
Alter Ego....
Merupakan sebuah senjata sihir yang sangat unik, Dimana senjata sihir tersebut memiliki jiwa dan perasaan tersendiri, Dan memiliki emosional layaknya manusia, Jika jiwa sebuah Alter ego bersatu dengan jiwa manusia atau pengguna nya, Maka akan dapat melahirkan kekuatan baru, Yang sampai saat ini masih belum di ketahui berapa besar keberhasilan nya.
Sebab jiwa Alter Ego yang bisa menyatu sempurna dengan jiwa manusia hanya bisa terhitung dengan jari, Salah satu manusia yang jiwa nya bersatu sempurna dengan Alter Ego adalah, Joana De Arc.
Sekilas info tentang Alter Ego, Informasi yang diberikan sistem milik said sangat berguna, Beberapa hari yang lalu said mencoba hal terobosan yang sangat tidak masuk akal, Yaitu mengunduh ilmu pengetahuan yang ada didunia saat ini, Termasuk hal yang tidak diketahui said.
Semua infomasi yang tersebar di internet maupun di Dark Web, Diunduh oleh Said melalui sistem miliknya.
Meskipun beberapa hari telah berlalu, Ilmu pengetahuan yang baru terunduh oleh sistem milik Said baru 0,14 %.
Sebenarnya seberapa banyak ilmu pengetahuan saat ini.
...****************...
Rudolf berkeliling tiap sudut ruangan mencari keberadaan ruang tempat disekapnya tasya, Pemandangan yang sedari tadi mengganggu penglihatan rudolf adalah banyaknya mayat bergelimpangan yang telah dihabisi oleh Said, Ditambah Rudolf merupakan orang yang sangat pembersih, Hal Itu sungguh sangat mengganggu nya.
Tak butuh lama bagi Rudolf, Dan Rudolf merupakan orang yang sangat peka terhadap hal yang sangat mencurigakan, Bukan kayak Said sih, Udah jelas berjam jam kalau Said yang cari pasti gak bakalan ketemu.
Sebuah dinding hitam, Terlihat terlalu mencolok bagi Rudolf, Apalagi bagi mantan ksatria Vatikan bukanlah hal yang sulit baginya, Usia tidak membatasi kemampuan, Itulah yang dipikirkan oleh Rudolf, Meskipun dirinya sudah tampak tua dan sudah seharusnya dirinya pensiun dari pekerjaan nya.
Gubrakkk!!!!....
Dinding tersebut roboh setelah Rudolf melayangkan tendangan yang sangat keras, Benar saja di balik dinding tersebut terdapat ruangan didalamnya.
Samar samar dalam kegelapan terlihat wanita muda yang sedang terikat, Menoleh kearah Rudolf, Wanita tersebut menangis tersedu, Akhirnya ada juga yang datang menyelamatkan nya.
Yup, Rudolf berhasil menemukan Tasya disekap, Dan sekarang prioritas untuk membawa nona muda ketempat yang lebih aman.
...*****************...
...Alter Ego...
...Name: Lyfa...
...level: 78...
...Skill: Memperkuat kemampuan pengguna hingga 2 - 3 x lipat, Menambah Attack Speed, Dalam kondisi prima dapat menghancurkan Adamantium salah satu logam terkuat, Lawan yang terkena sayatan sekecil apapun akan terkena efek halusinasi jangka panjang, Memiliki critical tinggi....
Setidaknya itulah infomasi stat Alter ego yang tertulis di jendela status said.
"Menyerahlah mungkin aku bisa mengampuni mu, Dan menjadi kan mu sebagai budak ku" Sir Lancelot dengan angkuhnya berucap, merasa dirinya sudah menang diawal pertarungan.
Huhhhh.....
Bukan Said namanya jika menyerah hanya dengan sebuah gertakan kecil dari seekor serangga, Lagi pula dialah yang terkuat dari yang terkuat.
Said melatih teknik pernapasan miliknya nya memasang kembali kuda kuda, Penguatan tubuh di perkuat dengan tenaga dalam, Aliran pernapasan yang berubah menjadi aliran kekuatan mengalir keseluruhan tubuh.
Penguatan tubuh fisik mutlak sempurna.
"Hooo... Masih belum meyerah juga rupanya, baiklah jangan menyesal jika kau menangis memohon ampun nantinya." Sir Lancelot melihat Said yang memasang kuda kuda yang membuatnya ikut bersiap dalam pertarungan.
Ronde ke kedua dimulai.......
Wushhhhhhh!!!!!!!
Starannnngggggg!!!!!!!
kali kedua senjata saling beradu, Pisau dapur milik said berdenging dengan pedang anggar alter ego milik Sir Lancelot.
seluruh isi ruangan ikut hancur beterbangan akibat tabrakan kedua senjata.
wajah Sir Lancelot tampak berubah, Dirinya tidak percaya bukankah, Senjata said hanyalah pisau biasa mengapa bisa menjadi begitu kuat.
