Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
55 (Ending)


"Selamat ya, Hyuna dinyatakan sembuh total dari pernyakitnya Leukimia."


Kalimat dari dokter tadi masih terngingang di telinga Hana, ia masih tidak berhenti tersenyum dan menciumi puteri pertamanya itu. Sekarang Hana dan Hyuna sedang dalam perjalanan kembali ke rumah setelah tadi pergi ke dokter, mereka berdua diantar oleh Sehun yang kini sedang menyetir mobil.


"Ibu, apa itu artinya aku tidak perlu ke rumah sakit lagi?" Tanya Hyuna.


Hana yang masih belum bisa mengontrol rasa bahagiannya hanya bisa mengangguk.


"Paman Sehun, aku sembuh!" Seru Hyuna antusias.


Sehun yang sedang menyentir ikut tersenyum lebar, tangan sebelahnya bergerak mengusap kepala Hyuna yang dipangku oleh Hana di sampingnya.


"Terimakasih ya Hyuna sudah berjuang sembuh," ucap Sehun.


"Ibu, ayo beritahu ayah!" Ucap Hyuna.


Baekhyun memang masih di Jepang sejak 3 hari lalu dan ia akan pulang hari ini.


"Nanti kita beritahu ayah langsung ya, ayah sedang perjalanan pulang," balas Hana.


Hyuna hanya mengangguk.


"Terimakasih ya Hyuna sudah bertahan sampai sembuh," Hana berusaha untuk menahan air matanya, ia sangat senang sampai rasanya sangat terharu.


"Hyuna tau kan? Ibu sangat menyayangi Hyuna."


"Hyuna juga ibu, Hyuna menyayangi ayah dan ibu, begitu juga adik Han."


"Kalau paman Sehun?" Sehun menyambar.


"Tentu saja. Aku juga menyayangi paman Sehun."


"Paman juga menyayangi Hyuna. Boleh cium?" Sehun menunjuk pipinya sendiri, Hyuna mengerti, gadis kecil yang ada di pangkuan sang ibu itu pun langsung mencium pipi pamannya.


"Good girl!"


***


Baekhyun sampai di rumahnya pukul 7 malam, ia langsung masuk ke dalam lalu langsung menemukan Hana yang sedang menonton tv bersama Hyuna dan sambil menggendong Han.


"Ayah!!!!" Hyuna langsung memekik dan berlari menghampiri sang ayah.


Baekhyun langsung berjongkok untuk bisa memeluk puteri tersayangnya itu.


"I miss you, daddy!" Kata Hyuna membuat Baekhyun sedikit kaget karena puterinya itu bicara bahasa inggris.


"Diajari siapa?" Tanya Baekhyun.


"Ibu!" Jawab Hyuna.


"I miss you too, sweetheart," balas Baekhyun sambil menggendong Hyuna lalu berjalan menghampiri Hana dan Han.


Sampai di dekat Hana, pria itu langsung mencium kening Hana begitu juga dengan Han.


"Mandi dulu sana, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Hana.


"Tentang apa?"


"Penasaran? Mandi dulu!"


"Apa sih? Kau hamil lagi?"


Hana tertawa, "Tidak! Bukan itu. Pokoknya sana mandi dulu."


"Ayah bau ya Hyuna?"


"Hah? Benarkah?" Baekhyun langsung mencium badannya sendiri, padahal Hana hanya bergurau.


"Bercanda! Kau kan selalu wangi!"


"Tapi biar segar mandi dulu ya sayang?"


Kalau kata sakral yang terakhir itu sudah terucap dari bibir Hana, Baekhyun tidak bisa melawan lagi. Ia langsung pergi ke kamar mandi saat itu juga.


Selesai mandi, Baekhyun yang sudah berganti baju dengan pakaian santainya kini menghampiri keluarga kecilnya yang masih di ruang tengah menonton TV.


"Jadi, ada apa?" Tanya Baekhyun.


Hana menoleh pada Hyuna, "Berikan kertasnya pada ayah sayang."


Hyuna menurut, ia memberikan sebuah kertas yang dilipat pada sang ayah.


Baekhyun bingung tapi ia tetap menerima kertas itu, membukanya dan mulai membacanya dengan benar.


Beberapa menit kemudian, pria itu menatap Hana dan Hyuna bergantian.


"Ini sungguhan kan?" Tanyanya.


Hana mengangguk, "Byun Baekhyun, puteri kecilmu itu sekarang sudah sehat. Ia tidak sakit lagi," jawab Hana.


Baekhyun langsung memeluk Hyuna yang ada di sampingnya, memeluk sang gadis kecil itu erat sekali. Bahkan entah sadar atau tidak, Baekhyun bahkan sampai menitikan air matanya.


"Anak ayah sudah sembuh?" Lirih Baekhyun dengan suara bergetar.


"Iya ayah, aku sembuh."


