
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sejak saat itu,thalia tidak ingin mengetahui apa pun mengenai farhan. Baik diri nya yang pindah kesana atau saat dia mengurus perusahaan keluarga mereka,bagi nya farhan hanya lah adik ipar nya.
Tapi saat ini thalia terkejut mendengar daren memanggil papa pada farhan didepan umum,banyak yang menatap ke arah mereka seolah minta penjelasan pada nya.
Daren tidak memperdulikan mama nya,dia sudah berada digendongan farhan. Thalia hanya bisa memejamkan mata nya sebentar,menahan emosi dan amarah dihati nya karena melihat anak nya sendiri seperti itu.
Farhan yang sudah menggendong daren,hanya tersenyum dan menarik tangan thalia dengan satu tangannya yang bebas lainnya. Dia menggenggam tangan thalia dan membawanya ke mobil nya yang parkir tak jauh dari mereka,thalia hanya diam saja dan mengikuti mereka karena saat ini semua mata masih tertuju pada mereka.
Ceklek
"masuk lah,kita akan belanja dulu ya...."ucap farhan dengan lembut,dia membuka pintu depan untuk thalia setelah memasukan tubuh daren melalui pintu belakang .
"kita langsung pulang saja,aku capek "jawab thalia dengan ketus
"iya paman,kita pulang aja. Daren juga dah laper,mau makan " ucap daren juga karena tadi pagi mama nya mengatakan sudah masak makanan kesukaan nya,tinggal dipanaskan saja saat makan siang nanti.
"kita makan diluar saja ya" ucap farhan yang masih ingin berlama-lama dengan thalia,entah kenapa dia senang sekali melihat wajah thalia.
"mama sudah masak enak paman, aku mau makan masakan mama dirumah " jawab daren dengan cepat ,karena saat perut nya terasa lapar. Dia jadi ingat makanan yang disebutkan oleh mama nya pagi tadi
"hhmmm....baiklah,Paman juga boleh makan dirumah daren kan?" tanya farhan menatap ke arah daren yang mengangguk dan melirik ke arah thalia yang tiba-tiba wajah nya terlihat bingung
"paman?tadi kamu memanggilnya papa,kenapa sekarang jadi paman?" tanya thalia dengan nada bingung nya
Kedua pria beda usia didepannya ini hanya tersenyum saja,karena memang hanya mereka yang tau semua nya. Farhan memilih menjalankan mobilnya menuju rumah thalia,sedangkan daren hanya memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya di bangku kemudi di belakang.
"huuufff...."
Thalia hanya menghela nafas nya saja,dia sedang tidak ingin berdebat apa pun pada kedua pria di dekat nya ini.
Tak lama mobil sampai didepan rumah thalia,thalia membuka pintu mobil didekatnya dan berjalan keluar. Begitu juga dengan daren dan farhan,mereka berjalan beriringan seperti papa dan anaknya . Thalia tidak perduli dan langsung berjalan ke arah dapur,menyuruh pelayan untuk memanaskan masakan nya pagi tadi.
Setelah mengatakan hal itu,thalia menuju ke kamar nya . Dia melihat alat kelamin pria yang dikirimkan oleh stella tadi,dengan penasaran dia mengambil nya dan menekan tombol diujung nya.
Alat berbentuk ba ta ngan itu langsung memutar dan bergetar dengan pelan,thalia mulai menekan tombol lainnya dan getaran nya lebih kencang.
Thalia yang merasa penasaran dengan rasa nya,dia memilih mengambil gel yang berada didalam kotak paket alat ba ta ngan itu. Stella juga mengirimkan gel untuk pelumas daerah sensitif nya,agar mudah untuk masuk kedalam daerah sensitif milik thalia.
"ssshh....aah...." ucap thalia dengan pelan saat merasakan ba ta ngan itu sudah masuk setengah,dia memejamkan matanya dan mulai menggerakannya terlebih dahulu kemudian menekan tombol pelan agar alat itu bergetar hingga akhirnya dia mendengar suara pintu dibuka dan tertutup lagi.
Mata nya membulat sempurna saat emping farhan sudha berada didalam kamar nya,apalagi farhan menutup pintu itu dengan cepat dari dalam. Seketika thalia merapatkan kedua paha nya,mencabut alat yang tadi masuk kedalam daerah sensitif miliknya.
"ka...kamu ngapain disini?" tanya thalia dengan gugup ,dia malu karena ketauan memakai alat berbentuk kelamin pria itu.
Farhan tadi nya ingin memanggil thalia karena makanan sudah dihidangkan,dia disuruh oleh daren karena daren sudah merasa lapar dan sudah makan lebih dulu ditemani pelayan. Makanya dia mendatangi kamar thalia,tapi saat sampai didepan pintu kamar thalia. Dia ingin mengetuk pintu itu,tapi tidak jadi karena mendengar suara de sa han dari dalam.
Dengan perlahan farhan membuka pintu itu yang ternyata tidak dikunci hanya dirapatkan saja,karena tadi nya thalia hanya ingin mengganti pakaian nya saja tapi ngak tau nya dia malah tertarik dengan benda berbentuk ba ta ngan milik pria.
"aku hanya ingin manggil kakak ipar untuk makan,karena daren sudah sangat lapar" jawab farhan dengan senyuman yang berbeda didepannya
"hah...ya sudah, kalian akan saja lebih dulu. Aku...aku mau ganti baju sebentar " jelas thalia dengan wajah memerah.
"hhmmm....baiklah,tapi kakak ipar. Sebaiknya kita makan dulu,setelah itu aku akan membantu mu untuk menggerakan alat itu agar rasa nya maksimal dan dapat cepat sampai di sana" jelas farhan dengan senyuman yang mesum.
"hah... ka kamu bicara apa sih?sudah sana keluar " ucap thalia dengan wajah yang sudah memerah menahan malu
"ha...ha...ha..."
Farhan tertawa terbahak-bahak sambil berjalan keluar dari kamar thalia,entah kenapa saat ini dia suka sekali mengerjai kakak ipar nya itu.
Setelah melihat farhan yang sudah keluar,thalia memilih merapikan pakaiannya kemudian menyusul farhan keluar menuju meja makan. Disana sudah terlihat farhan dan daren duduk berdua menikmati makan siang nya,sedangkan thalia yang baru datang masih menatap tajam pada farhan yang terlihat tersenyum mengejek nya.
"ma....maaf ya kalau kami makan duluan,aku sudah lapar" ucap daren yang merasa ngak enak memilih makan duluan
"ngak apa apa sayang,mama juga lagi sibuk tadi kok tapi nanti biar paman bantu mama. Tapi kamu harus tidur siang,biar kerjaan mama mu selesai dan bisa tidur siang juga" jawab farhan dengan santai,karena saat thalia ingin menjawab pertanyaan daren malah farhan yang lebih dulu menjawab nya
"mama sibuk?apa benar paman bisa bantu mama?kasihan juga sama mama yang selalu sibuk setiap hari,daren belum besar jadi belum bisa bantu mama " ucap daren dengan nada sedih,dia memang sering lihat mama nya menggambar pada malam hari bahkan memasang kancing baju didalam kamar nya hingga larut malam.
"iya....paman bisa bantu kok,tapi kamu jangan mengganggu ya. Nanti kerjaan mama kamu malah ngak siap-siap " jawab farhan dengan senyuman yang menyimpan sesuatu disana,membuat thalia sedikit takut melihat nya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
.