I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 173.Raja Pahlawan


Tasya tiba tiba saja terbangun di atas sebuah permukaan air yang begitu jernih, Hingga bisa melihat bayangannya sendiri terpantul dari air yang sudah seperti sebuah cermin itu.


"Apakah aku sudah mati? Sayang sekali jika aku harus mati tanpa bisa bertemu dengan Master, Aku juga belum mengungkapkan perasaan ku pada Master." Ucap Tasya dengan tatapan kosong, Ia hanya bisa pasrah pada takdir yang telah membuatnya mati.


"Kenapa kau terlihat bengong seperti itu?"


Kemunculan sosok itu segera membuat Tasya tertekejut, Ia kembali tersadar. Tapi siapa yang ada di hadapannya ini, Dirinya? Wanita itu persis mirip seperti diri Tasya.


Wanita itu juga mengenakan Zirah perak yang begitu kokoh dengan pedang putih bersinar kan emas terang, Ia berdiri tegap di hadapan Tasya dan memberikan nya sebuah senyuman.


"Siapa kau? Kenapa kau terlihat mirip dengan diri ku?." Tasya masih tidak percaya dengan rupa wanita itu yang begitu mirip dengan dirinya, Hingga tanpa sadar Tasya mencubiti pipi wanita itu berharap dia tidak bermimpi. Eh tunggu bukankah dia telah mati.


"Apa yang kau lakukan sakit tahu!!." Wanita itu berteriak kesakitan bahkan suara nya persis seperti suara Tasya.


"Kau rupanya asli ya, Apakah kau juga telah mati diriku kedua?." Tanya Tasya.


"Huhhh.. Aku memang sudah lama mati tau, lalu kenapa kau memanggil diriku kedua?." Balas Wanita itu.


"Habisnya kau mirip dengan ku jadi Kupikir kau diriku kedua." Ucap Tasya dengan polosnya.


"Bodoh sekali berkata seperti itu, Aku juga punya nama tahu." Wanita itu mulai membusungkan dadanya untuk memamerkan keindahan tubuhnya.


"Jadi diriku kedua siapa namanya?."


"Ah sudahlah.... Namaku Teisya sang raja pahlawan!!." Teriak wanita itu dengan lantang.


"Apa? Raja pahlawan? Hee.. nama yang cukup norak." Balas Tasya tidak tertarik dengan julukan norak wanita itu.


Tuangg!!


"Aduhhh.... Sakit sekali, Yang benar saja bahkan dada papan mu itu sekeras baja." Tasya mengoles benjolan di kepalanya.


"Tunggu aku masih bisa merasakan sakit? Bukankah aku sudah mati?." Sambung Tasya yang merasa keheranan harusnya orang yang sudah mati tak bisa merasakan sakit.


"Yang bilang kau mati siapa bodoh, Haduh aku tak menyangka jika jiwa ku Berinkarnasi ke tubuh wanita ini." Ucap Teisya sambil geleng kepala.


"Jadi aku belum mati!! Asyikk aku masih bisa bertemu dengan Master lagi, Master...!!." Segera Tasya melompat kegirangan.


"Tunggu kau bilang aku adalah reinkarnasi jiwa mu?." Tanya Tasya sedikit terkejut.


"Benar jiwa ku Berinkarnasi kedalam tubuh mu serta menyatu dengan jiwa mu, Untuk itulah aku bisa bertemu dengan di alam bawah sadar ini." Jelas Teisya, Tatapannya begitu tajam tak salah lagi jika ia di juluki Raja Pahlawan.


Dikehidupan sebelum nya Teisya merupakan seorang pahlawan yang telah mengalahkan raja iblis di dunia nya, Itu Benar jika jiwa Teisya bukan berasal dari bumi melainkan dari dunia pararel yang sangat jauh dari bumi.


"Begitu rupanya, Tapi aku sama sekali tidak paham." Ucap Tasya begitu saja.


"Singkat nya aku dan dirimu itu adalah satu, Kau sedang dalam kesulitan bukan? untuk itulah aku datang membantu." Ujar Teisya.


"Kesulitan? Benar aku bukanlah tandingan bagi dewi Athena yang sangat kuat, Bahkan ia belum bertarung secara serius." Tasya hampir melupakan jika ia masih belum menyerah untuk mengalahkan sang Dewi.


"Kalau begitu pinjamkan tubuh mu!!." Ucap Teisya tersenyum sinis pada Tasya.