
Kelas ku sedang dalam keadaan ramai karena guru belum datang. Nando cowok paling pendek di kelas yang sok keras beraninya cuma sok di depan para cewek, dia kebetulan melihatku bermain game moba.
"Gak bakalan menang pasti". Ucapnya.
"Nih lihat, tulisannya victory kan". Aku menunjukkan hp ku ke depan wajahnya.
"Suka main moba?" Noah bertanya padaku.
"Pake nanya, game seru kek gini masa gue gak suka".
"Follow gue nanti Lo follback kalo bisa kita 1 vs 1".
Aku telah memfollow Noah, dan dia mengikuti balik,dia langsung mengajakku 1 vs 1. Dan tentu saja aku kalah hehe...
"Good game buat level cewek". Dia coba memujiku.
"Good game, good game, your eye!".
"Lo tau kan ada event gratisan, jangan lewatin". Noah mematikan hp nya.
"Kapan? Gue belum denger". Afan menyahut pembicaraan kami.
"3 hari lagi". Noah antusias menjawab.
"Beneran? Player gratisan kek gue mah login terus aja". Jawabku.
"Bahas apa nih?". Anggun kelihatannya tidak mengerti dengan pembicaraan kami, dengan memasang wajah polosnya.
Seusai sekolah biasanya Sabtu malam Minggu ku gunakan untuk rebahan dan nonton film, tapi kali ini aku Mabar dengan Noah dihalaman rumah, kami berjuang bersama melindungi wilayah agar musuh tidak bisa merebutnya, tapi harus tetap bisa merampas wilayah musuh. Dan kami berhasil mendapatkan kemenangan dalam dua kali permainan.
"Udah ya, dua game aja mau makan malam gue". Pamitku.
"Lain waktu?". Noah kelihatannya sangat ingin Mabar lagi denganku.
"Bisa aja, tapi kalo gue mage Lo gendong yah haha". Aku menjawab singkat pertanyaannya dengan sedikit candaan dan pergi masuk ke dalam rumah.
"Ciee kak Noah Mabar Ama pacarnya, ini nih pacar lima langkah".
Noah menjitak kepala Adit.
"Jangan suka jitak kaya ayah". Adit sangat sebal dengan kebiasaan kakak nya yang memang suka sekali menjitak kepala orang.
"Biarin emang gak boleh". Dia menggoda adiknya.
"Tembak aja Napa, takut ya?". Dengan dua alisnya diangkat dan sedikit berbisik.
"Mau di jitak lagi?".
"Gak!". Adit berlari ke dalam rumah.
Hp nya bergetar akibat pesan dari Amanda. 'Noah kamu sibuk? Mau nanya nih kamu lagi suka sama siapa sekarang?'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
19.44 Noah mengeringkan rambutnya yang sedikit ikal dengan handuk seusai keramas, dia kembali melihat hp nya. Miss call dua belas kali dari Amanda.
'Apaan?kepo banget Jan ganggu dulu mw ada acara'.
Ia membalas chat cewek yang ingin mendekati nya diam-diam itu.
'pesta ya?ikut dong sama siapa aja??'
Baru semenit Amanda langsung membalas.
'udah gak usah ikut nanti malah ngerepotin gw, baca komik aja sana'.
'Ihh jahat banget, ngomong aja gak suka kalo pestanya ada gw'.
'dibilangin gak usah ikut, paham gak budek?!'. Noah terlihat emosi.
'serah'. Amanda langsung menonaktifkan hp nya.
"Ada acara?". Mendadak Bu may bertanya dengan berkacak pinggang di depan pintu kamar Noah yang terbuka.
"Gak boleh lagi? Aku udah ngelakuin apa yang ibu mau". Dengan nada datar.
"Besok kau harus sekolah, dan setelah pesta biasanya kau akan bolos bukan? Jika sampai nilaimu rendah, dan melupakan tujuan awalmu ibu tidak akan memaklumi lagi". Bu may menanggapi dengan tegas.
"Kali ini apa ancamannya?". Noah menatap tajam ibunya.
"Jangan tatap ibu seperti itu! Kau anggap ibu ini apa?! Akan ku suruh ayahmu pulang dan menghukummu dengan hukuman yang lebih berat jika melupakan tujuanmu!".
Putranya hanya tertawa kecil meremehkan ancaman yang baru saja ia lontarkan. "Itu yang disebut ancaman? Dulu ibu bilang ayah udah gak peduli lagi, lantas ngapain mau pulang buat ngurusin anak bandel".
Dia mendekati Noah dan menampar sekuat tenaga,hingga pipi kanannya berbekas merah. "Jawablah lagi nasehat ibu, ayo jawab! Ibu nyesel punya anak kaya kamu!".
Adit yang mendengar pertengkaran ibu dan kakaknya dari kamar di sebelahnya hanya bisa diam dan mengusap air matanya.
"Sampai seterusnya kamu gak boleh keluar kemanapun kecuali sekolah dan menyelesaikan tujuanmu".
Brakkk.
Wanita berbaju piyama cokelat itu menutup pintu kamar dengan kasar membuat sebuah gambar yang tertempel di pintu terjatuh.
Dengan tulisan:
'Noah sayang ayah dan ibu, bagaimana? Ayah dan ibu sayang Noah tidak?'
Gambaran sebuah keluarga yang terdiri dari 7 orang seperti digambar oleh anak TK pada umumnya, bergandengan tangan di sebuah taman hijau beserta rumah mewah dibelakangnya.