DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
72. Mafia Numero Uno


Di suatu tempat yang nun jauh di Eropa, sedang terjadi perbincangan seorang pimpinan mafia dengan tangan kanannya. Mereka baru saja menangkap salah satu agen organisasi BOS cabang negara itu.


"Katanya Mr. Sato memiliki seorang anak perempuan yang masih remaja. Namun identitasnya sengaja disembunyikan. Sepertinya organisasi mereka memiliki ahli IT dan hacker yang handal boss. Sehingga kita tak bisa menerobos lebih lanjut data keluarga Mr. Sato tersebut."



Sang pimpinan tengah memainkan kartu sembari menghisap cerutunya, ditemani Grace kekasih mafia yang bernama Bruno itu.


"Tanya padanya! Anak Sato itu berada di mana!" sebuah senyuman miring tersungging di bibirnya.


"Kita lihat Sato! Kau akan menyesali segala perbuatanmu yang telah berani mengganggu kesenanganku!"



"Cari informasi secepat mungkin. Jika anaknya seorang remaja perempuan, berarti anak itu bisa kita jadikan alat untuk memperalat Sato sialan itu! Salah sendiri, huh, berani mengganggu Bruno, pimpinan Numero Uno ini, hahahaha!"


Rahangnya yang tegas mengeras akibat perasaan yang kesal karena barang yang susah payah dicurinya sebagai pelengkap koleksi, telah direbu kembali oleh organisasi BOS yang kala itu Mr. Sato langsung turun tangan dalam untuk merebut koleksi yang baru dimilikinya.


Tangan kanannya segera memberi tinju pada agen yang berhasil ditangkap.


bug


bug


bug


"Katakan! Siapa nama anak Sato!"


"Bunuh! Ayo bunuh saja," ucap agen itu, matanya masih nyala menantang orang-orang itu.


"Hahaha, kalau membunuhmu itu urusan gampang! Bagaimana dengan mereka?"


Datang anggota mafia yang tengah menyeret seorang wanita dengan mulut terikat.


"Margareth!" teriaknya, "Lepaskan dia bangsat!!" teriak agen itu melihat kekasihnya ikut diseret oleh mafia yang tidak memiliki hati itu.


"Dia akan kami bebaskan jika kau mengatakan informasi siapa anak Sato itu!"


"Aku tidak tahu! Sungguh aku tidak tahu!"


"Kami tidak main-main Tuan!" anggota mafia itu menodongkan pistol ke arah kepala gadis kekasihnya.


"Aku benar-benar tidak tahu! Yang aku tahu anaknya berada di Indonesia!" teriaknya memohon untuk melepaskan kekasihnya itu.


"Katakan lagi! Dimana!"


"Aku benar-benar tidak tahu! Mereka menyembunyikan semua informasi keluarga Mr. Sato."


Sebuah senyuman licik tersungging, Oliver sang tangan kanan tak punya hati mengarahkan senjata ke kepala agen, "Dasar makhluk tidak berguna!"



Duuuuaaarrr


Agen dan kekasihnya ditembak dan tewas ditempat.


****


Keesokan harinya, tangan kanannya berlari kecil memberi informasi bahwa rekan bisnis dunia hitam dari Indonesia nya telah sampai. Boss mafia bernama Bruno menitahkan sang tangan kanan untuk menyuruhnya langsung menghadap.


Setiap derapan langkah kaki pria Indonesia diantar pria asing itu, berbunyi sangat berirama. Dengan percaya  diri Buana Putra menghadap Bruno yang merupakan pimpinan mafia yang ditakutkan seantero benua Eropa.


Bruno menyambut hangat kedatangan rekan bisnis dunia hitamnya ini dengan salaman dan rangkulan, "Welcome to Italy Mr Buana Putra…"


"Thanks Bruno… Saya juga merasa sangat senang dan tersanjung bisa bekerjasama dengan Anda, Mr. Bruno. Berkat Anda, bisnis saya yang hampir bangkrut tahun lalu akibat seorang gadis kecil, kini kembali bangkit dan telah beroperasi seperti biasa."


"Apa? Karena gadis kecil?"


"Itu memang benar Mr. Bruno. Kala itu dia masih sangat kecil berani menghancurkan bisnis saya. Tapi usai memberikan pelajaran untuknya, saya sudah merasa cukup puas."


"Haha.. ternyata Anda cukup kejam,.. saya sangat menyukai bekerja dengan orang yang satu frekuensi dengan saya."


"Oh iya, saya ulangi.. saya sangat berterima kasih atas semua pertolongan dan kerja sama Anda yang membuat perusahaan kami bangkit lagi."


"Sudah sering saya bilang, saya membantu Anda tidak secara cuma-cuma. Anda harus memberikan satu hal penting dalam hidup Anda sebagai tumbal atas jasa yang telah saya berikan kepada Anda selama ini…"


"Saya sudah siap dengan resiko yang akan saya terima Mr. Bruno. Katakan lah apa yang Anda inginkan…"


"Anda pernah mendengar organisasi Big Organization Secret, yang biasa disingkat dengan BOS?"


Buana Putra tampak berpikir, dia merasa pernah mendengar organisasi tersebut. Tapi masih lupa-lupa ingat.


"Kenapa dengan organisasi itu?"


"Bantu saya untuk menghancurkan nya…"


"Bantuan apa yang harus saya berikan untuk bisa menghancurkan organisasi itu?"


"Berikanlah anakmu padaku.. Aku akan jadikan dia mafia yang melebihi kekejaman dirimu. Lalu, biar dia yang melakukan hal itu…"


Seketika wajah Buana Putra menegang, mengingat putra kesayangannya akan diserahkan pada Bruno. Apa Jimmy bersedia?


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...


...terima kasih...