Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
17


"Baek, buka matamu!"


"BAEKHYUN!"


"Kau dengar aku tidak? Jangan tutup matamu!"


Hana terus memekik histeris ketika suaminya dibawa dengan bankar rumah sakit menuju IGD.


"BAEKHYUN!!!" Kakinya tidak bisa bertahan lagi untuk menopang tubuhnya ketika Baekhyun dibawa masuk oleh dokter juga perawat ke dalam ruangan dimana ia tidak bisa ikut.


"Kau tenang Hana!" Itu Sehun yang datang setelah dikabari oleh Hana dengan meminjam ponsel salah satu polisi yang membantu membawa Baekhyun rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal Sehun sehingga tidak butuh waktu banyak untum Sehun bisa sampai ke sini.


"Bagaimana aku bisa tenang saat suamiku celaka karena menyelamatkanku?"


"Tapi kau juga tidak bisa membangunkan hyung dengan begitu saja! Serahkan pada dokter ya?"


Hana terduduk dengan lemas di kursi tunggu, diikuti Sehun di sampingnya.


"Bagaimana ini Sehun? Aku takut," Hana terus terisak sehingga Sehun mencoba memeluk sahabatnya untuk sekedar menenangkannya.


"Kau harus percaya kalau hyung akan baik-baik saja," ucap Sehun.


"Hana, Sehun! Apa yang terjadi?" Sekarang Chanyeol yang datang ke sini setelah dikabari Sehun.


"Oppa!" Hana langsung melangkah untuk memeluk kakak sepupunya, menangis dan terisak kencang di sana.


"Baekhyun celaka karena aku. Kalau saja aku menurut dengannya dengan tidak pergi kemana-mana, ini tidak akan terjadi. Oppa, aku takut. Aku takut terjadi sesuatu yang parah pada Baekhyun. Suamiku itu dipukul habis-habisan oleh 3 preman dan perutnya ditusuk oppa! Aku-aku tidak sanggup!"


"Aku selalu membuatnya repot, aku bukan isteri yang baik. Kau benar oppa! Aku sangat kurang ajar."


Chanyeol membalas pelukan Hana, mengusap punggung adiknya dengan lembut, "Bukan waktunya untuk menyalahkan dirimu sendiri. Tenang ya? Kita tunggu dokter keluar."


Butuh waktu hampir setengah jam untuk akhirnya dokter pun keluar dari ruangan dimana ada Baekhyun di dalamnya.


"Bagaimana dok?"


"Keadaan pasien kritis. Dia dipukuli habis-habisan yang membuat banyak luka dalam, belum lagi tusukan di perutnya dan dia kehilangan banyak darah."


"Pasien harus dipindahkan ke ruang ICU, untuk saat ini pasien tidak sadarkan diri dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Kami akan berusaha sebaik mungkin agar keadaannya membaik, tolong dibantu dengan doa."


"Jadi maksud anda, sahabat saya koma?" Tanya Chanyeol.


Dengan berat dokter itu pun mengangguk lemah.


"Tidak mungkin," mendengar itu dada Hana jadi luar biasa sakit seperti ada puluhan pisau yang menghujam jantungnya. Kepalanya juga pening hebat, telinganya berdengung, kakinya lemas.


Sampai akhirnya....


"Hana..."


***


Bangun-bangun Hana langsung terduduk dengan gelisah, ia mengitari pandangannya untuk memastikan dia dimana. Dan ternyata, ia ada di kamar Baekhyun. Iya. Kamar Baekhyun yang dulu, di rumah ayah mertuanya.


"Kau sudah bangun?" Hana menoleh ketika ada suara yang menyapanya.


"Ibu?"


"Kau sampai pinsan begitu, pasti shok sekali ya?"


"Ibu, aku pasti sedang bermimpikan?"


Ibu tiri Baekhyub untuk berjalan menghampiri Hana dan duduk di tepi kasur, mengusap lengan Hana untuk memberi mantunya ini kekuatan.


"Kau harus kuat ya Hana?"


"Suamimu juga pasti kuat untuk bertahan demi kau dan Hyuna," ucap ibu.


Dada Hana kembali sesak, jadi yang tadi bukan mimpi? Baekhyun benar-benar celaka dan... koma?


"Ibu, aku tidak mau kehilangan Baekhyun," lirih Hana memulai isakan tangisnya untuk yang ke sekian kali.


Ibu mertuanya ini langsung memeluk Hana, "Tidak sayang, suamimu tidak akan meninggalkanmu."


"Kau hanya perlu banyak-banyak berdoa dan berpikir postif ya?"


Hana hanya mengangguk, "Hyuna bagaimana bu?"


"Tentu saja sudah tidur, saat kau pinsan tadi ayahmu itu memutuskan untuk membawamu ke rumah saja agar kau bisa beristirahat dengan nyaman, Hyuna juga dijemput oleh Jaemin ke sini dan anak itu sudah tidur sekarang. Ini tengah malam Hana, kau pinsan selama itu," jawab sang ibu lagi.


"Aku ingin menemani Baekhyun."


"Di sana sudah ada Chanyeol, dan ayahnya."


"Kau di sini saja ya? Sebentar lagi juga kau ada Ujian Akhir Semester kan? Jangan stress."


Hana menghela napasnya berat, "Bagaimana aku tidak stress, suamiku koma bu."


"Ibu tau ini tidak mudah, tapi kau tidak bisa meninggalkan tanggung jawab kuliahmu kan?"


"Ujiannya juga hanya seminggu kan? Berdoa saja agar Baekhyun sudah sadar saat kau ujian, biar tidak ada beban. Tapi ibu tidak mau memberi harap, bagaimanapun seperti kata dokter, tidak ada yang tau kapan Baekhyun akan sadar, jadi Hana kau harus kuat melalui ini semua ya? Kau tidak sendiri, ada ibu, ayah, adikmu, kakakmu dan sahabatmu, dan puterimu tentu saja yang harus jadi alasan kau untuk jadi kuat."


"Baekhyun akan baik-baik saja kan bu?"


Ibunya mengangguk, "Iya sayang. Kita berdoa untuknya ya?"