Hopeless Reincarnation

Hopeless Reincarnation
Pengisi Meja


“Wah..Wah, apakah benar ini Nona Arabella de Heinstrein?” Seorang nona ‘menyapa’ku yang sudah duduk di meja bundar paling belakang di taman itu. Beberapa orang lain yang datang bersamaan dengannya memandangku sama menariknya.


 “Bukankah Nona selalu menjadi seseorang yang ‘ditunggu’ kedatangannya? Saya jadi ‘terharu’ melihat Nona datang tepat waktu.” Lihat dia, bisa-bisanya setiap kalimatnya punya makna ganda. Bilang saja kalau aku biasanya datang terlambat dan membuat orang lain menunggu.


“Nona Sissel, senang bertemu lagi dengan Anda.” Aku menarik bibirku untuk tersenyum. “Semoga saya tetap bi...