


Sebuah Array besar muncul dari atas langit, Dan mulai bercahaya terang.


"Wanita ini benar benar berbahaya." Batin Hades yang melihat Mahishasura yang tersenyum ke arahnya yang seperti orang gila.


Sebelum nya dewi Persephone sudah mengajak dewa Hades meninggalkan istana, Karena firasat sang dewi tau jika Hades tidak akan menang melawan dewi kehancuran yang sangat kuat.


Namun Hades menolak, Ia tetap memutuskan untuk tetap menghadapi Dewi kehancuran tersebut. Ia juga merupakan raja neraka kenapa harus takut, Di daerah kekuasaan nya tidak akan ada yang bisa mengalahkan nya.


Array itu mulai bersinar terang memenuhi langit, Disusul dengan serangan super dahsyat yang tepat sasaran, Dewa Hades tak punya kesempatan menghindari serangan itu.


"Matilah!!......Pecundang...! " Ucap Mahishasura dengan tatapan mata tajam yang penuh niat membunuh.


DUAAAAARRRR!!!.


Benar saja serangan itu langsung menggungcangkan seluruh lapisan neraka hingga ke dasar neraka yang ada. Seluruh daratan hangus dan Meleleh.


Istana megah dewa Hades juga ikut hancur dengan mudah, Tapi untungnya Hades telah meminta istrinya dewi Persephone untuk kembali ke dunia ibu nya dewi Demeter.


Tik.


Tik.


Tik.


"Keehhhhh..... Hehehehe!. Serangan yang cukup hebat, Aku suka itu!!." Ucap Hades lalu mengacungkan tombak nya tepat di hadapan Mahishasura sang dewi kehancuran.


"Kau terlalu banyak bacot." Balas Mahishasura dengan ramah, Ia kemudian menjentikan jarinya.


Wussshhhh!!.


Sebuah meteor besar muncul dari atas langit Neraka, Seluruh daratan itu mulai menjadi gelap gulita. Makhluk neraka menjadi ketakutan melihat meteor yang begitu.


Pasalnya itu bukanlah meteor biasa, Meteor mana yang mampu menutupi seluruh Daratan Neraka, Sebenarnya siapa yang sedang di hadapi dewa raja neraka itu.


"Hehehe Menakjubkan!!." Kekeh Hades, Ia memasang kuda kuda yang begitu kokoh mengambil tehnik pernapasan lalu memposisikan ujung mata tombaknya.


Seluruh tubuh Sang dewa raja Neraka itu mulai diliputi oleh api yang sangat panas yang melebihi panas matahari, Hanya satu yang tak terbakar oleh api itu, Yaitu Darkness Helmet. karena helm hitam itu jugalah ia mampu menahan serangan Mahishasura dari Array.


[Ancient God of Blaze. ]


"Huaaaaaaa!!! Meteor ini hanyalah batu kecil bagi ku!!." Hades berteriak hingga suaranya menjadi serak, Ia lalu mengayunkan tombaknya dengan sangat kuat hingga Pijakan kakinya meledak dan ikut Meleleh.


Ssssssssssshhhhhhhhhhhh!!!.


SHINE!!.


Tebasan yang begitu panas hingga memancarkan cahaya yang menyilaukan dan begitu membakar hingga melelehkan benda yang ada disekitarnya.


SLASHH!!.


BLAAAAAAAAARRRR!!.


BUMM!!.


Meteor itu terbelah menjadi dua lalu meledak dia udara, Hingga langit berubah menjadi merah saking panasnya ledakan meteor itu.


"Hmmm... Lumayan." Batin Mahishasura.