Baekhyun melepas pelukannya untuk menciumi Hyuna, pipinya, keningnya, pelipisnya bahkan hampir setiap sisi wajah Hyuna Baekhyun kecupi.


"Terimakasih Hyuna sudah sembuh, terimakasih sudah bertahan sejauh ini, sayang," ucap Baekhyun lagi, kini ia sudah terisak, pria tidak bisa menyembunyikan air matanya lagi.


Hana yang melihat ketulusan Baekhyun jadi ikut terharu, matanya ikut basah karena air mata mulai menumpuk di sana.


"Ayah, jangan menangis," kata Hyuna.


"Ayah senangkan aku sembuh? Tapi kenapa menangis?" Tanya Hyuna lagi.


"Ayah terlalu senang sampai menangis," jawab Hana.


"Jangan sakit lagi Hyuna."


"Atau ayah akan lebih sakit lagi."


Hyuna menghapus air mata ayahnya dengan tangannya yang mungil, "Tidak ayah. Aku sehat sekarang."


"Ayah jangan menangis lagi ya? Malu dengan Han, ayah kan bukan bayi lagi."


Di sela tangisnya, Baekhyun terkekeh, ia kembali memeluk Hyuna erat, "Kau yang bayinya ayah."


"Aku sudah besar ayah!" Protes Hyuna sambil melepas pelukan ayahnya.


Hana dan Baekhyun tertawa lagi.


"Aku sudah bisa menjaga adik!"


"Begitukah?"


"Iya."


"Iya, ayah percaya. Hyuna akan jadi kakak yang baik untuk Han, yang selalu menjaga Han."


"Tentu saja, karena Hyuna tidak sakit lagi."


"Jadi apa kalau aku tidak sakit lagi, kita bisa berlibur ke luar negeri? Aku ingin ke luar negeri seperti ayah."


"Bisa dong! Nanti kita atur ya, Hyuna pilih saja mau kemana, ayah akan menurutinya."


"Benarkah? Terimakasih ayah!"


Baekhyun mengangguk, "Hyuna hebat. Terimakasih sudah berjuang untuk sembuh ya sayang?"


"Terimakasih sudah mau bertahan untuk selalu di sini menjadi anak ayah dan ibu."


"Terimakasih juga ayah, ibu karena selalu ada menemani Hyuna."


"Ibu kemari!" Hyuna menyuruh Hana untuk mendekat. Hana pun menurut.


Lalu keluarga kecil itu pun berpelukan bersama.


***


Beberapa tahun kemudian...


"Hana selamat atas kelulusanmu!"


"Akhirnya kau lulus juga."


"Happy graduate, Park Hana."


Setelah sibuk dengan teman-temannya, kini Hana menghampiri keluarganya yang sudah pasti datang. Ada suaminya dan anak-anaknya, ayah dan ibu mertuanya, apa kakak sepupunya, ada juga Sehun, sampai Jaemin juga ikut datang.


"Wah, akhirnya setelah sekian episode drama hidup kau lewati kau bisa lulus juga ya?" Kata kakak sepupunya, Park Chanyeol.


"Akhirnya ya kau bisa menyusulku juga untuk lulus!" Sekarang Sehun.


"Hey! Kalian ini mengejekku ya yang tidak lulus tepat waktu?" Balas Hana protes.


"Noona, selamat atas kelulusanmu ya!" Lalu Jaemin.


"Lihat, begitulah ucapan yang benar! Terimakasih ya Jaemin!" Hana langsung memeluk Jaemin tapi tidak lama karena ia langsung ditarik oleh Baekhyun.


"Oh cemburu rupanya?" Hana bertanya usil.


"Tidak!"


"Ibu, ibu cantik sekali," sekarang Hyuna yang digandeng oleh Sehun.


"Terimakasih sayang."


"Hana, happy graduatuion sayang," tidak lupa dengan kedua mertuanya juga yang turut mengucapkan pada Hana.


Sisa Baekhyun. Pria itu bahkan belum memberikan bunga yang ia beli untuk Hana. Padahal bunganya sudah ada ditangnnya dan Hana juga sudah melihatnya.


"Kau? Tidak mau memberi selamat untuk isterimu? Dan bunga itu, apa bukan untukku?" Tanya Hana pada Baekhyun.


Baekhyun pun tersenyum, lalu memberikan bunga itu pada sang isteri.


"Happy graduation, sayang," ucap Baekhyun. Hana sedikit kaget karena jarang sekali Baekhyun memanggilnya sayang di depan banyak orang apalagi ada orangtuanya.


"You've done your best. I'm so proud of you."


"Dan... seperti kata Hyuna, kau sangat cantik hari ini."


Hana tidak bisa menyembunyikan salah tingkahnya, pipinya merah, apalagi saat Baekhyun merentangkan tangannya, "Kemari, ini hadiahku setelah bunga," ucap Baekhyun.


