Hujan Di Bulan Juni

Hujan Di Bulan Juni
Kesakitan mu


Di perjalan pulang pun kau hanya memilih diam menahan tangismu .


Teman teman mu pun hanya bisa diam melihatmu.


"Kita tunggu saja penjelasan nya .. Jangan terlaku pikirkan sayang .." ucap kakakmu ..


Ya .. kau satu mobil dengan kakakmu ..


Karena dia khawatir dengan keadaan mu setelah kejadin tiba" itu ..


Kau hanya mendengar nya dan memilih diam sembari menatap ke luar jendela.


*skip Sampai*


Kau langsung masuk ke kamar mu dan menguncinya .


Semua yang khawatir pun mencoba berbicara dari luar kamarmu .


"Yuuu tolong jangan seperti ini , jangan mengurung dirimu .." ucap Tria khawatir ..


"Sayang ... semua pasti baik baik saja .. jangan menyiksa dirimu seperti ini .. kita tunggu saja penjelasan Jimin .." ucap Hobie di luar kamar mu ..


Mereka hanya bisa pasrah menunggu mu membuka pintu .


Dan kaupun bersuara.


"Aku tidak ingin bertemu siapapun .. biarkan aku sendiri .." teriakmu dari dalam ..


Rasa khawatir yang di rasakan semua orang pun semakin bertambah melihat kondisimu seperti ini.


Kau hanya menangis di dalam kamarmu , mengingat nya sangat menyakitkan untukmu.


"Siapa dia Jiminaa !!!! kenapa kau menyakitiku , kau baru saja berjanji padaku !!!! kau jahat Jimin aaa!!! kau jahat !!!!" teriakmu di iringi tangisan yang sangat kencang Sampai semua orang mendengar mu dari luar ..


Semua hanya mendengar mu dari luar tanpa tahu harus apa.


Hobie yang saat ini sedang mencari cara membuka pintumu pun juga kalang kabut mengkhawatirkan mu , di tambah tangisanmu .


Tidak lama kemudian suaramu terdengar sepi tidak ada ada lagi tangis yang di dengar semua teman mu.


Mereka pun memanggil mu dari luar sembari memukul mukul pintumu.


Tapi tidak ada jawaban.


",Yuuu kamu kenapa ?? Yuhuuu jawab kami ..!!!" ucap Dinar khawatir ..


"oppa !!!! kemarilah cepat tidak ada suara dari dalam kamar adikmu !!!! yaa oppa cepat lahh !!!" teriak semua khawatir ..


Hobie pun datang membawa kunci cadangan kamarmu.


Dia segera membukanya dan ...


"Ya ampun ayuuuuu!!!!" teriak semua kaget melihat keadaan mu ..


iya .. keadaan mu sekarang tidak sadarkan diri di samping ranjangmu .


Kau yang menangis kala itu membuat kepala mu sakit dan tidak sadarkan diri.


"Oppa cepat bawa ke rumah sakit ?!!!" ucap Elma yang panik terjadi sesuatu pada mu karena kondisimu saat itu belum pulih seutuhnya dan di tambah masalah kali ini ..


Kalian pun semua bergegas ke rumah sakit.


Di perjalanan Ina pun menelpon Jimin bermaksud memberikan kabar.


"Yaaa jimina cepatlah ke rumah sakit !!! ini semua karena ulahmu !!! jika terjadi apa" dengan sahabat ku kau akan tahu akibat nya !!!!" ucap Ina marah dan menutup telpon ..


Jimin yang saat itu sampai dirumah mu pun langsung bergegas menyusul ke rumah sakit .


*Skip sampai rumah sakit*


Kakak dan teman teman mu yang menunggu mu di luar ruangan mu pun panik tidak karuan menunggu dokter keluar.


"Ya Tuhan tolong jangan sampai ada apa apa dengan adik ku ..." ucap Hobie khawatir ..


"Tenanglah dia pasti baik baik saja ..." ucap Tria menenangkan ..


"Jimin aku tidak akan memaafkan mu ...!!!" ucap Dinar kesal ..


"Sudah kita tidak bisa marah padanya sebelum dia menjelaskan semua ini .. !!!" ucap Elma menenangkan suasana kala itu ..


Jimin yang baru sampai disana pun di sambut tatapan tajam dari semua orang .


"Bagaimana keadaan nya ..." tanyanya ..


Tidak ada yang menjawab ..


"Sabarlah dokter yang memeriksanya belum keluar ... " ucap Elma tanpa menatap ..


"Sampai terjadi apa apa dengan adikku kau orang pertama yang akan aku hajar jimina ..!!!" ucap Hobie yang sudah tidak bisa meredam amarahnya ...


"Aku akan menjelaskan semua nya ... aku mohon percayalah padaku ..." ucap Jimin sendu


Jimin terus memperhatikan mu yang di tangani dokter dari luar ruangan sembari menunggu .


"Ku mohon selamatkan dia Tuhan ..." batin Jimin ..


Tidak lama pun dokter keluar .


"Bagaimana. keadaan nya dok ?? " ucap Jimin ..


semua hanya diam menunggu jawaban dokter ..


"Apa kalian keluarga nya ??" tanya dokter ..


"Saya kakaknya ..." ucap Hobie ..


"Baiklah ikut denganku ada yang harus saya bicarakan ..!!" ucap Dokter berlalu yang di ikuti Hobie ..


"Tunggulah disini ..." ucap Hobie pada Tria sembari berlaku mengikuti dokter ..


Jimin pun hanya bisa duduk di sampingmu menunggu mu sadar sembari menggenggam tanganmu dan sesekali mengecup tanganmu .


Dia menangis ??? iya .. dia menangis .. menyesal kenapa wanita itu kembali lagi di saat bahagianya ..


"Aku janji akan menjelaskan semua padamu ... ku mohon sadarlah ..." ucap Jimin yang masih setia menunggumu ..


.


.


.


. Apa yang terjadi ??


Penasaran apa yang akan di katakan dokter tentang keadaan mu sekarang. .


Oke lanjut episode selanjutnya ..


Happy reading ..


jangan lupa tinggalkan like + komeni nya yaa..