CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 2 # ARKA



Arka Gumilang Dewantara


Anak dari Dava-Raeviga.Saudara kembar Sashi,lelaki yang lebih dewasa dari saudara perempuannya.Menyelesaikan studi terakhirnya di Universitas London.


Paling membenci suara rengekan manja Sashi.


 


\\


 


Dava dan Raeviga sedang duduk di ruang tamu di rumahnya,sesekali Dava menjaili Raeviga yang tengah sibuk mengunyah camilan dan menonton Variety Show di TV.Dava mengecup leher jenjang Raeviga berkali-kali membuat gadis itu menatap kesal ke arah suaminya.


"Kamu tuh ya udah tua tapi tetep aja mesum.Awas aja sifat kamu nurun ke anak-anak kamu.."ungkap Raeviga sambil membungkam mulut suaminya ketika Dava hendak menciumnya lagi.


Dava tersenyum geli melihat Raeviga masih terlihat malu seperti gadis yang baru saja menikah.


"Kok pake malu-malu.Biasanya juga kalo di kamar malu-maluin.."kekeh Dava sambil mencuri satu kecupan di bibir Raeviga dengan cepat.


Raeviga mengambil ponselnya yang berdering yang berada di atas meja.


"Dari Arka nih Pa.."seru Raeviga sambil menyentuh layar Handphone untuk menerima panggilan Video itu.


Dava mendekatkan tubuhnya agar terlihat juga pada layar ponsel Raeviga.


"Hei Mom,Dad.."sapa Arka dengan pakaian mantel tebal membuntal tubuhnya,dengan topi hitam dan tudung Mantel yang dipakainya.


"Hai sayang.."sapa Raeviga sambil melambaikan tangannya di depan layar ponselnya.


Dava tersenyum melihat anak laki-lakinya yang terlihat sangat tampan sepertinya.Dia melambaikan tangannya juga mengikuti gerakan Raeviga.


"What are you doing now?" tanyanya sambil menyeruput kopi hangatnya.Arka menanyakan kedua orangnya apa yang sedang mereka lakukan.


"Tidak ada,hanya bersantai sayang.."jawab Raeviga tersenyum kecil melihat Arka yang sudah beranjak dewasa.


"Kiss your mom.." timpal Dava ketika Raeviga selesai dengan perkataannya.Arka yang berada di seberang sana terkekeh mendengar perkataannya.


"Oh Okay,Sepertinya aku menganggu kalian sekarang.."ucap Arka masih dengan senyum kecil menempel di bibirnya.Raeviga memukul bahu Dava karena perkataannya yang berlebihan itu.


"Aku akan menelpon lagi nanti.Sinyalnya sedang jelek sekarang.."ungkap Arka sambil melambaikan tangannya di depan Ipad-nya.


Dava dan Raeviga mengiyakan dan membalas lambaian tangan anaknya dan tersenyum menatap Arka yang sedang berada di London.


Di sebuah Cafe dengan hawa dingin karena musim sedang bersalju,Arka masih tersenyum tipis setelah mengakhiri panggilan Video singkatnya dengan orang tuanya.Sebenarnya kondisi sinyal Ipad Arka baik-baik saja,namun itu hanya karangannya semata agar kedua orang tuanya bisa mengabiskan waktunya lagi tanpa terganggu olehnya.


Punya orang tua kelakuannya masih kayak pengantin muda.


Arka mengamati salju yang turun dari balik kaca cafe.Arka melanjutkan tugas akhir dari kampusnya dengan sesekali menyesap kopi di sampingnya dan memandangi hujan salju yang turun hingga membuat jalanan tertutup oleh salju.


Tanpa di sadari Arka kembali mengingat kenangan lamanya bersama seorang gadis yang sangat berarti untuknya.


FLASHBACK


Di Koridor kelas SMA


"Arka,Lo tuh ya jadi sodara gak berguna banget sih.."umpat Sashi sambil menepuk punggung Arka dengan keras dari belakang.


"Apaan sih Sas?"jawabnya dengan kesal.Buku-buku yang sedang di pegangnya jatuh berserakan di atas lantai.


"Bawain dong tas aku,kaki aku sakit nih.."pinta Sashi sambil menyodorkan tas yang lumayan berat kepada Arka.


"Lo gak liat apa? gue lagi bawa banyak buku.."keluh Arka sambil memungut buku-buku yang berserakan.


"Lagian kaki elo yang sakit kenapa jadi tasnya jadi minta bawain gue.Jangan manja deh.."keluh Arka lagi.Suasana kelas yang saat itu sudah lumayan sepi walaupun beberapa masih ada di dalam kelas ataupun sedang berjalan di koridor kelas membuat mereka menjadi tontonan.


