
Raeviga menggeliatkan tubuhnya dan membuka kedua matanya yang masih mengantuk.
"Dav,ini dimana?"serunya parau khas suara orang bangun itu.
Dava yang membaringkan tubuhnya di sebuah kursi yang dapat di selonjorkan.
"pesawat sayang"
"Hah??"Raeviga membalalakkan kedua matanya memastikan ucapan Dava.
Dava hanya tersenyum senang melihat ekspresi wajah bingung Raeviga sekarang.Bagaimana tidak,wanita itu semalam tidur di atas ranjang di penginapan dan sekarang ketika dia bangun tubuhnya telah berada di dalam pesawat.
"Lanjutkan saja tidurmu.Kamu pasti capek kan?"tanya Dava di iringan senyum kecil menatap istrinya yang masih kebingungan dengan situasinya sekarang.
"kamu bawa aku kesini kapan? gimana? kok bisa? truss itu..."Belum selesai Raeviga mengatakan semua pertanyaan yang bertubi-tubi itu Dava sudah mengecup bibir Raeviga sangat lama.Hanya sebuah kecupan namun mampu membuat wanita itu diam.
"Jangan berisik,disini juga ada orang lain.."seru Dava menunjuk kepada orang yang sedang duduk melirik ke arah Dava-Raeviga.
Dava memesan tiket kelas bisnis yang hanya berisi 4 kursi berpasangan di dalamnya.Sebenarnya Dava lebih suka memakai pesawat pribadi milik keluarganya namun pesawat itu sedang di pakai oleh Arga dan keluarga kecilnya yang sedang berlibur.
Raeviga memukul pelan tubuh suaminya yang tiba-tiba menciumnya begitu saja.
"pinter banget kalau ngambil kesempatan dalam kesempitan.."keluh Raeviga pelan.
"Kan udah sah yank.."ucapnya sambil terkekeh geli mendengar jawabannya sendiri.
Waktu masih menunjukkan jam 2 dini hari namun Raeviga masih terlihat penasaran bagaimana ia sampai berada di tempat ini tanpa terbangun sama sekali.
apa aku tidur semalam udah kaya kebo.Gak denger apapun.
"Dav..."panggil Raeviga kepada suaminya yang sedang tertidur.
"Hmmm.." gumam Dava berusaha membuka matanya yang terasa lengket itu.
"Kamu bawa aku kesini gimana? kok aku gak kebangun sih.."gerutunya sembari menggoyangkan tubuh suaminya pelan.
"Di gendong lah yang.."ucap Dava masih dengan mata terkatup dan suara parau.
"Kok aku bisa gak bangun?"
"tidur kamu udah kayak orang pingsan yank.."ejek Dava membuat Raeviga kesal mendengarnya.
"ikhh kamu mah.."gerutu Raeviga sedikit manja.Dava menarik lengan Istrinya yang sedang memukul lengannya itu.Lelaki itu memicingkan kedua matanya melihat Raeviga yang kini berada di depannya sangat dekat.
Dalam hitungan detik Dava melesatkan ciumannya pada bibir Raeviga,tangan Dava memeluk pinggang Raeviga dengan posisi menghadap ke arah istrinya.Raeviga membalas ciuman Dava di bibirnya,sama bergairahnya seperti Dava.
Penerbangan dari Jakarta-Surabaya hanya membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan dan mereka melewatkan malam di atas awan itu dengan saling mencium dan tertidur saling memandang.
_____________________
Dava dan Raeviga telah sampai di penginapan berbintang di Surabaya.
"Aku ngantuk.."seru Raeviga setelah masuk ke dalam kamar mereka.
Dava meringis mendengar keluhan istrinya yang sudah menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.
Dava melepaskan jas dan kemeja yang di pakainya hingga lelaki itu kini hanya telah bertelanjang dada dan hanya memakai boxer yang melekat di tubuhnya.
Dava membaringkan tubuhnya menyusul Raeviga yang telah terlebih dahulu terlelap.
Kok udah ngorok aja sih yank kalau udah kecium bau bantal.
