
Arka mengendarai mobilnya untuk menjemput Marsha di Apartement gadis itu.Perjalanan kota Jakarta terlihat padat namun masih berjalan lancar tanpa kemacetan panjang.
Marsha mengenakan dress berwarna merah yang membuatnya terlihat sangat cantik dan feminim.Kini dia tengah menunggu kedatangan Arka di Lobby Apartemennya.
Suara ponsel Marsha berdering.
"Halo Sha,aku sudah di depan pintu lobby" seru Arka memulai pembicaraan.
"Baiklah,aku segera kesana.." Marsha berjalan menuju pintu keluar dan melambaikan tangan kearah Arka.
Dari dalam mobil,Arka membukakan pintu mobilnya untuk Marsha.
"Acara pestanya belum mulai kan?"tanya Marsha pada Arka ketika dirinya sudah masuk kedalam mobil.
"Belum kok.."jawab Arka sembari fokus dengan jalan di depannya.
Arka melihat Marsha yang terlihat sangat anggun dengan pakaian yang di kenakannya.Ia sesekali memperhatikan Marsha dari kaca spion mobilnya.
"Apa yang kamu liat Ka.."keluh Marsha yang menyadari jika lelaki di sampingnya itu beberapa kali memperhatikannya.
Arka tersenyum sembari menatap kearah Marsha sekilas.
"Kenapa malam ini kamu sangat cantik.."puji Arka pada kekasihnya.
"Dasar pembual.."ucap Marsha mencibir ucapan Arka dengan senyum simpulnya.Arka juga ikut tersenyum geli mendengar perkataan Marsha.
Setelah perjalanan 45 menit menuju kediaman keluarga Dewantara.Akhirnya mobil itu berhenti tepat di tempat parkir pribadi mobil Arka.
Arka mengenggam tangan Marsha sembari berjalan menuju pesta perayaan pernikahan kedua orang tuanya.
"Tamunya telah semakin banyak yang datang Ka.." Marsha melihat tamu undangan sudah menggumpul menunggu acara di mulai.
Marsha bertemu dengan Mama Arka,Raeviga.
"Selamat tan.Marsha berharap tante selalu bahagia..." Marsha memberikan kado khusus itu untuk Mama Mertuanya.
"Terima kasih sayang..Mama juga berharap kalian segera menikah.Tante udah gak sabar nimang cucu.." balas Raeviga sambil memeluk Marsha.
Arka dan Marsha saling memandang satu sama lain mendengar permintaan Raeviga.
Arka melihat kedatangan William.
"Hey,Bro.Makasih udah mau dateng.." Arka menghampiri William.
"Of course!. Kenapa aku harus tidak datang di pesta temanku sendiri.." Ucap William sembari menepuk bahu Arka.William melihat kearah gadis di sebelah Arka.Marsha.
"Dia?"tanya William yang akan menebak gadis di sebelah Arka.
"Marsha.."jawab William membuat Arka mengangguk membenarkan.
"Aku William.Temen Arka di London.."seru William memperkenalkan dirinya pada Marsha.
"Marsha..."Balas Gadis itu menjabat tangan William sebagai salam perkenalan.
"Kalian terlihat sangat cocok saat bersama.." William memuji keserasian antara Arka dan Marsha.
Arka dan Marsha tersenyum kecil mendengar pujian itu.
Arka dan Marsha berjalan menuju keramaian pesta.Arka mengenalkan Maura kepada orang tuanya.
"Ma,ini Marsha.Pacar Arka.." Arka menunjuk kearah Marsha yang berdiri di sampingnya.
"Halo sayang.Gimana suka dukanya mencari pacar Anak tante.."goda Raeviga sambil memeluk Marsha.
Marsha merasa bahagia.Orang tua Arka sangat menghargai orang lain.Marsha. mengira,orang tua Arka akan mengintrogasinya seperti kebanyakan drama di TV.
"Banyak sukanya kok tan.."ucap Marsha menimpali perkataan Raeviga. Gadis itu mengenggam tangan Arka dan menatap sekilas kearah Arka yang berdiri di sampingnya.
"Sweet banget sih.." puji Raeviga pada kekasih putranya itu.
" Hei,Sha..." Sapa Sashi pada Marsha yang sedang mengobrol dengan Raeviga dan yang lainnya.Marsha melambaikan tangannya membalas sapaan Sashi kepadanya.Terlihat Andreas juga berada di belakang Sashi.
Mereka berempat berkumpul menjadi satu meja,Arka William keberadaan William di antara tamu undangan itu. Arka melambaikan tangannya untuk menyuruh mendekatinya. Setelah pertengkaran kecilnya tadi dengan Andreas,William sedikit cangung untuk kembali bertemu dengan Sashi.
Andreas terlihat masih menyimpan amarah kepada William.Namun tangan Sashi segera mengenggam tangannya agar Andreas tidak terlalu emosi.
"Wil,gabung sini.." ajak Arka ketika kedua mata mereka bertemu.Arka yang tidak tau jika terjadi masalah antara Andreas dan Sashi.
William menolak ajakan Arka.Ia lebih memilih berbaur dengan tamu yang lainnya.
"Dia kenapa sih?" gerutu Arka melihat William yang terkesan menjauh. Andreas hanya diam saja,begitu pula Sashi.
"Sas,kamu sana pergi ajakin William kesini.Tuh cowok kenapa sih.." pinta Arka pada Sashi.
"Kenapa harus Sashi? kamu aja sana.." Andreas tersulut emosi.Ia tak ingin Sashi mendekati William.Arka menghela napas kesal.
"Sialan lo.."umpat Arka sebelum pergi menemui William.
Arka berjalan menemui William.
