Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
11


Hana gelisah ketika Sehun belum juga datang ke kelasnya. Pria itu tidak mungkin meninggalkannya kan? Apa dia marah? Tapi semarah-marahnya Sehun tidak mungkin dia sampai begini. Bagaimanapun Sehun memegang kepercayaan Baekhyun. Dan Hana tau, Sehun cukup menghormati Baekhyun sebagai sosok yang lebih tua dan suami dari sahabatnya. Jadi kalaupun Sehun sudah tidak peduli lagi dengannya, ia masih tetap akan mengantar Hana pulang karena itu amanah dari Baekhyun, bukan?


"Memang dia tidak bisa dihubungi?" Tanya Sin Ho yang ada di sampingnya. Hana menggeleng lemah. Ia Sehun benar-benar hilang begitu saja. Sepertinya sahabatnya itu sedang balas demdam.


"Kalau memang belum dijemput, lebih baik kita ke Kafe, yuk!" Ajak Hyo Ri.


Sekarang Hana harus tegas, ia sudah janji pada oppa-nya agar tidak menjadi egois lagi.


"Maaf, tapi harusnya aku pulang cepat, nanti malam aku mau merayakan ulangtahun anakku," jawab Hana.


"Wah? Benarkah? Selamat ulangtahun sampaikan padanya ya? Aku ingin sekali bertemu Hyuna!" Balas Hyo Ri.


"Kalau begitu mau aku antar saja?" Sin Ho menawari.


"Eh, jangan. Sehun pasti datang kok," Hana masih yakin dengan sahabatnya itu.


"Jadi kating itu adalah sahabatmu? Dan suamimu mempercayakan dia untuk mengantarmu pulang?" Hana menoleh pada Sin Ho yang memberi pertanyaan.


"Iya, dulu dia adalah satu-satunya temanku."


"Apa suamimu pernah cemburu dengannya?" Ini masih Sin Ho yang bertanya.


"Tidak. Sehun bahkan sudah dianggap adik oleh suamiku," jawab Hana penuh keyakinan.


"Ah, begitu."


"Hana...," Hana menoleh ketika ada suara yang memanggilnya.


"B-baekhyun?" Mata Hana membulat ketika mendapati Baekhyun di sini. Pria itu langsung menghampiri Hana.


"Sehun tadi mengabariku kalau dia tidak bisa mengantarmu karena Sejeong sakit, jadi aku yang menjemputmu pulang, maaf ya sedikit telat," Hana masih mengerjapkan matanya. Tidak percaya kalau Sehun sekarang seperti lebih dekat dengan suaminya ketimbang dirinya sendiri.


"Kalian temannya Hana pasti kan?" Baekhyun beralih pada dua orang di samping Hana. Sin Ho dan Hyo Ri. Mereka berdua pun mengangguk, dan membungkukan badannya sedikit. Tanpa tau Baekhyun siapa pun, mereka berdua merasa kalau pria itu memiliki aura terhormat.


"Kau Hyo Ri, dan kau Sin Ho. Hana sering menceritakannya padaku," ucap Baekhyun lagi.


"Aku Byun Baekhyun, suaminya Hana," Baekhyun mengulurkan tangan pada mereka berdua, dan dibalas ramah oleh kedua temannya Hana.


"Apa kalian sudah makan siang? Mau makan siang bersama?" Tanya Baekhyun lagi.


"Tapi Baek, kita kan harus cepat pulang karena mau makan malam bersama," balas Hana.


"Kan masih nanti malam."


Hana terdiam. Ia gelisah. Ada yang Hana khawatirkan, tapi entah apa.


"Boleh, Baekhyun-ssi. Kebetulan aku sedang lapar," jawab Hyo Ri dengan cengirannya.


"Eh, tidak perlu, aku dan Hyo Ri bisa makan berdua," Sin Ho kebalikannya.


"Jangan sungkan begitu, anggap saja ini terimakasihku karena kalian sudah jadi teman yang baik untuk Hana," ucap Baekhyun lagi.


"Iya kan Hana?"


Hana hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.


"Sudah Sin Ho, rezeki itu tidak boleh ditolak!"


Pada akhirnya mereka pun pergi bersama. Baekhyun membawa mereka ke restoran  yang selalu menjadi pilihannya dan Hana kalau ingin makan di luar.


Sampai di sana Hyo Ri tidak bisa berhenti menatap kagum interior restoran ini. Sin Ho bahkan sampai harus menarik lengannya agar Hyo Ri berhenti menjadi norak.


"Pesan apapun yang kalian mau," ucap Baekhyun yang langsung mendapat tatapan dari Hana. Wanita itu menatap suaminya sangat dalam, tidak tau dari mana asalnya, tapi Hana merasa Baekhyun seperti punya tujuan tertentu untuk mengajak kedua temannya makan bersama.


Mereka semua pun memesan menu masing-masing, dan sekarang hanya tinggal menunggu pesanan datang.


"Kalian pasti lebih muda dari Hana ya?" Tanya Baekhyun pada Hyo Ri dan Sin Ho.


"Iya betul."


