
Kota masih diselubungi oleh langit malam berbulan purnama yang dinikmati keindahannya oleh 2 orang bermantel hitam dari bukit kota.
"Kapan kita mulai rencananya, jangan membuang waktuku karena bank juga menungguku merampoknya". Protes orang yang memakai mantel hitam berlogo cobra.
"Lusa, aku janji dia tidak akan bisa berlari kemanapun, aku tau dia ikut ekskul disekolahnya pada hari itu".
"Kau lupa, Dia selalu saja mengikuti anak itu, lalu bagaimana kita bisa mengambil organnya dengan mudah?".
"Kau benar, tapi bukan Shyre namaku jika tidak memiliki rencana lain, haha tenang saja 1000 rencana spesial untuk nya telah ada dalam genggaman ku".
06.15
"Bang Sam!!!!! Kenapa gak bangunin aku?!!".
"Apa sih pagi-pagi udah ribut".
"Liat jam berapa ini".
"Harusnya Abang yang bilang gitu, Tadi malam begadang gak guna, bangun tidur orang lain disalahin..". Keluh bang Sam.
Aku bergegas mandi,sarapan, lalu berangkat dengan kecepatan 2x.
"Udah 06.40 sempet gak ya nyampe sekolah tepat waktu". Aku bicara pada diriku sendiri yang tengah berlari kencang.
07.01
Memasuki pintu depan aku menabrak cowok yang membuat kaca mata, dan buku-bukunya terjatuh.
"Maaf". Kami mengucapkan maaf secara bersamaan.
"Biar kubantu". Kuberikan semua buku yang terjatuh pada tangannya.
Tetapi dia terus mencari sesuatu dengan meraba sekeliling nya. Aku tau apa yang ia cari, yaitu kaca matanya yang sudah patah dan pecah karena tabrakan tadi.
"Duh, kacamata ni anak patah lagi". Gumamku dalam hati.
Saat ingin kuberikan kacamata miliknya yang sudah patah anggun yang juga baru saja sampai menarikku menuju ruang kelas meninggalkan cowok yang kebingungan itu.
"Permisi kau tau dimana kacamata ku jatuh?" Dia bertanya pada tong sampah yang disangkanya diriku masih di situ.
"Permisi..?".
Di ruang kelasku waktu pelajaran paling membosankan bagiku yaitu matematika, tetap di awali dengan mengabsen satu persatu siswa. Hari ini Noah sudah masuk seperti biasa aku melihat kursi di sebelah kiri Afan kosong mungkin teman sebangkunya tidak masuk hari ini.
Sampai pada nama Yogi Pratama dipanggil, tidak terdengar suara yang berkata hadir ternyata dia adalah anak yang sebangku dengan Afan.
"Afan apa kau tau kenapa Yogi tidak masuk sekolah". Guru bertanya pada Afan.
"Sebenarnya tadi dia masuk sekolah tapi pergi sebentar mengambil buku di perpustakaan tapi sampai sekarang tidak kembali".
"Jangan-jangan dia merayap ke tempat lain".
"Maaf menganggu, apa benar ini murid dari kelas A?". Pak kebersihan membawa Yogi bersamanya. Rupanya Yogi adalah cowok yang kutabrak tadi.
"Iya, benar sekali saya kira dia pergi dari sekolah diam-diam".
Pak kebersihan bercerita apa yang terjadi.
15 menit yang lalu...
"Sambala sambal terasi udang, terasa pedas terasa gurih". Dia mengepel lantai di dekat kolam renang dengan mendengar kan musik.
"Eh.. anak siape tuh nyasar mari??". Terheran melihat Yogi yang berjalan seperti orang-orang saat mati lampu.
"Ada yang liat kacamataku ?!". Yogi bertanya dengan suara keras. Dan terus berjalan lurus hingga akan tercebur ke dalam kolam.
"Nak stop! Lu Mau nyebur ke kolam pagi-pagi gini he?".
"Maaf, Saya nyari kacamata saya pak, bapak liat?".