"Engak usah Ka.Lain kali aja.."ucap William sambil melirik,kearah meja tempat Sashi-Andreas duduk. Arka mengikuti arah pandang William,Arka mengangguk mengerti.Tau apa yang membuat William menjauh.
"Udahlah,we just have fun bro.." Ajak Arka lagi,William akhirnya mengiyakan dan mengikuti langkah Arka di belakang.
William duduk di samping Sashi dan Arka.Lelaki itu menghindari tatapan Sashi yang saat itu menatap kearahnya.
"Kita akan bermain ini.." tunjuk Arka pada botol kaca kosong di depannya. Arka meletakkan botol di tengah dengan posisi di lentangkan,dan juga sepiring kentang goreng yang terisi penuh dan saos yang telah di campur bubuk cabe pedas.
"Kalian tidak bisa memilih antara truth atau dare.Yang akan memilih adalah salah satu pemain yang lain.Dan jika kamu tidak ingin melakukan,kamu harus makan 3 kentang goreng itu penuh dengan lumuran saos pedas.."Jelas Arka terlihat sangat rinci.
Sashi menelan ludahnya.Ia tidak menyukai saos pedas.
"Apa harus pedes?"tanya Marsha pada Arka.
"Of course, biar menantang.." jawab Arka terkekeh.
"Kalian sedang memainkan apa?"tanya Angela yang telah berdiri di sisi kanan Arka.
"Kak Angela.." seru Sashi dan Arka bersamaan.
Sashi memeluk Angela seketika.
"Ku kira kakak tidak datang..."seru Sashi sambil memeluk saudara sepupunya itu.Sashi mengingat kembali ucapan Andreas tentang penyakit Angela.
"Ikutlah bermain.."ajak Arka pada Angela.
"Kurasa lain kali saja,Aku sangat lelah.."tolak Angela dengan berat hati.
"Kak,aku akan menemani operasi kakak nanti.Maaf Sashi berburuk sangka saat itu.." Sashi terlihat sangat sedih. Angela memeluk gadis itu. Bagi Angela,Sashi masih gadis kecil yang dulu selalu mengikutinya kemanapun.
"Itu harus.Kamu temani kakak nanti.." ucap Angela sebelum pergi meninggalkan pesta.
"Aku pulang yaa.."
"Hati-hati di jalan.." ucap Andreas dan Arka bersamaan.
Arka memulai permainan,dia memutar botol itu dan berhenti kearah dirinya sendiri.
"Kok jadi aku sendiri?" ungkap Arka sedikit kesal.
"Truth.Kapan kamu nikahin aku?"celutuk Marsha seketika. Sashi,Andreas dan William ikut tersenyum menggoda mereka berdua.
"Sekarang mau? aku tinggal panggil penghulu aja sekarang.Saksi sudah banyak.."timpal Arka ikut larut dalam tawa mereka.
Arka kembali memutar botol itu dan berhenti mengarah kepada Sashi.
"Dare.."celutuk Andreas cepat.
"Kok Dare?" keluh Sashi menatap kearah Andreas.
"Terserah dong. Dare-nya cukup kamu cium aku disini 15 detik.." ucap Andreas sambil menunjuk bibirnya.
"Enggak.."tolak Sashi cepat.
Arka melempar satu biji kentang goreng kearah Andreas. "mesum lu.."
William hanya tersenyum. kecut mendengar hal itu.Ia berusaha untuk tetap bersikap biasa. Andreas memang sengaja ingin menunjukkan kemesraannya pada William.
"Buruan..Ukhhmm?"Andreas mendekatkan wajahnya pada Sashi.
Bodoh amat gak mau.Malu tau.."Sashi mengambil 3 biji kentang goreng yang telah berlumuran saos pedas. Sashi tidak ingin menunjukkan kemesraannya di depan umum.Apa lagi William saat ini bersikap canggung kepadanya.
Sashi dengan cepat memasukkan 3 biji kentang goreng itu ke dalam mulutnya.Ia menelannya secepat ia bisa karena terasa sangat pedas. William memberikan segelas sirup dingin pada Sashi.Andreas semakin menatap kesal melihat hal itu.
"Masih pedess.." keluh Sashi ketika sudah mengabiskan segelas minuman itu. Andreas menarik cepat lengan Sashi dan mencium bibirnya. Arka dan yang lainnya hanya memandangi adegan keduanya. Andreas mencium bibir Sashi lama bahkan lebih dari 10 detik.
"Udah gak pedes kan?"tanya Andreas setelah melepaskan ciumannya pada Sashi.Gadis itu memukul lengan Andreas dengan sangat kuat.
"Gilaaa.." umpat Sashi menatap kesal pada Andreas.
"Yang,mau juga.." Arka mengerucutkan bibirnya kearah Marsha.
Marsha mencolekkan saos pedas ke bibir Arka. "mau ini?" ketika saos pedas itu sudah menempel di bibir Arka.Membuat mereka tertawa melihat hal itu. Namun William melirik sedih kearah Sashi.
Arka memutar botol itu dan mengarah kearah William.
"Truth.." Arka memikirkan pertanyaan untuk William.
"Siapa cinta pertama kamu.Dan alasan kamu memilih dia.." Arka memberikan pertanyaan itu untuk William.
William menatap Sashi.Gadis itu menyadari jika William sedang melihat kearahnya.
"Sashi..dia cinta pertamaku sekaligus cinta yang tidak bisa aku miliki.Sepertinya dia memang hanya hadir untuk memberiku arti kisah cinta berakhir tak bahagia.." William mengungkap isi hatinya. Di samping Sashi,Andreas mengepalnya tinjunya kuat-kuat.Arka menatap sedih kearah sahabatnya.Sashi tidak memberanikan diri menatap William.Ia tau lelaki ini sedang bersedih sekarang.
BERSAMBUNG