
bab 61
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Thalia,dia sedang berdiri didepan kaca karena baru saja selesai mandi dan memakai pakaian tidur nya . Daren melakukan panggilan video didalam kamar thalia,beberapa hari ini dan terlihat sangat manja dan ingin tidur bersama sang mama.
Farhan tidak mengenali ruangan itu,karena memang daren ngak pernah masuk kedalam kamar thalia. Jika kerumah thalia,farhan hanya ingin menjemput daren dan membawa nya ke rumah kedua orang tua nya saja.
Mata farhan membulat sempurna,dia merasa terkejut melihat tubuh thalia yang terlihat seksi . Padahal selama ini banyak wanita yang mulai mendekati dirinya di kota itu tapi dia tidak pernah perduli,dia tidak pernah mau terikat dengan wanita mana pun.
"ini di kamar mama ,daren selalu bobok sama mama kalau paman ngak kesini" jawab daren dengan lancar
Daren termasuk anak yang bijak,dia berbicara tidak cadel seperti anak seusia nya. Thalia juga selalu menjaga dan merawat nya sendiri tanpa bantuan perawat,selama ini thalia seorang desainer terkenal. Dia selalu mendesain pakaian nya sendiri,dia juga punya butik kecil sebelum menikah dengan kakak nya farhan.
Thalia berjalan mendekati daren dengan tersenyum,farhan melihat nya karna daren mengarahkan ponselnya ke arah belakang bukan ke arah wajah nya.
Dua bongkahan kenyal milik thalia begitu menantang di mata farhan hingga membuat celana nya terasa sesak,farhan menelan saliva nya dengan susah payah .
"daren....ayo kita tidur,besok mama antar ke rumah kakek dan nenek ya" ucap thalia membuat farhan yang tersadar dari lamunan nya
Farhan sempat melamun menenggelamkan wajah nya di antara dua bongkahan itu,bahkan memainkan pu ting susu milik thalia yang terlihat besar karena seperti nya thalia tidak menggunakan brra .
"iya ma....udah dulu ya paman,besok kita jumpa dirumah nenek karena besok mama mau pergi sama om aldi" jelas daren membuat thalia dan farhan mengernyitkan dahi nya bingung.
Thalia bingung karena mendengar daren menyebut paman,dia berpikir kalau dari tadi daren sedang bermain game di ponsel nya. Sedangkan farhan merasa bingung,karena daren menyebut nama pria lain yang ingin mengajak mama nya jalan.
Selama kakak nya meninggal,kedua orang tua farhan juga kedua orang tua thalia menjodohkan mereka tapi farhan menolaknya karena memang tidak ingin terikat pada satu wanita . Sedangkan thalia hanya mengikuti farhan saja,jika farhan ngak menginginkan perjodohan mereka maka dia juga ngak akan maksa.
Thalia menerima nya karena memang daren sudah cocok dan sayang pada farhan, padahal mereka baru saja bertemu tapi daren sudah begitu dekat dengan farhan makanya thalia menerima nya. Walaupun mereka belum pernah bertemu sama sekali,karena memang kesibukan masing-masing.
Saat papa nya daren meninggal,farhan tidak bisa datang karena memang mendadak dan pekerjaan nya juga tidak bisa dia tinggalkan . Dia juga bertemu dengan thalia saat pernikahan kakak nya itu,selama berapa bulan ini saat farhan datang kerumah thalia untuk menjemput daren. Farhan tidak pernah memperhatikan thalia dengan seksama,hanya sekedar bertegur sapa saja.
"Paman....paman...." panghil farhan yang masih memikirkan nama aldi
"ah iya.....kamu sudah mau bobok ?padahal paman ingin mampir sebentar, ada oleh-oleh yang paman bawa untuk mu" jelas farhan dengan wajah kecewa nya yang dibuat-buat nya.
Farhan memang sudah membeli oleh-oleh untuk daren, berupa makanan dan mainan. Dia sudah menyiapkan nya dari jauh-jauh hari,karena dia memang sangat sibuk memeriksa hasil kerja perusahaan nya disini dan menghadiri pernikahan sahabat nya juga.
Tadi nya farhan ingin memberikannya besok saat mereka bertemu dirumah kedua orang tua nya,tapi entah kenapa saat melihat thalia dengan pakaian minim seperti itu membuat farhan ingin melihat secara langsung .
"apa boleh?kan sudah malam?" tanya farhan sambil melirik ke arah wajah thalia yang sudah duduk disamping daren
Thalia yang tadi nya bingung, langsung duduk disamping daren. Dia melihat daren yang menelpon farhan,makanya dia hanya diam disamping daren.
"boleh ma....kita tunggu paman datang kesini?" tanya daren menatap wajah mama nya, thalia hanya mengangguk. Lagi pula farhan sering sekali main dirumah mereka,jadi ngak masalah jika dia datang malam hari dan malam ini juga belum terlalu larut.
"yeaayy.....aku akan menunggu paman di depan,cepat datang ya paman" ucap daren sambil berlari ke arah depan rumah nya
Thalia dan farhan hanya tersenyum,ponselnya belum dimatikan oleh daren sehingga harus thalia yang mengakhiri nya.
"Aku matiin ya?daren sudah berada dilantai bawah,dia menunggu mu datang " jelas thalia membuat farhan tersenyum dan mengangguk.
Thalia mematikan panggilannya,dia menyusul putra nya kedepan dengan memakai penutup piyama tidur nya. Dia yakin jika farhan tidak akan melihat ke arah nya,karena selama ini thalia lah yang memperhatikan farhan dan daren dari jauh saja.
Tak lama mobil farhan sudah sampai didepan rumah thalia,terlihat thalia dan daren yang sudah menunggu di teras depan rumah nya. Daren langsung berlari mendekati farhan yang baru saja turun dari mobil,dia memeluk tubuh daren yang kecil dan menggendong nya
"Kenapa menunggu diluar?nanti masuk angin daren" ucap farhan dengan lembut sambil mencium pipi daren yang cabi
"daren kangen sama paman,mana oleh-oleh nya ?" jawab daren dan menanyakan hadiah yang akan diberikan oleh farhan.
"Paman juga kangen"ucap farhan sambil melirik ke arah thalia
Thalia dari tadi hanya tersenyum dan menatap ke arah daren,jadi dia tidak mengetahui kalau farhan melirik nya.
Ada rasa kecewa dihati farhan saat melihat thalia menutupi tubuh nya dengan blazer ,padahal saat melihat nya di latar ponselnya. Thalia hanya mengenakan piyama tidur nya dengan tali satu di bahu nya,saat ini piyama itu tertutup oleh blazer pasangan nya.
Senyum farhan mengembang saat melihat wajah thalia yang terlihat cantik dan manis dimata nya,entah kenapa dia menyesali kalau baru ini dia memperhatikan wajah thalia yang cantik.
Farhan merasa telah menyia-nyia kan waktu beberapa bulan ini,harus nya dia menerima permintaan kedua orang tua mereka untuk lebih dekat dulu . Jika merasa cocok baru mereka akan menikah,tapi mungkin kesempatan itu tidak datang dua kali.
Farhan pernah mendengar kalau sudah banyak pria yang ingin melamar thalia,tapi thalia belum mau untuk menikah. Dia masih ingin menikmati masa janda nya,tapi karena apa . Farhan juga belum mengetahuinya,atau bahkan tidak ingin mengetahui saat itu.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