"Kami berdua menikah muda, dan aku cukup merasa bersalah karena pernikahan ini Hana harus meninggalkan kuliahnya sementara dan ia juga kehilangan masa mudanya, mungkin orang seusianya masih bisa senang-senang kan tapi ia harus membawa beban karena sudah menjadi seorang isteri dan ibu," Hana semakin dibuat curiga oleh Baekhyun karena tiba-tiba berbicara begitu.


"Jangan bicara begitu, aku tidak terbebani sama sekali," jawab Hana.


"Pertama kali aku bicara dengan Hana. Hana juga langsung mengatakan kalau dia sudah menikah, tidak ada yang ditutupi, dia juga banyak menceritakan tentang Hyuna, anak kalian," sekarang Sin Ho yang bicara.


"Kapan-kapan kalian boleh main ke rumah kami dan bertemu Hyuna di sana," balas Baekhyun lagi.


"Aku dengar Hyuna akan ulangtahun? Wah tau begitu aku belikan boneka yang aku lihat kemarin di Mall saat kita ke bioskop."


Hana langsung membulatkan matanya dan menatap Hyo Ri. Lalu ia menoleh ke Baekhyun yang ternyata tidak bereaksi apapun. Pria itu justru seperti tertarik dengan cerita Hyo Ri.


"Kalian bertiga ke bioskop?" Baekhyun memastikan.


"Iya. Kemarin atau kemarin lusa? Pokoknya belum lama ini, eh, Hana izin denganmu kan?" Hyo Ri jadi bingung sendiri ketika Baekhyun, suaminya Hana seperti tidak tau apa-apa.


Baekhyun langsung menatap Hana yang kini menunduk, "Iya. Dia izin denganku kok."


"Aku lupa."


Dada Hana sesak. Pada akhirnya, ini terbongkar juga.


"Kalian ada waktu ke bioskop memang tidak disibukan tugas?" Tanya Baekhyun lagi.


"Seperti tugas kelompok?"


"Aku bersyukur karena di semester ini tidak banyak tugas, ada beberapa tapi itu tugas individu, sejauh ini tugas kelompok hanya baru 1 atau 2, mungkin? Aku lupa saking jarangnya ada presentasi kelompok," Hana memejamkan matanya ketika dosanya itu kini sudah diumbar secara tidak langsung oleh Hyo Ri. Bagaimana tidak, ia cukup sering izin dengan Baekhyun untuk pulang telat karena bilangnya ada tugas kelompok. Pada kenyataannya, seperti yang Hyo Ri bilang, sangat jarang ada tugas kelompok di kuliahnya.


"Oh begitu, baguslah, jadi kalian masih banyak waktu santai dan waktu bersenang-senang ya biar tidak stress?" Hana menatap Baekhyun yang masih memasang wajah tenangnya. Pria itu tidak menunjukan kemarahan apapun. Dan jujur itu membuat Hana muak. Kenapa tidak ia tarik saja dirinya dari sini dan di marahi karena sudah banyak berbohong?


Tak lama makananpun datang. Mereka semua menikmati makanan masing-masing tanpa ada obrolan panjang lagi.


Sampai semuanya sudah selesai, Baekhyun pun kembali membawa Sin Ho dan Hyo Ri ke kampus mereka, karena kendaraan Sin Ho kan ada di kampus.


"Terimakasih, makan siangnya, Baekhyun-ssi," ucap Sin Ho ramah.


"Iya, terimakasih banyak," dilanjut oleh Hyo Ri.


Baekhyun hanya tersenyum, "Sama-sama. Kalau begitu aku dan Hana pamit sekarang."


"Iya, hati-hati."


***


Hanya ada keheningan di tengah-tengah Hana dan Baekhyun ketika mereka dalam perjalanan pulang.


"Jangan diam begini."


"Marahi aku kalau kau tau aku salah," ucap Hana memecah keheningan.


Baekhyun hanya melirik sekilas, "Kenapa harus aku yang duluan marah? Kau sendiri saja belum mengakui apa kesalahanmu."


Sumpah demi Tuhan, nada bicara Baekhyun yang seperti ini adalah nada bicara yang sama ia dengar  dari Baekhyun ketika awal-awal pernikahan. Datar dan dingin.


"Aku banyak membohongimu."


"Maaf, Baekhyun."


Baekhyun hanya tertawa remeh, "Jadi saat kau hilang tidak ada kabar kau sedang ada di bioskop, menonton film?"


Dada Hana benar-benar sudah sesak sekarang, ia tidak tau kalau mengecewakan Baekhyun membuat dirinya sesakit ini juga.


"Maaf, Baekhyun. Aku tidak bermaksud---,"


"Apapun maksudmu, kau tetap berbohong!" Suaranya tidak tinggi, hanya datar tapi masih ada penekanan di sana.


"Baek, aku--," Hana sudah terisak ia bahkan tidak sanggup untuk bicara lagi.


"Jangan bicara di sini, jangan menangis di sini, aku tidak mau kehilangan fokusku menyetir."


Hana pun terdiam, hanya terdengar suara isakan tangisnya yang bisa dengan jelas Baekhyun dengar juga. Nada bicara Baekhyun benar-benar tidak ramah di telinga Hana.


"Aku bilang jangan menangis, kau tau air matamu itu tidak akan bisa menghapus kesalahanmu dan... kekecewaanku tentu saja."