Lelaki itu menarik tubuh Raeviga yang tertidur itu agar lebih mendekat ke arahnya.Dava bermain-main di leher jenjang Raeviga sebelum dirinya ikut terlelap seperti istrinya.Sedangkan Raeviga gadis itu sama sekali tidak merasakan pergerakan bibir Dava yang bermain-main di tubuhnya sejak tadi.Gadis itu seolah mati rasa karena rasa kantuk yang menyerangnya.
"Wajah kamu kok cemberut gitu yank?"seru Dava ketika kedua matanya menangkap wajah kesal Raeviga.
"Kamu tuh ya! kok bisa ada bekas merah kebiruan di leher sama dada aku.."keluh Raeviga sambil memukul lengan Dava dengan keras membuat Lelaki itu meringis kesakitan.
"Itu bekas yang kemaren yank.."bantah Dava dengan menyembunyikan senyum yang di tahannya.
"Emang kamu kira aku bodo apa! ini jelas-jelas bekas baru.."ungkap Raeviga marah sembari menunjuk ke area titik dimana bekas kemerahan itu terlihat sangat jelas.
Dava terkekeh geli setelah perbuatannya telah tertangkap basah.
"Kamu tuh,ikhhhh!!" Raeviga berseru gemas melihat Dava yang hanya terkekeh melihat bekas kemerahan yang mengabsen dengan padat di leher Raeviga.
"Ini gimana ngilanginnya,udah aku sabun tetep gak bisa.Kamu tuh ya bikin emosi aja pagi-pagi.."ucap Raeviga sambil mencari bedak padatnya di kotak make up yang di bawanya.
Raeviga menempelkan bedak padat itu di lehernya namun bekas kemerahan itu masih terlihat jelas hanya tersamarkan beberapa titik saja.
"Masih kelihatan nih,gimana.."keluh Raeviga menatap ke arah Dava yang masih terkekeh di depannya.
"Yaudah yank,gausah di tutupi.Lagian suami kamu sendiri yang gituin.."jawaban Dava itu mendapat timpukan bantal yang mendarat ke tubuhnya.
"Malu lah nanti di liatin orang-orang.."rengek Raeviga sambil terduduk di samping tempat tidur.
"siapa yang berani liatin kamu? emang udah siap matanya jadi bengkak karena tinjuku.."ucap Dava sembari berjalan menghampiri istrinya.
"Aku gak ikut deh ke kantor kamu,aku disini aja.."keluh Raeviga pada Dava yang berjongkok di depannya.
"ENGGAKK! TETEP IKUT KE KANTOR CABANG!" Ucap Dava penuh penekanan pada Raeviga yang menatapnya kesal.
Ninggalin kamu di hotel ini sendiri? pikiran dari mana itu.Tidak akan!
"Aku juga gak mau keluar dengan bekas ini terlihat sangat jelas.."ucap Raeviga tak mau kalah.
"Yaudah hari ini gak usah ke kantor.Kita tidur aja seharian.Lanjutin ronde kita yang tertunda kemarin malam.."ucap Dava serius sambil melepaskan dasi yang telah melekat di lehernya.
"Enggaak deh!!"tolak Raeviga sambil mencegah Dava melepas dasinya.
Rasa sakit karena 'pergulatan' yang kemarin saja masih sakit.Nah ini mau gituan lagi,gila dasar.
Dava tersenyum mendengar keputusan Raeviga.
"Gitu dong.."goda Dava sembari menarik handuk yang membalut tubuh Raeviga hingga terlihat pakaian dalam yang di pakai istrinya.
"Yaaaakkk!!"Raeviga memukul Dava sembari membuntal kembali handuk di tubuhnya.
Mesumnya kumat.
Dava tertawa senang melihat Raeviga yang berhasil di buatnya malu di depannya.
"Cepetan pake baju yank,entar kita beneran gak jadi ke kantor loh.."godanya lagi yang masih merasa belum puas.
Raeviga yang telah berada di kamar mandi memakai bajunya hanya mendengus kesal pada suami mesumnya itu.
Dava menunggu Raeviga di teras depan sambil menikmati udara yang sudah perlahan terasa panas karena matahari telah terlihat sangat terik.
-
- Setelah ini akan UP cerita tentang Arga-Siska tunggu yaa,masih proses review (fyi,judulnya : FIRST NIGHT WITH MY BOSS )
BERSAMBUNG