
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Thalia masuk kedalam kamar nya dan merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur nya,dia melirik ke arah jam dinding di kamar nya yang masih pukul sepuluh malam. Kemudian dia mengambil ponsel nya dan menonton film dewasa yang sering dia tonton,selama menikah . Thalia lebih dominan dalam bercinta,dia selalu mengajak suami nya untuk bercinta lebih dulu .
Makanya selama ini thalia suka membuat lingerie dengan model terbaru,dia membuatnya untuk dirinya juga untuk butik nya . Apalagi dia selalu ingin menggoda suaminya dengan pakaian minim seperti itu,tapi apa mau dikata. Tuhan lebih sayang pada suaminya ,sehingga dia menjadi janda seperti saat ini.
Thalia hanya bisa melampiaskan nya dengan menonton film dewasa,kemudian memainkan jari nya didalam daerah sensitif nya seperti malam ini. Dia mendesah tak karuan tanpa perduli siapa pun,karena kamarnya termasuk kedap suara.
Tapi thalia lupa kalau dirumah nya saat ini ada farhan yang sedang menginap disana,tadi nya farhan sedang haus dan ingin ke dapur untuk mengambil air putih dingin di lemari pendingin tapi saat melewati kamar thalia yang ternyata terbuka sedikit dan tidak dikunci.
Matanya membulat sempurna saat melihat apa yang dilihat nya,wajah nya seketika memerah. Dia melihat jelas thalia memainkan jari nya dibawah sana,walaupun tidak terlihat semua nya tapi jari thalia yang berada dibawah piyama yang dipakainya membuat farhan yakin kalau jari lentik itu sedang bermain disana.
Melihat wajah thalia yang sudah bernafsu membuat farhan ikut merasakan hal yang sama,dia mengeluarkan ba ta ngan miliknya yang sudah berdiri tegak. Memainkan dan memijat nya didepan pintu kamar thalia,tanpa ada yang mengetahui nya karena semua pelayan dirumah itu sudah tidur lebih dulu.
"Eenngghh....ssshh aaah...."
Lenguhan dan de sa han akhirnya keluar dari bibir thalia,membuat farhan ikut keluar juga. Organisme terakhir mereka hingga akhirnya farhan memilih masuk kedalam kamar daren kembali,karena tangannya sudah lengket dengan cairan kenikmatan miliknya yang sudah keluar juga.
Setelah membersihkan cairan ditangan dan ba ta ngan miliknya membuat farhan akhirnya bisa tidur dengan tenang juga,wajah sa nge dari thalia masih terekam dengan jelas dikepala nya .
Pagi pun tiba,thalia sudah menyiapkan sarapan dan sudah terlihat cantik dengan dress berwarna hijau lumut yang panjang selutut. Dia dibantu oleh pelayan untuk membuat sarapan pagi ini,dia aja pergi ke butik kemudian makan siang bersama aldi. Sahabat nya yang baru sampai di kota itu,dulu aldi merupakan sahabat thalia saat di sekolah.
Thalia merupakan cinta pertama aldi,makanya sampai sekarang aldi belum menikah karena menunggu janda nya. Tapi thalia tidak pernah mengetahui hal itu,dia hanya menganggap aldi sahabat saja.
"Ayo sarapan,mama sudah buatkan bubur kesukaan mu" ucap thalia saat melihat daren dan farhan turun dari lantai dua rumah nya.
"Yeaayy.....aku mau yang banyak ma" jawab daren.
Disaat thalia menyiapkan bubur kesukaan daren,pintu rumah depan mereka pun diketuk oleh seseorang. Farhan berjalan menuju depan,dia melihat seorang kurir membawa kotak . Seperti nya sebuah paket,dengan sopan farhan menanyakannya.
"kiriman paket pak,buat ibu thalia" ucap pria itu dengan sopan juga.
"Terima kasih" jawab farhan setelah menerima paket dan memberikan tanda tangan pada pria itu
"ini paket untuk mu" jelas farhan
Farhan memberikan kotak berukuran sedang ke arah thalia,kemudian duduk disamping daren. Disana juga sudah melihat mangkuk bubur didepannya,aroma bubur itu sungguh menggoda nya.
Dengan perlahan farhan menyendokan bubur nya dan memasukannya kedalam mulutnya,terasa nikmat dan gurih. Dia menikmati rasa yang enak menurut nya,masakan thalia terbilang enak karena dulu dia sering makan disana bersama kakak nya walaupun thalia tidak dirumah
"hah....pasti bahan untuk buat dress minggu depan " gumam thalia dengan pelan.
"boleh aku buka?" tanya farhan, dia penasaran dengan kotak itu karena tadi dua melihat sesuatu dari samping kalau ada dua barang didalam nya.
"hah? ya sudah ,buka saja " jawab thalia yang duduk didepan farhan dan daren.
Farhan yang sudah selesai makan pun mengambil kotak berukuran sedang itu,dia penasaran dengan barang yang ada diatasnya karena saat dia meraba nya ada benjolan yang membuatnya penasaran.
Dengan pelan dia membuka nya,hingga terlihat sebuah alat yang menyerupai kelamin pria dengan tombol dibawah nya. Thalia dan farhan terkejut,mereka saling tatap hingga akhirnya thalia mengambil alat yang berbentuk rudal yang cukup besar itu.
"Hhmmm.....maaf" ucap thalia dengan wajah memerah.
"iiissshh....apa-apaan sih stela?Kenapa ngirimin barang ginian?" tanya thalia dengan pelan,dia kesal karena stelan benaran mengirimkan alat kelamin pria seperti yang dilihat nya.
Stella memang pernah mengatakan pada thalia,agar menyalurkan hasrat nya dengan alat seperti itu agar terasa nikmat. Sama seperti kita bercinta,hanya saja tidak ada foreplay sehingga langsung keluar begitu saja. Apalagi selama ini thalia sudah tidak berhubungan dengan pria lain,jadi dia bisa melakukannya dengan ini. Alat ini juga bisa bergetar didalam ,begitulah yang disampaikan oleh stella dua hari yang lalu.
Farhan hanya tersenyum saja,dia menatap wajah thalia yang masih terlihat merah dan sangat menggemaskan dimata nya. Tatapan mereka kembali bertemu,kemudian thalia mengalihkannya karena mendengar ponsel nya berdering.
"lia....apa kau sudah menerima paket ku?" tanya stella yang sudah tersenyum-senyum sendiri,karena thalia memang tidak menginginkan alat itu disaat semau teman nya membeli alat itu untuk kepuasan jika suami mereka pergi tugas keluar kota .
"kau gila ya,kan aku bilang aku ngak butuh alat seperti itu" bentak thalia dengan keras dan daren juga farhan menatap ke arah nya
"itu hadiah untuk mu thalia,apalagi kamu ngak punya rudal asli kan ha...ha...."jawab stella dengan santai
Farhan juga daren mendengar nya karena stela melakukan panggilan video pada thalia,thalia yang belum menghabiskan bubur nya pun berjalan menjauhi mereka.
"ya ampun stella....kau buat aku malu" ucap thalia dengan kesal
"memang nya kenapa?Apa yang terjadi hah?" tanya stella dengan pelan,dia menatap wajah thalia yang merah
"yang membuka nya tadi farhan" jelas thalia dengan wajahnya yang masih merah, dia malu dengan farhan
"farhan?adik ipar mu yang tampan itu?wah....kenapa kamu ngak mau menikah dengan nya sih lia?" tanya stella dengan lancar nya,thalia belum juga menjawab nya tapi memberikan tatapan yang tajam pada stella.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