Sir Lancelot mengambil langkah mundur sesaat untuk kembali menyerang dan menambahkan Attack speed milik nya.
Said dengan senang hati menerima serangan Sir Lancelot.
Wajah yang penuh kekesalan memenuhi Sir Lancelot.
"Hahahahaha, Akhirnya aku tau bahwa kau hanyalah orang biasa yang bahkan tidak memiliki aura dan sihir" Dengan penuh gelak tawa Sir Lancelot mencerocos ditengah pertarungan.
"Heh, Memangnya kenapa jika tidak bisa menggunakan sihir? " Said mengejek nya dan terus memancing emosi lawannya.
ketika Sir Lancelot mengambil langkah mundur untuk ke beberapa kalinya, Said mulai melangkah menyerang.
Wajah Sir Lancelot tampak begitu panik ketika said menyerangnya dengan sangat cepat.
Srtingggg!!!!!!
Serangan Said masih bisa ditangkis oleh Sir Lancelot.
Arrrgggggghhhhhhhh.....
Tiba tiba terdengar suara teriakan wanita kesakitan yang berasal dari pedang anggar milik Sir Lancelot.
Dengan panik Sir Lancelot mundur beberapa jarak dengan Said.
"Lyfaaaa!!! , Ada apa dengan mu Ha!!!!!!!" Tampak sir Lancelot berteriak pada senjata Alter Ego miliknya.
"Master serangan tersebut melukai ku, Jika begitu terus takutnya aku akan hancur master" Lyfa senjata Alter Ego tersebut tampak bahwa dirinya selalu digunakan secara paksa oleh tuannya.
"Ha?? Memangnya kenapa jika kau hancur, Lagi pula kau hanyalah sebuah senjata, Sudah sepantasnya akan hancur ketika digunakan" Sir Lancelot tidak peduli pada pedang miliknya yang memiliki jiwa dan perasaan.
"Baiklahh... Jika itu keinginan master ku" dengan pasrah Lyfa membalas ucapan masternya, Samar tapi pasti senjata tersebut tampak seperti menangis.
Apakah serangan said yang barusan menimbulkan efek yang sangat besar pada pedang tersebut.
"Hei bocah sudah saatnya mengakhiri semua ini, Aku akui kau memang sangat hebat untuk anak seusia mu, Namun kau salah memilih lawan bocah" Sir Lancelot tampak bersiap dengan serangan yang baru.
kali ini dia akan menggunakan sihir.
Dark Dimensionnnn.....!!!!!!!
Sir Lancelot menggunakan skill miliknya, membuat ilusi dimensi kegelapan, Seluruh ruangan tertutup oleh ilusi kegelapan, secercah cahaya pun tak tampak.
"Hehh?, Tampak nya kau terlalu meremehkan ku" Said tidak sabar kejutan apa yang akan dia dapatkan.
"Sayang sekali bocah, Tidak ada ucapan selamat tinggal bagi mu" Balas Sir Lancelot.
Said berdiri tenang ditengah kegelapan, Melamun sesaat.
"Ehhh, kok gelap, Woii siapa yang matiin lampunya, Gelap tau..." Said baru menyadari sekeliling nya sangat gelap, Dan mengira lampunya sedang dimatikan.
Hanya dalam beberapa saat said dapat berganti ganti kepribadian nya, kepribadian konyol dan kepribadian dingin yang penuh niat membunuh.
kemudian kepribadian said berganti lagi.
Dalam kegelapan Sir Lancelot melancarkan serangan penuh kearah Said, Dengan penuh percaya diri mengayunkan pedangnya menebas ke arah Said.
Srapppp!!!!
Dengan kecepatan tak masuk akal Sir Lancelot berhasil menebas ke arah Said, Dan melewati nya, Wajahnya tampak tersenyum.
Perlahan ruangan kembali terang menandakan sihir ilusi dimensi telah berakhir.
"Ehhh, Padahal ngincernya kepala eh malah dapat tangan, Baru kali ini meleset" Tampak said memegang tangan kanan Sir Lancelot yang telah terputus yang masih menggenggam sebuah pedang, Bahkan Sir Lancelot tidak menyadari bahwa lengan kanannya telah terputus.
ketika ia menoleh mendapati lengannya berada di tangan said, Ia melihat ke arah tangannya dan benar saja lengan nya benar benar telah Terputus.
Arrrrrrrggggghhhhg!!!!!
Sir Lancelot berteriak penuh kesakitan.
"Sejak kapan dia dia melancarkan serangan, tunggu dia bilang kalau serangannya meleset, Tidak mungkin dia bukanlah manusia dia adalah monster..!!" Batin sir Lancelot penuh ketakutan.