"Kalau begitu permisi pak". Dia berbalik ingin kembali tapi malah menabrak pintu kaca.
###
"Jadi saya antar dia ke sini". Jelas pak kebersihan.
"Oh, baik terima kasih pak, Yogi memangnya kamu bisa membaca tulisan di papan tanpa kacamata?". Tanya Guru.
"Gak bisa, pak".
"Kalau begitu dengarkan saja saya menerangkan soal tulisan hari ini, Afan bisa bantuin".
Yogi mengangguk. Ini semua salahku karena telah menabraknya hingga membuat kacamata nya pecah, memang aku harus mengganti dengan kacamata yang baru, tapi minusnya berapa aku tidak tahu, jadi bagaimana caraku bertanya tentang minusnya?... Kehidupan ku terlalu banyak menabrak orang tanpa sengaja.
10.15 bel istirahat berbunyi. Dalam hitungan detik kantin sudah dipenuhi oleh siswa yang berdesakan memperebutkan menu favorit mereka sebelum kehabisan. Aku beruntung bisa makan ayam geprek lebih awal karena berlari dengan kecepatan super bersama anggun.
"Amanda beneran kita tinggal?".
"Santai aja salahnya sendiri pake dandan segala". Anggun menjawab dengan mulut penuh dengan nasi.
"Nggun, gue lagi bingung soal ganti barang orang yang udah gue rusakin".
"Emang barang apa?".
"Kacamata Yogi, gue gak sengaja nabrak dia tadi pagi kacamata nya jatuh terus patah, bukan masalah uangnya tapi gak tau minusnya berapa, malu kalo nanya langsung".
"Saran gue sih nanya sebangkunya aja siapa tau".
"Gak mungkin, gue nambah malu... Oke lah daripada cara Lo gue usaha in nanya Yogi langsung aja".
"Tega banget sih Lo pada, ninggalin gue". Amanda datang dengan marah.
#sementara itu di belakang sekolah
"Yang bener dia ngekhawatirin gue kemarin? Jangan bilang dia cinta.. gak gak, jangan geEr dulu, apa gue tanya langsung aja? Dia udah punya belum sih!!".
Noah bergejolak dalam hati.
"Hei budek, sendirian aja belom ada pacar?". Teman Noah menyapanya.
"Pacar gak punya, tapi mantan gue ada banyak mau satu?'. Noah menghirup rokoknya.
"Lo sih, di ajak pacaran Ama cewek matre mau aja, di kerok dompet Lo buat makan seblak".
"Sebelum gue gebukin Lo kaya dulu, mending pergi aja, ke sini bisanya nyalahin orang bukannya ngasih semangat". Noah menginjak rokoknya yang sudah pendek.
"Ngasih semangat gimana lagi? Dulu dah pernah gue peringatin gak mau denger, sadar diri kek kalo Lo itu kepala batu". Dia mengambil korek Noah dan menyalakan rokoknya.
"Cobain rokok merk ini aja, murah, ringan....eh bukannya Lo gak boleh ngerokok Ama bokap Lo? Kenapa emang, ada asma".
"Banyak tanya kaya Dora Lu vier".
"Pendam aja terus kalo bisa, suatu saat Lo pasti butuh tempat cerita". Vier menghirup rokoknya. Noah tertawa kecil mendengar perkataan vier yang tumben tidak selevel sampah.
"Serius gak percaya? Gue udah ngalamin,akhirnya cewek tempat curhat gue". Vier meyakinkan Noah.
"Cewek? Yang ada curhatan Lo bakal dibuat bahan gosip Ama geng sosialitanya".
"Serah Lo, bre, gue cabut dulu guru BK sukanya ke sini waktu istirahat".
Vier berdiri dan berjalan pergi meninggalkan tempat nongkrongnya.
"Cemen, guru BK aja takut". Ejek Noah pada vier.
"Kita kan baru sekolah masa udah dipanggil ke BK, minimal nunggu sebulan lagi lah baru bolak balik masuk BK sesuka Lo".