"Kok jadi marah-marah.Gue bilangin Papa loh nanti.."ucap Sashi tak ingin kalah.Namun Arka mengabaikan begitu saja ucapan Sashi tanpa menjawabnya.Dia mengambil tas ransel yang di bawa Saudara kembarnya itu sambil membawa buku-buku sekolahnya.


"Sorry.."ucap Sashi singkat melihat sambil melihat kearah makanan yang hanya berlauk sederhana itu.


( ikan asin,tahu sama sambal korek)


Gadis itu hanya menatap kesal tanpa bersuara,dia hendak memungut kembali makanannya yang telah berserakan di lantai namun tangan Arka menghentikan pergerakannya membuat gadis itu menoleh ke arah Arka.


"Kan kotor kenapa masih diambil?"ucap Arka sambil mengernyitkan keningnya bingung.


"Trus gue harus puasa gak makan gitu?"balas gadis itu dengan nada yang sedikit keras.


Dia menghentakkan tangan Arka yang memegangnya,gadis itu kembali memunguti makanannya dengan cepat.


"Lain kali kalo jalan taruh dulu hp-nya biar gak merugikan orang.Gak semua orang bisa kayak elo.Meremehkan segalanya.."sindir gadis itu pada Sashi yang hanya diam saja sedari tadi.Ucapannya berhasil menohok hati Sashi dan membuatnya malu.


Arka juga tertohok dengan ucapan Kakak kelas itu,wajah oval dan rambut lurus hingga pinggangnya membuat sebagian wajahnya tertutupi oleh rambut yang di gerai.Arka akan berlari menyusul gadis itu namun tangan Sashi menghentikannya.


"Mau kemana?"tanya Saudara kembarnya itu.


"Minta maaf..."jawab Arka singkat dan berlari meninggalkan Sashi di koridor kelas sendirian.


"Maaf.."ucap Arka sambil menyodorkan dua bungkus roti di hadapan gadis itu yang duduk di kursi taman sekolah.Arka meletakkan bungkusan roti itu di samping gadis itu.


"Gue Arka.." Arka mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan dengan gadis itu.


"Gak nanya" jawabnya singkat.Gadis itu mengambil dua bungkus roti yang berada di sampingnya dan menatap sekilas ke arah Arka.


"Kompensasi.." setelah mengatakan hal itu,dia meninggalkan Arka dan berlalu pergi meninggalkan taman.


FLASHBACK END


Arka masih memperhatikan salju yang masih turun tak berhenti.Lelaki itu tersenyum kecil mengingat gadis yang selalu menghantui pikirannya hingga saat ini.


Tutt..tut...


Arka menghela napasnya melihat nama pemanggil yang di layar handphone-nya.Arka membiarkan telpon itu berdering untuk kedua kalinya baru Arka mengangkat panggilan itu.


"Hmm?"gumam Arka ketika sudah terhubung dengan panggilan Sashi.


"Boleh minta tolong gak?"tanya Sashi ketika mendengar suara Arka.


"ENGGAK!" Jawaban Arka itu membuat Sashi mendelik kesal di seberang sana.Gadis itu sedang berada di ruang rias studio untuk melakukan pemotretan selanjutnya.


"Ikkh!penting nih Arka.Lo jadi adek gitu banget sih.."ungkap Sashi kesal.Gadis itu ingin memaki Arka namun ia tahan karena sekarang bukan tempat yang tepat untuk memaki adiknya itu.


"Mau minta tolong apaan?"tanya Arka kemudian.Ia sudah tidak tahan dengan suara Sashi yang terus 'nyerocos' tanpa henti.


"Beliin gue Jam tangan,rilisnya cuma di tempat elo doang.Ntar gue kirimin fotonya.."jawab Sashi sambil menatap kaca rias besar di depannya.


"Enak banget.Gak ada duit gue..."timpal Arka dari seberang sana.


"Gue transfer ntar.."Jawab Sashi lagi.


"Sekalian biaya pengiriman,makan,perjalanan ke store-nya juga lo itung.Gak mau rugi gue.."


Sashi menghembuskan napasnya kesal.


"Iyaaa!"serunya sambil menutup panggilan itu sepihak.


Punya Saudara perhitungan banget.


Di seberang sana,Arka mengernyitkan kedua alisnya setelah telepon dari Sashi terputus.


"Jam tangan cowok? buat siapa? Papa gak ultah kok.."gumam Arka sambil meneguk kopinya.


**BERSAMBUNG


[ Vote..Vote dong temen-temen.Jangan lupa Like juga buat dukung cerita ini.Thx** ]