Hana menurut, ia melangkah maju untuk mendapat pelukan dari sang suami.


"Terimakasih atas semuanya Baekhyun."


"Aku berada di titik ini semuanya berkatmu."


"Tidak, tentu saja ini hasil kerja kerasmu, jangan lupa berterimakasih untuk diri sendiri, ya?"


Hana hanya mengangguk.


Setelah itu, saatnya sesi foto-foto. Hana sudah mengambil foto dengan semuanya. Kini giliran Hana dan Baekhyun.


"Mau menatapku?" Tanya Baekhyun saat mereka sedang bersiap di foto.


Hana pun mengangguk, ia menatap Baekhyun.


"Satu... Dua.... " sang fotografer mulai memberi aba-aba.


"Tiga.."


Betapa terkejutnya Hana ketika hitungan ketiga, Baekhyun malah mencium bibirnya. Iya. Didepan banyak orang.



Mereka pun mendapat sorakan antusias dari orang-orang di sekitar sana.


"Mau lagi?" Tanya Baekhyun.


Hana hanya diam, tapi wajah mereka semakin dekat tanpa sadar.


Lalu tiba-tiba Han yang berada di kereta dorong bayi yang ada bersama kakek neneknya menangis membuat ciuman itu tidak kembali terjadi.


"Heh! Jangan melupakan anak kalian dong!" Ucap Chanyeol.


Semuanya tertawa, Hana pun memilih untuk menggendong Han dan menenangkan dengan tangannya sendiri.


"Mungkin itu ucapan selamat dari Han juga," kata Baekhyun.


"Benar begitu Han?" Tanya Hana pada Han yang langsung diam ketika digendong Hana.


"Lihatkan dia diam, itu dia cemburu karena ibunya selalu sibuk bermesraan dengan ayahnya!" Sambar Chanyeol lagi.


"Sepertinya kau juga sedikit iri ya oppa?!" Balas Hana sewot.


"Tidak! Lihat saja ya! Aku akan lebih romantis dari kalian kalau sudah menikah."


"Memangnya sudah direstui?" Ledek Hana.


"Bulan depan aku menikah dengan Sera."


"Benarkah?"


"Iya, terkejutkan? Makanya jangan meremehkanku!"


"Baiklah, aku doakan agar Sera-eonnie bisa lapang dada memiliki suami sepertimu."


"Kau ini minta dipukul ya Hana?"


"Berani memukul isteriku?"


Dan di saat Baekhyun bersuara disitulah Chanyeol mundur.


Bagaimanapun Baekhyun adalah bosnya Chanyeol bukan?


***


Sekarang Hana dan Baekhyun sudah kembali ke rumah, anak-anak mereka juga sudah beristirahat tidur, tersisa mereka berdua yang masih mengobrol di balkon kamar.


"Aku masih ada hadiah untukmu," ucap Baekhyun.


"Apa?" Tanya Hana.


Lalu Baekhyun menyodorkan sebuah kotak hadiah persegi panjang pada Hana.


"Apa ini?"


"Buka saja."


Hana pun membukanya. Ia lalu menatap Baekhyun dengan raut wajah tidak percaya saat melihat isinya adalah 4 tiket ke Inggris juga brosur jalan-jalan berkeliling Eropa.


"Baek, kita akan ke inggris?" Tanya Hana.


Baekhyun mengangguk.


"Tidak hanya Inggris, tapi Perancis, Jerman, dan lainnya. Kita akan mengelilingi Eropa, kau mau?" Tanya Baekhyun.


Hana mengangguk semangat, "Tentu saja. Aku tidak gila untuk menolak semua ini."


Baekhyun terkekeh melihat raut wajah yang Hana tunjukan sangat terkejut, "Kau sebegitu terkejutnya? Tidak percaya kalau aku bisa membeli tiket untuk keluarga kecil kita pergi berkeliling Eropa?"


"Ish! Tidak begitu, hanya saja aku tidak percaya kalau aku akan pergi ke sana."


Baekhyun meraih tangan Hana, "Your husband is Byun Baekhyun. Aku akan membawamu dan anak-anak kita kemanapun kalian ingin pergi, selama bersama-sama terus, aku akan menurutinya."


"Aku bekerja keras untuk siapa lagi kalau bukan kalian?"


Hana langsung menghambur ke pelukan Baekhyun, "Terimakasih, Baekhyun."


"Sama-sama, cantik."


"Let's be together always ya, ayo kita jalan-jalan keliling dunia dan tetap bersama terus."


Hana mengangguk. "I love you, Byun Baekhyun."


"I love you more, Park Hana."


-SELESAI-


#####


Akhirnya ending juga.


Aku gatau endingnya muasin kalian atau gak. Tapi yaa begitulah endingnya wkwk...


Terimakasih yang udah selalu baca dan ninggalin vote, like atau comment.


See u di ceritaku selanjutnya yang gak tau kapan hehe.. ^^