
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sekuriti yang melihat thalia digandeng oleh farhan merasa sedikit terkejut,sebab kedua orang tua thalia bahkan thalia pun mengatakan kalau nanti farhan datang jangan dibolehkan masuk atau bilang saja dirinya tidak dirumah.
"tuan farhan,maaf...anda dilarang masuk" ucap pria paruh baya itu saat melihat farhan sudah menggendong tubuh thalia karena thalia sudah tidak sadarkan diri.
"biar saya yang mengantar nona thalia ke kamar nya,saya akan panghil bik nani" jelas pria itu dengan sopan sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil tubuh thalia dari gendongan farhan
"ngak usah,biar saya saja pak. Lagian siapa yang melarang saya masuk kedalam ?" tanya farhan dengan kesal
"nona thalia juga kedua orang tua nya" jawab pria itu dengan tegas
"hah....kalau begitu jangan katakan apa pun,saya hanya akan mengantar thalia kemudian saya akan pulang " ucap farhan yang sudah masuk lebih dulu, dia mengantarkan thalia ke kamar nya
Bapak sekuriti itu langsung menghubungi papa nya thalia dan mengatakan semua nya,papa thalia terkejut tapi dia berusaha untuk tenang dan mengatakan kalau pak sekuriti harus mengikuti ucapan farhan . Mengatakan kalau dia tidak menghubungi nya dan berpura-pura tidak melihat nya,seperti ucapan farhan
Di dalam kamar thalia,farhan meletakan tubuh thalia diatas tempat tidur kemudian dia menatap wajah thalia yang sudah memerah dan terpejam . Dia menatap sekeliling kamar thalia,terlihat seperti biasa saat terakhir kali dia kesini.
Senyuman menghiasi bibir farhan saat melihat benda kramat yang membuatnya bisa merasakan tubuh thalia dengan nyata,benda pemberian stella yang membuat nya ingin mengulang kembali kejadian dulu.
Farhan berdiri dan mengambil alat yang berbentuk kelamin pria itu,dia menyentuh nya dan mendekatkan ke wajah nya. Farhan terkejut saat mencium aroma cairan milik thalia ,membuat nya terbuai dan ingin mencicipi daerah sensitif milik thalia lagi.
huek....huek....
Thalia mengeluarkan isi perut nya semua di tempat tidur membuat farhan terkejut,dia meletakan alat yang dipegangnya. Kemudian dia mendekati tubuh thalia dan membawanya kedalam kamar mandi,dia memasukan thalia kedalam bath up dan mengisi air hangat didalam nya . Dia membantu thalia membuka pakaiannya karena pakaiannya terkena muntahan nya,sehingga dia harus menahan hasrat nya pada kakak ipar nya .
Setelah selesai,farhan keluar memanggil bik nani untuk membersihkan tempat tidur nya dan mengganti sprei nya dengan yang baru. Kemudian dia berjalan ke arah dapur,mengambil air madu dengan lemon untuk meringankan rasa mabuk pada thalia.
"sudah selesai bik?" tanya farhan sambil membawa air madu lemon dan bubur ayam yang dia pesan secara online di persimpangan perumahan thalia
"sudah tuan muda ,saya permisi dulu " jawab bik nani sambil membawa sprei kotor ditangannya
Farhan meletakan nampan yang di bawa nya kemudian dia masuk kedalam kamar mandi,dia melihat thalia sudah kembali tertidur didalam bath up dengan air di bath up sudah meluber kemana-mana.
Farhan mematikan kran air nya ,kemudian dia membersihkan tubuh thalia dengan sabun cair membuat nya semakin tidak tahan ingin melakukan penyatuan dengan thalia. Dia meremas dan memainkan jari nya didalam daerah sensitif milik thalia,membuat thalia me de sah dan melenguh menikmati permainan jari milik farhan
Selama ini thalia melampiaskan hasrat nya dengan memasukan alat pemberian stella,dia memainkannya sendiri . Walaupun rasa nya lebih nikmat kalau di masukin dengan yang asli nya seperti saat farhan memasukan miliknya,membuat thalia ingin lagi dan lagi
Farhan melepaskan jari nya,kemudian dia memakaikan kaos polos tanpa memakai brra juga memakaikan underware milik thalia dengan lembut.
"minumlah air hangat ini,kemudian makan bubur nya sedikit saja " ucap farhan yang memberikan air hangat madu ditangan thalia.
Thalia membuka mata nya perlahan, dia melihat wajah farhan dan menyentuh pipi farhan dengan lembut kemudian meminum air hangat madu itu dengan sekali tegukan . Kemudian dia mengambil bubur yang berada diatas nampan dihadapannya,dia melahap nya dengan cepat sambil melihat wajah farhan dengan senyuman dibibir nya
"farhan....hah,kau seperti nyata " gumam thalia,selama ini jika dia mabuk pasti selalu membayangkan wajah farhan di kepala nya
Sering sekali teman thalia mengadakan pesta ulang tahun di club,kadang pun mereka selalu melakukan pertemuan untuk membahas baju yang akan dia rancang di club juga. Club itu merupakan milik salah satu pemilik butik seperti thalia ,makanya dia memilih untuk tetap berada disana.
"istirahat lah,aku akan pulang " ucap farhan dengan lembut membuat thalia tertawa kecil
"benar-benar tidak nyata" gumam thalia lagi tapi masih terdengar oleh farhan
"kenapa kau bilang aku ngak nyata?" tanya farhan, karena pasti nya saat ini thalia sedikit sadar
"kalau asli nya,kau itu tidak pernah sebaik ini. Bahkan bicara lembut begini,itu bukan farhan yang aku kenal. " jawab thalia dengan sesekali memejamkan mata nya ,kemudian menarik nafasnya
"apalagi pria seperti farhan ngak akan mau melayani satu wanita saja,dia ingin bebas bercinta dengan siapa pun. Aku dulu saja yang bodoh,sudah tau dia tidak ingin terikat dengan satu wanita tapi masih berharap bisa menikah dengan nya" jelas thalia dengan pikiran yang sudah entah kemana
"ya....kau bodoh, kenapa kau menerima perjodohan dengan si farhan itu ?"ucap farhan,dia ingin tau alasan thalia menerima perjodohan itu padahal mereka tidak saling cinta
"hhmmm....demi daren,dia selalu menceritakan mengenai paman nya yang tampan dan pintar itu. Dia juga bilang kalau ingin papa yang seperti itu,karena dia melihat wajah papa nya pada paman nya. Aku melakukan nya demi daren,bahkan dengan bodoh nya dulu aku berpikir jika saja farhan mau menikah dengan ku. Aku akan mengijinkannya bercinta dengan semua wanita yang dia ingin kan,asalkan jangan menyentuh ku" jelas thalia yang sudah membayangkan wajah daren
"tapi sekarang,aku ngak ingin menikah dengan siapa pun. Lagi pula anakku hiks....daren,maafkan mama sayang hiks....dia menjadi sangat pendiam setelah....aah,sudah lah. Aku ngantuk " ucap thalia yang sudah menangis ,kemudian dia berhenti menangis dan menghapus air mata nya.
Tubuh thalia merosot ,dia menyibakan selimut nya dan ingin masuk kedalam selimut itu untuk tidur. Sekilas terlihat underware yang dipakaikan farhan tidak terlihat pas,agak miring sedikit sehingga memperlihatkan daging kecil di daerah sensitif milik thalia membuat gairah farhan meningkat.
"ternyata karena itu,apa benar kau tidak ingin sentuhan ku hhmmm?" tanya farhan dengan lembut dengan tangan nya yang sudah meraba daging kenyal dibawah sana
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